Sunday, August 11, 2013

aku: irasional

Kebiasaan lama adalah mencari-cari pernyataan negasi atau kontra, bukannya ngga setuju atau berargumen, tapi semata-mata berusaha untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Misal, pernyataan seorang teman: "cinta" [dengan tanda kutip?!] harus logis dan rasional.
Saya: iiih....gateel, pengin ngebahas. Pertama, apakah arti dari tanda kutip pada kata cinta? Adakah cinta tanpa tanda kutip? Apa definisi yang membedakan kedua kata itu?
Kemudian, apa sih arti logis dan rasional?
Menurut KBBI:
lo·gis a sesuai dng logika; benar menurut penalaran; masuk akal
1ra·si·o·nal a 1 menurut pikiran dan pertimbangan yg logis; menurut pikiran yg sehat; cocok dng akal
Logis dan rasional kayanya agak-agak mirip yaah?!

Nah, pernyataan di atas cukup menggelitik saya untuk mencari kontranya, tapi bingung memilih dan menyusun kalimat yang tepat. Hingga beberapa waktu lalu, saya menemukan kalimat yang menurut saya tepat untuk menjelaskan maksud saya, kalimat ini saya kutip dari seorang geolog, konteksnya adalah pembahasan hubungan Adam (sebagai manusia pertama) dan Hominid, menanggapi pembahasan dari sisi sains dan agama yang sulit dijelaskan, dan intinya kita harus puas dengan jawaban: tidak tahu.
Kata beliau: Buat saya, beriman itu ada saatnya harus bernalar sebab kita pun harus bisa menerangkan apa yang kita percayai, dan ada saatnya pula tidak bernalar sama-sekali sebab nalar kita bukan tidak terbatas, cukup dipercaya saja dan selesai.

Well? Karena menurut saya iman dan cinta sama-sama abstrak, kita harus menerima bahwa logika/nalar kita memang terbatas. Cinta tidak harus logis. Titik.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Monday, August 5, 2013

quote: the fault in our stars

Akan tiba saatnya ketika kita semua mati. Kita semua. Akan tiba saatnya ketika tidak ada lagi umat manusia yang tersisa untuk mengingat bahwa manusia pernah ada atau spesies kita pernah melakukan sesuatu. Tidak akan ada siapa pun yang tersisa untuk mengingat Aristoteles atau Cleopatra, apalagi mengingatmu. Semua yang kita lakukan, dirikan, tuliskan, pikirkan, dan temukan akan terlupakan, dan semuanya ini tidak akan ada artinya. Mungkin saat itu akan segera tiba, mungkin juga masih jutaan tahun lagi, tapi seandainya pun kita bertahan hidup dari kebinasaan matahari, kita tidak akan bertahan hidup untuk selamanya. Ada masa sebelum organisme mengalami kesadaran, dan akan ada masa setelahnya. Jika kau khawatir dilupakan untuk selamanya oleh manusia, aku mendorongmu untuk mengabaikannya saja. Tuhan tahu, itulah yang dilakukan semua orang lainnya.

Published with Blogger-droid v2.0.10

clearance: terima kasih pak Shannon!!

Kadang-kadang butuh waktu lama untuk melunturkan nilai-nilai sentimentil yang melekat pada beberapa barang. Jadinya, setiap kali beres-beres, adaaaa saja benda-benda yang meskipun saya tau ngga ada manfaatnya lagi di masa yang akan datang, tapi tetap saja masuk kembali pada kategori benda-benda yang disimpan kembali, dengan pengaturan yang sedikit berbeda, dan jelas-jelas tidak signifikan ;p

Sekarang-sekarang, berkat penemuan kamera digital, nilai sentimentil pada benda-benda jadi bisa disimpan dengan lebih ringkas, ngga perlu menuh-menuhin kotak simpanan yang terbatas, tapi cukup diubah ke dalam serangkaian kode biner kombinasi 1 dan 0 yang hemat tempat dalam sebuah harddisk.

Apaan ya ini? Ini adalah perangkat batu timbangan yang digunakan untuk menara [kata dasar: tara] neraca timbangan pada praktikum Ilmu Meracik di Semester 3

Koleksi beberapa tempat pensil dari sejak SD sampe kuliah  :D

Koleksi kalender duduk yang bisa bertengger manis di rak lemari tanpa-makan-tempat dan kalender akademik 

Tulisan dalam tempat pensil, dulu sih ngga tau, kayanya itu tulisan Korea ya? Artinya  sih masih ngga tau ;p

Salah satu selebaran masa kuliah yang berhasil bertahan, tersimpan secara tidak sengaja-kemungkinan besar karena terselip atau ya males aja buat membuang ;p

Kumpulan buku harian sejak kelas empat SD sampe sekarang; setelah dikaji ulang, ternyata isinya ngga jauh berubah, banyak curhat cemas mulai dari ulangan, ujian nasional, dan ujian-ujian sejenis yang sampai saat ini masih berlangsung

Ini selebaran penuh idealisme ngga tau dari kapan,  kayanya sih dari periode-periode awal kuliah - kayanya dulu kok keren banget dan menggugah gitu ya, baca beginian

Wednesday, July 17, 2013

toleransi vs. amar ma'ruf nahi munkar

Keren ya judulnya?! :D tapi jangan terkecoh, maaf saja jika isi catatan ini ngga sekeren judulnya ;p
Well, harus ada peringatan supaya tidak ada kekecewaan :)

Kalo kemarin malam terkapar tak berdaya karena sindrom-Senin, malam ini mendapat booster dari dua porsi baso dan secangkir kopi :D

Jadi teringat percakapan dengan teman beberapa waktu lalu, masih satu tema dengan satu bab di Geography of Bliss yang bercerita soal kehidupan masyarakat Belanda (khususnya Amsterdam) yang sangat toleran - yang membawa pada satu pertanyaan besar [setidaknya buat saya ;p], yaitu: sejauhmana sikap toleransi bisa dibedakan dengan sikap tidak peduli? Apa sih batasannya?
Hubungannya dengan amar ma'ruf nahi munkar apa? Well, sebagai seorang muslim (meskipun mungkin masih abal-abal), kita diantaranya dianjurkan untuk berlomba-lomba dan saling menasihati dalam kebaikan, intinya dakwah kali yaa.. Masalahnya, ya mungkin ini sih namanya lemah iman, tapi kadang-kadang ada perasaan ngga nyaman untuk mengingatkan orang lain, terutama untuk sesama manusia yang bisa dibilang sebaya atau sudah lebih dewasa. Bagaimanakah sebaiknya menerapkan 'amar ma'ruf nahi munkar' ini tanpa membuat orang lain merasa dihakimi atau digurui atau terlanggar privasinya?
Sementara di satu sisi.. mungkin seseorang yang sudah dewasa [baca: cukup umur, sudah baligh], mestinya sudah memiliki kesadaran sepenuhnya atas konsekuensi dari pilihan-pilihan yang dia lakukan. Jadi..mestinya orang lain sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk memengaruhi pilihan seseorang ya?!
Hmmm.. Saya ngga yakin ini menggambarkan dengan tepat maksud saya.. Akan dijelaskan lebih baik jika memungkinkan.. Bye!!

Published with Blogger-droid v2.0.10

Wednesday, July 10, 2013

survey pasar ;p

Gula merah 12 atau 13 ribu per kilogram - tergantung warna, yang cokelat kuning lebih mahal dari yang cokelat tua, meskipun rasanya sama-sama manis.
Bawang merah 35 ribu per kilogram, jadi 9 ribu kalo belinya 1/4 kilogram.
Hati sapi 80 ribu per kilogram, kalo babat 45 ribu, 40 ribu kalo dicampur (babat dkk.), daging sapi mah lupa berapa, 110 ribu per kilogram kalo ngga salah.
Pindang ikan tongkol 6 ribu per 100 gram, pindang bandeng 7 ribu sampe 35 ribu per ekor - tergantung ukuran si bandeng.
Cireng 3 ribu per bungkus, harusnya 3500, miskomunikasi antarpedagang ;p
100 gram ikan teri tanpa kepala dan 200 gram udang (kaya yang ada di rempeyek udang di warung padang) sama dengan 11 ribu.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Wednesday, July 3, 2013

Self-reminder: sholat!! yuk? :)


Kadang-kadang, saat sedang tidak bugar secara mental ;p, suka bertanya-tanya sendiri dan bingung, kenapa sih harus sholat.. Karena kadang ngga relevan juga gitu, sholat rajin, tapi ya maksiat juga bisa dilakoni.. Padahal kan katanya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar..harusnya.. 
Ternyata, bukan saya aja yang berpikir begitu, pernah ada yang mempertanyakan hal yang sama di suatu majelis, dan kemudian sang ustadz menjawab, kurang-lebih begini intinya: sholat itu tidak menjamin seseorang menjadi baik, tapi ya kalo melakukan sholat aja masih kurang baik, apalagi kalo ngga sholat.. 
Sebagai pengingat buat diri sendiri, berikut cuplikan dari Sudah Benarkah Shalatku? mengenai kedudukan sholat. 
Shalat diwajibkan saat Nabi saw. Isra mi'raj. Ibadah shalat diperintahkan langsung oleh Allah swt., ini berarti shalat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam, sehingga setiap Muslim seharusnya memiliki perhatian besar dan kesadaran yang sangat tinggi terhadap shalat. Arti penting shalat yaitu: 

1. Shalat sebagai Tiang Agama 
Tiang merupakan penyangga utama sebuah bangunan. Tanpa tiang, tidaklah akan berarti seluruh bagian bangunan, sehebat dan semewah apa pun. 
Begitu pula dengan agama, bagian-bagian dari bangunan agama adalah segala bentuk amal ibadah lainnya yang disyariatkan oleh agama. Untuk menjadikan bangunan agama itu tegak dan menjulang megah, diperlukan tiang yang kokoh. Tiang itu adalah shalat. 
Sabda Rasulullah: '…pokok segala urusan adalah Islam. Barangsiapa yang masuk Islam, dia akan selamat; tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad…' [H.R. Tirmidzi] 

2. Shalat sebagai Benteng Terakhir 
Benteng adalah alat pertahanan dan simbol dari sebuah kekuatan. Dengan demikian, jika shalat sebagai benteng terakhir telah diabaikan, kaum Muslimin akan terpuruk dan hancur berkeping tak bersisa. 
Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab ra. mengirim surat kepada seluruh gubernur. Surat itu berisi pesan agar senantiasa memerhatikan shalat, karena bila salah seorang di antara mereka telah mengabaikan shalat, mereka dipastikan akan mengabaikan urusan-urusan yang lain. 
Rasulullah saw. bersabda: 'Sesungguhnya akan terlepas ikatan-ikatan Islam satu per satu. Setiap kali ikatan lepas, manusia akan bergantung pada ikatan berikutnya; ikatan yang paling awal terlepas adalah hukum, dan yang terakhir adalah shalat.' [H.R. Imam Ahmad dan Ibnu Hibban] 

3. Shalat sebagai Identitas Keislaman 
Identitas sangat penting bagi semua orang karena identitas akan menjadi bukti atas pengakuan resmi seseorang. Jika ada seseorang mengaku beragama Islam, apa buktinya? Buktinya adalah dengan melaksanakan shalat. 
Jadi, seseorang mengaku Islam tetapi tidak shalat, wajar bila diragukan keislamannya. Bahkan, Rasulullah saw. menilai garis pemisah Muslim dan kafir adalah meninggalkan shalat. 'Ciri yang membedakan seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat.' [H.R. Muslim] 

4. Shalat sebagai Amalan Pertama yang akan Dihisab 
Sabda Rasulullah saw.: 'Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya beres, dia akan bahagia dan selamat, dan jika shalatnya rusak, dia akan celaka dan rugi.' [H.R. Tirmidzi] 
Riwayat lain menyebutkan, 'Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya beres, akan beres juga seluruh perilakunya, dan apabila shalatnya rusak, akan rusak pula segala perilakunya.' [H.R. Thabrani] 
Keterangan tsb. menegaskan peranan penting shalat yang berfungsi sebagai katalisator yang menentukan apakah amalan seorang hamba beres atau rusak. 

5. Shalat sebagai Sarana untuk Merawat Fitrah 
Manusia lahir dalam keadaan fitrah, artinya berkecenderungan baik dan beragama Islam [Q.S. Al A'raaf (7):172, Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), 'Bukankan Aku ini Tuhan-mu?' Mereka menjawab, 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.' (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Tuhan).'] 
Diakui dengan proses waktu dan sosialisasi dalam kehidupan, fitrah tsb. sangat mungkin ternodai dosa dan kemaksiatan sehingga kualitas fitrah akan mengalami penurunan, bahkan menjadi rusak. Karena itu, perlu suatu fasilitas untuk menjaga kesucian fitrah, yaitu dengan ibadah shalat. 
Ciri fitrah berkualitas prima adalah keyakinan akan menemui Tuhan dan akan kembali kepada-Nya. 
Firman Allah: 'Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.' [Q.S. Al Baqarah (2):45-46] 

6. Shalat sebagai Obat Penyakit Hati 
Manusia memiliki sejumlah sifat mulia, diantaranya jujur, syukur, dan pemaaf. Namun, di samping itu, manusia juga memiliki sejumlah sifat buruk, seperti putus asa, kikir, dan sombong. Shalat bisa menjadi sarana mengobati sifat-sifat buruk manusia. 
Firman Allah: 'Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh-kesah lagi kikir. Apabila ditimpa kesusahan, dia berkeluh-kesah, dan apabila mendapat kebaikan, dia amat kikir; kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.' [Q.S. Al Ma'aarij (70):19-23] 

7. Shalat sebagai Sarana Pencuci Dosa 
Tidak ada manusia yang steril dari dosa. Setiap hari, pasti ada dosa yang dilakukan, disadari ataupun tidak disadari; dosa kecil maupun dosa besar. Shalat bisa menjadi alat pembersih untuk dosa-dosa kita. 
Sabda Rasulullah saw.: 'Bagaimana pendapat kalian, andaikata sebuah sungai berada di rumah salah seorang di antaramu dan kamu mandi di sana lima kali dalam sehari, apakah masih tertinggal kotoran pada badannya?' Mereka berkata, 'Tidak ada kotoran yang tertinggal pada badannya.' Beliau bersabda, 'Maka demikianlah perumpamaan shalat lima kali, Allah menghapus kesalahan-kesalahan.' [H.R. Muttafaq'alaih] 

8. Shalat sebagai Pencegah Maksiat 
Semua manusia berkecenderungan untuk berbuat baik dan berbuat salah. Apabila dorongan baik mendominasi, maka muncul perilaku mulia. Namun, bila dorongan buruk yang dominan, maka muncul perilaku nista. Shalat dapat menjadi energi untuk mencegah seseorang terjerumus pada perbuatan nista. 
'Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan, sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.' [Q.S. Al 'Ankabuut (29):45] 
Melihat kedudukan shalat yang begitu agung dan urgen, maka siapa pun yang menyia-nyiakan shalat, berarti dia sudah siap berhadapan dengan sanksi yang cukup berat," 'Apa yang menyebabkan kamu masuk Neraka Saqr?' Mereka menjawab, 'Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan tidak pula memberi makan fakir miskin.'" [Q.S. Al Muddatstsir (74):42-44] 
Selanjutnya, Allah memberikan predikat munafik bagi mereka yang melalaikan dan riya (pamer) dalam shalatnya. 'Sesungguhnya orang-orang munafik itu … apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah, kecuali sedikit sekali.' [Q.S. An-Nisaa' (4):142]

Pengingat aja.. dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan ^_^

Tuesday, June 18, 2013

:p

malam
langit
bintang
crux

Published with Blogger-droid v2.0.10

sejenak di tukang baso

Meskipun abu-abu itu keren, kayanya dalam hal-hal tertentu akan lebih mudah jika hanya ada hitam dan putih, ngga usah ada abu-abu muda, abu-abu tua, dst.
Akan lebih sederhana jika hanya ada 'ya' dan 'tidak', tanpa 'mungkin', 'agak', 'sedikit', dan kawan-kawannya. Mungkiiin...
Tapi ya gitu kali ya, variasi.. Biar hidup ini dinamis :p

Btw, cerita soal baso, ternyata Baso adalah nama suatu tempat di Sumbar, tau ya?! :D Apakah tempat ini asal mula makanan bernama sama? Tau ga? ^_^

Published with Blogger-droid v2.0.10

Wednesday, June 12, 2013

hujan bulan juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

1989

( Hujan Bulan Juni – hal. 90)

Liat di sini buat salah satu penafsiran puisi di Pak Sapardi di atas.
Dulu.. nyaris ngga mungkin kayanya ada hujan di bulan Juni.
Sekarang.. sepertinya bahkan hujan pun tak setabah, tak sebijak, dan tak searif dulu.. ;p

Published with Blogger-droid v2.0.10

Monday, June 10, 2013

efek dua cangkir kopi kental ~_~

Tadi siang ikut pelatihan dari HRD, kali ini judulnya 'Leadership for the next leaders' >.<
Di salah satu sesi, saat membahas pentingnya seorang pemimpin untuk memiliki visi dan misi, beliau mengambil contoh pembangunan jalan tol. Ceritanya..awalnya dia merasa bangga atas dibangunnya Tol Cipularang, yang memungkinkan perjalanan Bandung-Jakarta atau sebaliknya jadi lebih singkat. Bangga, titik.
Hingga suatu hari, teman beliau yang konon baru berkunjung ke Malaysia, memunahkan kebanggaan beliau dengan cerita jalan tol di Malaysia sana, yang menghubungkan Johor dan Kualalumpur (katanya berjarak sekitar 400 km, cmiiw), punya masing-masing lima lajur jalan, jadi totalnya 10 lajur. Jalannya lebar banget ya?
Kesimpulan beliau: dalam konteks kepemimpinan, katanya orang-orang yang bikin jalan tol di sana sudah memiliki visi, mereka membangun jalan tol yang dapat digunakan hingga beberapa generasi ke depan [maksudnya bisa mengimbangi pertumbuhan kendaraan]. Bandingkan dengan jalan tol Indonesia, jangankan untuk beberapa generasi, sekarang aja udah macet, katanya...
Dan saya pun jadi tergoda buat ngga setuju.. Entah kenapa bayangan pemanfaatan lahan untuk memuaskan ambisi membuat jalan raya yang lebih lebar tampak mengerikan!! Apa kabar lahan hijau? Pasti makin sulit ditemui! Padahal, kalo jalan diperlebar supaya bisa memuat lebih banyak kendaraan, artinya akan semakin banyak kendaraan yang beroperasi, akan makin banyak bahan bakar yang dikonsumsi, akan makin tinggi kadar polutan yang mengudara, maka semakin kritis juga kebutuhan akan lahan hijau..
Jadi, visi apa yang ingin dicapai dari pelebaran jalan?!
Pembangunan macam apa yang ingin diwujudkan? Kecuali jika di saat yang bersamaan ada juga kampanye untuk penggunaan kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan.
Bisa juga kan visi para pembuat jalan tol di Indonesia justru lebih menitikberatkan pada pembangunan yang berwawasan lingkungan [meskipun kayanya kemungkinannya kecil yah?! :p]
Bagaimana pun, intinya.. ya saya cuma merasa sepertinya pembangunan jalan tol ngga tepat deh buat dijadikan contoh, imho ;p

Published with Blogger-droid v2.0.10

have you ever...

Kata Mario Teguh tadi malem (kurang lebih): cinta yang terkuat adalah cinta yang tidak beralasan. Hmmm.. Masa sih? :)
Bukan mau ngebahas itu sih, tapi ini.. ;p
Pernah ngga sih bertanya-tanya tentang motivasi atau alasan di balik perasaan kita terhadap orang lain? Saya sih sering.. Soalnya, seringkali saya tau perasaan saya terhadap seseorang mestinya ngga begitu. Bingung?
Misalnya nih..kadang ada orang yang sebisa mungkin saya usahakan supaya ngga terlalu sering berinteraksi, kenapa? Kok saya jahat banget ya?! Kalo saya telaah, ternyata alasannya sama sekali ngga masuk akal, misalnya aja karena orang itu bau badan, atau suara ketawanya membuat saya merasa terganggu, atau karena dia perokok (jadinya bau tembakau ;p), atau karena saya suka ngerasa terintimidasi kalo deket dia.. Aneh ya?! Gimana ya caranya biar ngga begitu?!
Tapi dalam beberapa kesempatan langka, bisa juga saya merasa sebaliknya, ada banyak alasan yang mestinya membuat saya ngga suka sama seseorang, tapi kok saya ngga merasa ngga suka ya?! Hmfh...
Perasaan itu aneh banget ya?!! Kenapa sih saya ngga bisa sebel aja?!!! :p

Published with Blogger-droid v2.0.10

Sunday, June 9, 2013

my first love letter ;p

Baca-baca lagi beberapa catatan di ponsel, sempet ngintip surat cinta serius saya yang pertama [yang sepertinya sih lebih banyak unsur curhatnya, hihi]. Butuh beberapa hari buat mikir dan ngedit, berusaha supaya isinya terasa lebih bermakna dan logis tanpa terkesan gombal dan cengeng. Hasilnya? Ngga tau deh, menurut saya sih ngga terlalu jijay, tapi ya ngga tau juga ya, itu kan penilaian subjektif :D
Baca lagi sekarang, untunglah common sense saya masih bisa bekerja, sang surat tidak pernah sampai pada yang dituju. Cukuplah saya dan Tuhan yang tau isinya.. Saya ngga yakin masih bisa bersikap biasa aja seandainya sang surat memenuhi takdirnya untuk sampai di tangan si objek.. Alhamdulillah atas perangkat akal yang telah dianugerahkan kepada saya :D
Sedikit cuplikan adalah kutipan berikut: 'So, i love you because the entire universe conspired to help me find you - Paulo Coelho, The Alchemist', dan yang pasti, saat tulisan itu dibuat, tentu saja bukan bermaksud gombal, hehe >_<

Published with Blogger-droid v2.0.10

Tuesday, June 4, 2013

belajar

Bahkan untuk pekerjaan rutin yang sederhana dengan prosedur baku tertentu, setiap beberapa waktu mesti ada yang namanya refreshment training. Ini bertujuan untuk memastikan seseorang tetap melakukan pekerjaannya dengan benar, tidak menyimpang, sesuai dengan prosedur yang seharusnya. Apalagi untuk hal yang lebih besar dan jauh lebih rumit yang bernama menjalani hidup, tentu saja butuh pelatihan fisik, psikis, dan jiwa yang lebih kompleks dan menyeluruh.
Atas dasar itulah, dua akhir pekan terakhir ini saya mengiyakan ajakan salah seorang teman untuk menghadiri pengajian. Sesuatu bangeeet yaa!!! :)
Pekan pertama masih penyesuaian, jadi masih aklimatisasi untuk menyimak. Alhasil, penyerapan ilmunya agak terbatas ;p Minggu kedua, sudah lumayan punya gambaran dan sedikit lebih pintar, ikut-ikutan para ibu-ibu mencatat materi.. Berikut ini catatannya..

Hikmah husnudzon
1. Melahirkan optimisme
Dalilnya.. Sabda rasulullah: Sifat yang paling buruk pada seseorang adalah kikir yang berkeluh kesah serta takut yang berlebihan. - HR Bukhari
Adapun jenis takut itu ada tiga, yaitu; (1) takut yang manusiawi; (2) takut yang berasal dari setan (saat mau beribadah/berbuat baik); (3) takut yang berasal dari Allah (mencegah perbuatan dosa/maksiat).

2. Melahirkan pengendalian emosi yang baik.
Hadistnya: Sungguh aku melarang dua macam ucapan bodoh dan tercela, yaitu; keluhan tatkala mendapat nikmat dan umpatan tatkala mendapat ujian/musibah. - HR Abu Daud

3. Mendatangkan cinta Allah
Dalilnya: Sabda Rasulullah, Allah berfirman: Aku menurut prasangka hambaKu dan Aku bersamanya apabila dia mengingat diriKu. Jika ia mengingatKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang, maka Aku mengingatnya dalam kelompok malaikat. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta, jika ia datang kepadaKu dengan berjalan kaki, maka Aku datang kepadanya dengan berlari. - HR Bukhari

4. Mendatangkan kebahagiaan
Imam Syafiie: Berbahagialah orang yang sibuk dengan urusan kekurangan dirinya ketimbang mengurusi kelemahan dan kesalahan orang lain. - HR Al-Bazzar

Demikianlah..semoga bisa diamalkan dengan baik yaa.. Doakan tetap istiqomah :D

Published with Blogger-droid v2.0.10