Ke timur: durasi kurang lebih 22 jam: tiga stasiun kereta, tiga kota, dan empat terminal bus. Pertama, ngacir dari kantor, ke Stasiun Bandung, naik Mutiara Selatan (pergi tepat waktu tapi dapet bonus perjalanan ekstra dua jam dari jadwal), kejutan seru di Stasiun Surabaya Gubeng (yang pertanggal 01 Maret kemarin dibagi jadi dua, Gubeng Lama - khusus kereta-kereta ekonomi - dan Gubeng Baru - khusus para penumpang kereta bisnis dan eksekutif), bonus lagi jalan kaki muter dari Gubeng Baru ke Gubeng Lama, menemukan kenyataan yang menggagalkan rencana untuk menikmati AC di Panataran. Maka, dari Gubeng Lama lanjut ke terminal Purabaya (Bungurasih), terkesan dengan pengaturan terminal yang rapi dan informasi yang cukup jelas, menumpang bus patas sampai Arjosari, ngangkot ke Landungsari, trus ngangkot lagi ke terminal batu, ngangkot lagi dan berakhir di penginapan sekitar jam tiga sore.
Dua malam kemudian...
Ke barat: bermanja-manja dengan alibi bawaan bertambah, dari penginapan menumpang taksi ke Stasiun Malang, menumpang Malabar di kelas bisnis (yang ternyata dilengkapi penyejuk udara), berangkat sesuai jadwal, jam 16.45, dan sekarang masih di Stasiun Baron. Mudah-mudahan nyampe Bandung sesuai jadwal juga. Aamiin :)
Absence of evidence does not equal evidence of absence - dr. David Hussong (of FDA and the USP Microbiology and Sterility Assurance Expert Committe)
Showing posts with label Batu. Show all posts
Showing posts with label Batu. Show all posts
Monday, March 11, 2013
journey to the east, then (back) to the west
Published with Blogger-droid v2.0.9
Subscribe to:
Posts (Atom)
