![]() |
| Everest climbers form a long snaking line up the mountain as they strive to reach the summit this spring. Photograph: Ralf Dujmovits - dari www.guardian.co.uk |
Absence of evidence does not equal evidence of absence - dr. David Hussong (of FDA and the USP Microbiology and Sterility Assurance Expert Committe)
Friday, May 24, 2013
memulihkan kewarasan di puncak dunia.. i wish!!
Monday, May 20, 2013
SJSN dan BPJS - seriusan niih ;p

Fasilitas Kesehatan (Faskes) adalah rumah sakit, dokter praktek, klinik, laboratorium, apotek, dan lainnya (ngga disebutkan apa lagi). Saturday, May 18, 2013
Caper Bukittinggi: Random Things
Sunday, May 12, 2013
oleh-oleh dari ranah minang ^_^
| Pemandangan dari Puncak Bukit Langkisau di Pesisir Selatan |
| Pantai Carocok - Pesisir Selatan |
| Di Puncak Lawang |
| Danau Maninjau dari Puncak Lawang |
| Jam Gadang |
| Jembatan Limpapeh (menghubungkan Fort de Kock dan Kebun Binatang Bukittinggi) |
| Air Terjun Sarasah Murai di Lembah Harau |
| Salah satu tebing granit di Lembah Harau |
| Istana Pagaruyung |
| Rangkiang (lumbung padi) di Istana Pagaruyung |
| Air Terjun Lembah Anai |
Tuesday, May 7, 2013
sindrom praperjalanan
Tersebutlah pada esok lusa perjalanan penting akan ditempuh, seperti biasanya..beberapa hari sebelumnya gejala-gejala tertentu mulai muncul, misalnya agak sulit tidur, cemas berlebihan yang terbawa tidur hingga mimpi agak buruk bangun kesiangan dan ketinggalan kereta/bus/pesawat/atau moda apa pun yang akan dipakai ;p
Selain itu, muncul juga kebingungan persiapan barang bawaan, takut ini-itu ketinggalan.. Kadang suka mules-mules juga..
Alhamdulillah sejauh ini kecemasan-kecemasan ini tidak pernah mewujud. Satu hal yang biasanya lumayan membantu adalah tidur di awal malam sejak beberapa hari sebelum pergi (ga masalah, yang masalah adalah ngatur waktu bangun :D), buat daftar barang-barang yang harus dibawa, sebisa mungkin, kalo bisa disiapkan dari awal ya segera disiapkan (dilarang berkemas-kemas mepet jadwal pergi ;p), menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mungkin menstimulasi pencernaan, misal makanan pedas atau kopi. Apalagi ya?! Yang terpenting, berdoa!! :)
Bon voyage!! Selamat liburan!! (meskipun masih ada satu hari kerja lagi yang harus dilewati, hehe)
Thursday, May 2, 2013
bersama para sejawat
-bersambung-
*berikutnya mungkin akan bercerita sedikit soal SJSN itu.. MUNGKIN!!
metode baru ;p
Sunday, April 28, 2013
pelajaran hari ini
Tadi siang nonton Oprah Show edisi Greatest Lesson, dasar lebay, meskipun ngga liat dari awal, sempet sibuk ngebasahin tisu deh di beberapa ceritanya.. :p
Episode kali ini semacam kompilasi-kumpulan cerita-cerita di episode-episode Oprah yang dianggap memberi inspirasi entah berupa penyadaran atau pelajaran hidup yang bermanfaat luas. Cerita pertama yang saya liat adalah tentang bapak-bapak yang dulunya, di acara ini, menyatakan diri sebagai 'White Supremacist', kayanya sih semacam kelompok eksklusif yang membanggakan ras gitu.. Semacam neo-nazi gitu kali ya.. Mereka ini diundang kembali di acara ini dan bercerita tentang diri mereka yang menyadari kalo ideologi mereka dulu ternyata salah. Bapak pertama insaf ketika beliau di penjara, dia ditempatkan di kelompok kulit hitam, bahkan penjaganya juga berkulit hitam. Sungguh mengejutkan bagi beliau karena ternyata mereka ini menerima dia apa adanya meskipun mereka tau siapa si bapak ini. Berikutnya, bapak yang kedua, yang dulunya aktif merekrut anggota baru, mengalami penyadaran-aha moment-setelah mendengar salah satu pemuda yang dia rekrut dipenjara setelah membunuh seorang siswa Ethiopia. Saat itu dia sadar kalo perbuatannya memiliki konsekuensi, beliau-lah yang mendorong sang pemuda melakukan pembunuhan.
Berikutnya ada tips seorang polisi di acara ini yang sudah terbukti menolong banyak penonton. Tips itu, untuk para perempuan, ketika berhadapan dengan penjahat, jangan pernah membiarkan diri kita dibawa ke lokasi kedua oleh sang penjahat, karena lokasi kedua sudah pasti akan terisolir dan akan lebih sulit untuk melarikan diri.
Berikutnya ada cerita ibu berduka karena anaknya dibunuh, beliau ini berkubang dalam duka begitu dalam hingga dia melupakan bahwa anaknya yang lain masih hidup dan butuh dia juga. Nah kalo yang ini lumayan menyentuh, ga bisa dideskripsikan sih, harus liat langsung.. :p
Berikutnya ada kalimat keren dari Maya Angelou, dia bilang, 'kalo ada orang yang bilang (tentang orang itu sendiri), 'aku egois', 'aku pemarah', dsb., percayalah, mereka lebih tau tentang dirinya sendiri.' ga keren2 amat ya? Biasa aja? Mungkin lebih mengena kalo liat langsung juga :D
Yang terakhir adalah cerita seorang kakek 100 tahun yang ternyata dulunya belum bisa baca, pada usia 98 tahun, sang kakek ditawari seorang guru untuk belajar membaca. Tiap hari sang kakek sudah bangun sejak jam tiga pagi dan menunggu sang guru menjemput beliau untuk pergi sekolah. Gitu deh, intinya, tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, selama hayat masih dikandung badan.
Sekian. Selamat malam!!
catatan insaf: lihatlah lebih dekat
Kadang-kadang, saya suka sirik melihat kehidupan orang lain. Astaghfirullah..ngga sering-sering sih, kalo lagi ngga sadar aja. Karena Allah Mahaadil, pastinya semua orang di dunia ini sudah dianugerahi dengan kehidupan yang terbaik untuk masing-masing. Kemarin sempet ngobrol sedikit dengan teman yang berusaha di bidang geowisata (iya beneran, ngobrol!! Aneh ya, bisa-bisanya saya ngobrol ;p), beliau bercerita soal pekerjaan memandu perjalanan menjelajahi gua karst di bawah tanah. Seperti umumnya pekerjaan di bidang wisata, tentu saja hari kerja beliau adalah hari libur bagi pada umumnya pekerja terikat waktu, jadi pada akhir pekan beliau justru lagi sibuk-sibuknya.
Beliau bilang, orang-orang ada yang menganggap pekerjaannya di bidang wisata tampak menyenangkan, tampak santai karena sifatnya yang rekreatif. Padahal ya seperti semua pekerjaan di dunia ini, pasti ada masa-masa merasa jenuh dan bosan (ini juga alasan beliau ikut kami hari itu, dan bukannya bekerja seperti biasa :D). Benar adanya bila sebuah ungkapan menyatakan rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, padahal mungkin kualitas rumput ngga cuma ditentukan oleh warnanya saja, ada juga ukuran daunnya, entah itu luas penampang atau tingginya.. :) alangkah baiknya kalo fokusnya lebih pada bagaimana memelihara rumput yang sudah ada di pekarangan sendiri..
Insya Allah dengan lebih bersyukur, kita pasti akan lebih ikhlas dan bahagia..
Karena seperti Bon Jovi bilang, ngga terlalu nyambung sih :p, 'When you wanna give up, and your hearts about to break, Remember that you're perfect, God makes no mistakes'
Sesungguhnya sayalah yang terbaik untuk menjalani kehidupan saya sendiri.. Serius ya?! :)
Saturday, April 13, 2013
life goes on: the oldest and the newest :p
Ada Waktu untuk dilahirkan, ada Waktu untuk mati.
Ada Waktu untuk menanam, ada Waktu untuk mencabut.
Ada Waktu untuk membunuh, ada Waktu untuk menyembuhkan.
Ada Waktu untuk menangis, ada Waktu untuk tertawa.
Ada Waktu untuk mencari, ada Waktu untuk melepaskan.
- Agustinus Wibowo, Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan-
Ini adalah cerita penting lainnya tentang keberadaan benda-benda di dalam keseharian..


Thursday, April 11, 2013
butuh vs. ingin
Beberapa hari ini, para ibu-ibu di kantor lagi heboh dengan diskon setengah harga sebuah produk peningkat penampilan seperti korset yang iklannya 'hanya sekian rupiah itu'. Berdua-berdua, mereka berkongsi membeli si produk ke PVJ, kalau belum dapet partner, jadi rajin ngajakin temen yang lain. Daan..tentu saja saya ngga ada yang ngajak :D (bukan berarti pengin diajak, saya cukup tau diri kok ;p).
Di unit kerja saya yang didominasi perempuan, trend seperti ini banyak terjadi, entah trend beli tas dompet bahan korduroi, trend selimut dan sprei, trend celana denim, trend manset kaos, trend Pashmina, sampai trend beli kebab. Kenapa ya? Apa karena perempuan cenderung 'panasan' atau dengan kata lain, kompetitif? Atau adanya perasaan harus mengikuti trend? Yang jelas, sepertinya perempuan selalu mampu untuk menemukan alasan berbelanja, terlepas apakah belanjaan itu memang benar-benar dibutuhkan atau sekadar diinginkan.
Apakah di dunia laki-laki juga seperti ini? Apa ini fenomena umum yang tidak dipengaruhi gender atau spesifik untuk populasi perempuan saja ya?
ketika..
kom·pul·sif a 1 bersifat mendorong: 2 bersifat memaksa
im·pul·sif a bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati
Masalah ketika kedua sifat di atas muncul bersamaan :p Satu anjuran yang sangat baik untuk diingat dan diamalkan saat mengalami hal ini disampaikan Aa Gym sebagai berikut:
Tidak setiap ingin bicara harus langsung dikatakan. Sebaiknya periksa dulu hati, apa niatnya? apakah akan membuat suasana jadi tak nyaman? apakah akan ada hati yang terluka? apakah yakin manfaat/hanya kesenangan/kepuasan nafsu yang berbuah mudharat?
Semakin banyak bertanya ke lubuk hati niscaya akan mendapat jawabannya.
Ok yah?! Yuk ah, selamat malam dunia!! :)
Sunday, March 31, 2013
i'm an alien (?)
Saya bukan tipikal pengobrol dan bukan juga tipikal yang mudah akrab. Jangankan ketemu orang baru atau temen lama yang udah lama ngga ketemu, ketemu temen saja saya masih sering bingung apa yang harus saya bicarakan. Ujung-ujungnya, mungkin ada beberapa orang yang menganggap saya judes, atau terlalu cuek, bahkan ada juga yang menganggap saya ngga antusias (atau mengutip kata-kata seorang teman, kurang ekspresif - curcol bangeet :D).
Argumen saya? Oh, perlukah saya berargumen? Well, kalimat yang tepat, mungkin: you may think you know me, but you don't know who i am.. Even myself still struggling to figured out who am i exactly (jiaah..geje banget ya?! :D)
Dalam suatu pelatihan di tempat kerja, saya diberitahu satu bagian penting dari menjadi manusia adalah mengenal diri sendiri, knowing yourself. Ada tiga tahap mengenal diri. Pertama, self awareness, mawas diri atau sadar diri, bisa dilakukan dengan introspeksi atau kalo lebih berani, bisa nanya orang-orang di sekitar kita, hasil observasi mereka terhadap kita, tapi kalo nanya, kita harus siap dengan respon mereka, bisa jadi berupa pujian atau kritikan, apa pun itu, kita mesti berlapang dada.. (ngomong mah ya gampang ya? Dilakukan juga gampang kok! *positive-thinking ceritanya :p). Biar lebih terpercaya, akan lebih baik kalo orang yang kita tanyai cukup bijak dan bisa objektif dalam mengemukakan pendapatnya, dan yang paling penting, mau untuk jujur.
Nah, setelah mengetahui diri, tahap kedua adalah self acceptance, menerima segala kualitas positif dan negatif yang kita miliki. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, intinya sih ya lebih bersyukur dan mengembangkan sikap positif, sehingga kita akan lebih mencintai dan menghargai diri sendiri.
Sampai di situ saja? Ya ngga lah.. Langkah ketiga, self improvement. Setelah tau dan menerima, kita juga harus berusaha untuk meningkatkan kualitas positif dan meminimalkan kualitas negatif yang kita miliki. Ini sesungguhnya adalah inti dari perjalanan kita sebagai manusia. Serius banget ya? Ngga saya banget :p
Tampak ngalor ngidul, padahal maksud saya bukan mau cerita pelatihan. Tapi ya selingan aja, siapa tau bermanfaat :)
Balik lagi ke sifat saya yang ngga bisa ngobrol dan kurang ekspresif itu.. Akhir-akhir ini, saya jadi lebih ngeh dengan kecanggungan saya bersosialisasi. Damn!! Melihat orang lain yang bisa bicara panjang dengan teman seperjalanan yang baru ketemu di kereta, mendengar kakak saya yang bisa ngobrol seru dengan saudara suaminya, sementara ternyata saya ngga begitu sering ngobrol sama dia, tertegun diam seribu bahasa saat berada di hadapan orang yang saya pikir...ya gitu deh.. [sedikit penjelasan, siapa tau orang yang dimaksud nyasar kemari dan khilaf membaca postingan ngga penting ini: adalah salah bila dia menganggap saya tidak nyaman bersamanya, sesungguhnya saya tidak nyaman bercerita tentang diri saya sendiri, karena saya terlalu takut pada pandangan atau penilaian orang lain terhadap saya. Daaan..satu lagi, saya tipikal orang yang nyaman sebagai pendengar, saya sudah cukup puas mendengarkan. There..i said it :)]
Suatu ketika, selepas perjalanan melongok suatu gua karst di Pacitan sana, saya bercerita pada teman saya (perasaan sih dengan cukup antusias :p), betapa menakjubkan ornamen-ornamen gua itu.. Stalagtit panjang bermeter-meter yang pertumbuhannya maksimal 3mm per tahun. Bayangkan! Butuh berapa puluh atau ratus tahun untuk suatu stalagtit tumbuh hingga sepanjang 5 meter? Tapi, temen saya ngga merasa takjub kaya saya tuh, dia juga ngga merasa itu sesuatu yang keren.. Jadi..entah metode komunikasi saya yang bermasalah atau mungkin dalam suatu percakapan, memang butuh juga kesamaan minat pada bahan pembicaraan. Hal ini tampak saat saya dan teman-teman kuliah saya bisa ngobrol seharian tentang banyak hal yang pada umumnya ngga begitu penting, tapi kami minati :D
Soal kurang ekspresif, temen saya menggambarkan dengan ungkapan lain: lempeng. Well, it's totally my bad, saya berusaha juga sih, tapi ya mungkin masih jauh banget dan hasilnya ngga keliatan. Yang jelas, saya masih kesulitan menunjukkan perasaan atau emosi secara serta merta, rasanya kalo saya seperti itu, artinya itu bukan saya.. Bukankah Sting menganjurkan kita untuk menjadi diri sendiri apa pun yang orang lain katakan? :D
Well, cuma pembenaran saja sih :) terinspirasi dari materi pelatihan, Englishman in New York-nya Sting, dan kecanggungan saya :D

