Showing posts with label meracau. Show all posts
Showing posts with label meracau. Show all posts

Friday, January 11, 2019

Reaktivasi: mudah-mudahan! :P

Hola!! Sudah hampir tiga tahun sejak catatan terakhir.. duh, males menahun ya.. kombinasi antara ga ada ide, ga mau menyempatkan waktu, dst..

Sudah agak lama sih kepikiran kembali meracau, tapi ya kok sering (sok) sibuk. Ada beberapa bahan yang rasanya butuh dituliskan.. kita lihat sejauh mana kemauan saya berbicara ;p

Teraktual, setelah sekian lama (kadang-kadang) menghadapi pertanyaan-pertanyaan klise yang dilontarkan secara tidak terduga, rasanya sudah lumayan terbiasa untuk tidak menjawab ketus dan mencukupkan diri dengan memasang tampang lempeng, dengan agak berharap semoga sang penanya mawas diri dan menyesal, atau setidaknya merasa tak enak karena sudah ngeselin dan menginvasi privasi orang lain. Tapi yah, kadang masih suka terperangah juga dengan sikap orang yang ternyata merasa wajar saja mengurusi privasi orang lain. Damn!!

Eh, ditanya apa memangnya? Itu loh.. kenapa belum menikah? Pertanyaan ngeselin karena saya juga ngga tau kenapa.. bukankah jodoh, rezeki, maut, adalah rahasia Allah?! 

Trus salahnya malah dijawab agak nyolot, haha.. karena ngga siap.. biasanya kan pertanyaan semacam itu munculnya saat acara-acara sosial seperti nikahan, silaturahmi pasca-lebaran, dan sejenisnya, bukan sesaat sebelum latihan aikido.. huh.. 

Sebelnya.. saya tuh suka berlarut-larut memikirkan skenario lain yang mestinya terjadi kalau saja saya lebih tenang dan mampu berpikir cepat. Dalam hal ini, mungkin semacam rasionalisasi.. 

Respon atas pertanyaan mengapa belum menikah, adalah: Kenapa harus menikah? (Ini respon yang muncul otomatis di kejadian tadi pagi, trus dijawab penanya: 'kan kata ustad juga sendiri itu lebih dekat dengan setan', yang mana membuat saya tambah sebal, tapi akhirnya saya diemin aja.. males!)

Dipikir lebih lanjut, saya ngga tau.. saya ngga bisa jawab, sampai saat ini.. meskipun saya ngga sabaran, dalam hal semacam ini, saya ngga mau sembarangan.. kok kayaknya dangkal ya kalau keputusan sebesar ini hanya dilatarbelakangi pilihan lazim yang dilakukan oleh orang-orang pada umumnya.. 

Mestinya, kalau saya bisa berdamai dengan kondisi saya, mengapa orang lain mesti repot.. 
Doakan saja ya, diam-diam lebih baik..

ps. Berikutnya pengin ngebahas sinetron Pintu Berkah, Kisah Nyata, Azab, Dobel Azab yang tayang Indosiar

Thursday, February 18, 2016

menuju 40 [kg :D]

Selamat datang bulan istimewa! Ada cerita ajaib soal bulan Februari. Duluuu... entah gimana asal usulnya, data tanggal lahir bapak saya, yang terpampang di berbagai dokumen, 29 Februari 1939. Baru ngeh setelah cukup besar dan belajar kalo tanggal di bulan itu ngga ada di tahun itu. Heu.. Ke sini-sini, kami meralatnya menjadi 28 Februari, lebih masuk akal yah. Wallahualam tanggal yang sebenarnya.. Tuhan pasti tahu..

Awal bulan ini, mendapati massa saya agak nambah, sedikit.. Entah seterusnya atau sedang beruntung saja. Semoga konsisten yah, setidaknya hingga BMI saya berpindah dari zona underweight. Aamiin :)



Sunday, November 22, 2015

warming up!!

Sudah lama sejak racauan terakhir kali.. Sudah tak terhitung banyaknya sesi-letupan-hasrat ingin menulis.. Yah, sekadar letupan sih, keciiil sekali, menghilang dalam sekejap dalam timbunan rasa malas yang menggebu.. [maafkan pilihan kata saya yang serampangan :p tapi, barangkali sudah bisa diperkirakan ya, bukan saya rasanya kalo tidak serampangan :D]

Baru-baru ini, ada beberapa perjalanan yang saya lakukan, bisa jadi beberapa catatan perjalanan sih, saya tau kalo saya agak niat sedikit saja, caper-caper itu bisa mewujud dan menambah jumlahnya postingan di sini. Tapi.. (lagi-lagi) saya sok sibuk melakukan hal lain yang ngga penting.. Saat ini, menulis adalah suatu reaksi endotermik yang membutuhkan energi aktivasi yang besaaaar.. Mungkin saya butuh katalis, yang sempat hampir ditemukan beberapa hari yang lalu, saat temen saya cerita soal catatan liburan sodaranya yang diposting di detik.com, yang setelah saya baca, catetannya biasa aja kok, maksudnya ya kalo mau nulis kan nulis aja gitu ya, ga mesti bikin tulisan yang canggih gimana gitu.. Apalagi kalo tujuannya bukan untuk dimuat di media apa pun, cuma sekadar pelepasan aja.. Mestinya kan ga harus ribet ya?!

Kemudian, katalis satu lagi adalah ketika beberapa hari lalu saya pergi makan siang ke tempat makan yang baru, trus pas kita pulang, ngelewatin meja dengan orang-orang yang pada sibuk sendiri motoin makanannya pake kamera DSLR dengan lensa zoom, dan tipe-tipe kamera seriusan lainnya.. Ya, ketebak lah ya, mereka mungkin kelompok food blogger yang sengaja diundang buat bikin review dan promosi tempat makan baru. Dan, langsung kepikiran, kayanya seru ya kerja kayak mereka.. :D

Nah, segini dulu 'catatan pemanasan'-nya, semoga saya menemukan ketetapan hati untuk tetap menulis di hari-hari mendatang. [Mohon amin-kan dengan sungguh-sungguh ya?! Siapa tau doa kamu yang mustajab ^_~]

Wednesday, May 20, 2015

how will I die?

Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa saya akan seperti ini. Menjalani hari-hari seperti sekarang, bekerja di bidang yang saya jalani, dst. Pernah merasa begitu ngga sih?
Saya juga ngga pernah membayangkan seperti apa jika saya bertambah tua, secara fisik, emosional, maupun secara intelektual. Apakah saya menjadi dewasa? Akankah saya menjadi 'dewasa'? Apa itu dewasa? 

Satu lagi pertanyaan penting yang sering timbul- tenggelam, adalah bagaimana dan kapankah maut menjemput saya. Apakah ketika saya sedang beriman? Mudah-mudahan demikian. Aamiin.. Dalam keadaan bagaimanakah saya akan mati? Dalam sholat? Ketika tidur? Dsb.

Pertanyaan ini mendesakkan diri pada alam sadar saya ketika membaca artikel ini. Agaknya, untuk orang-orang yang menekuni kegiatan spesifik, bukan hal yang janggal jika maut menemui mereka saat mereka melakukan kegiatan yang mereka sukai. Misal, ahli ibadah lebih mungkin meninggal dalam keadaan sedang beribadah, penyuka olahraga ekstrim sudah sepantasnya meninggal ketika melakukan olahraga kesukaannya, seperti Dean Potter di artikel yang saya tautkan di atas. 

Trus, kira-kira saya mati dengan cara apa ya? :| Saya pikir, romantis sekali ya jika maut menjemput kita dalam keadaan bahagia.




Monday, February 2, 2015

before bed-time

Merenungkankanmu kini...*


[adakah engkau merenungkanku juga? ;p]


*efek nonton sekilas perjalanan Kla Project di KompasTV ;)

Tuesday, January 27, 2015

sabtu sinema

Sebulan terakhir ini, rasanya saya berjalan di jalur cepat. Rasanya ngga ada, well, sedikit, waktu buat leyeh-leyeh di jalur lambat, menikmati pemandangan hidup berupa kegiatan-kegiatan menyenangkan semacam leyeh-leyeh berkepanjangan atau sekadar hibernasi.
Ilusi jalur lambat yang termudah dilakukan adalah menikmati waktu luang hedon-hedon sendiri (dalam tulisan ini, maksudnya nonton film). Karena kalo ngajak-ngajak teman kadang-kadang ribet, entah menentukan film yang mau ditonton, atau waktu pelaksanaannya. Sendiri is simple. Kalo lagi pengin ya tinggal capcus, dan kalo mendadak males, ngga mesti ngerasa bersalah karena membatalkan janji tiba-tiba.

Dua sabtu terakhir, apresiasi sinema lagi.. Sabtu pertama nonton Woman in Black 2, Sabtu berikutnya nonton The Imitation Game. Dua-duanya seru secara berbeda :D


Woman in Black 2 ditonton karena saya nonton film yang pertamanya, yang dibintangi sama Daniel Radcliffe. Sebetulnya.. agak segan nonton film horor di bioskop, karena efek seramnya bisa jadi berlipat-lipat, trus kok kayanya agak rugi yah kalo kita bayar buat ditakut-takuti. 
Daaan.. benar saja, setelah agak lama ga nonton film horor, nonton film ini membuat saya merasa lelah secara emosional :D Filmnya ngga seseram film horor Asia sih, tapi ya gitu.. nyebelin, karena bikin capek (in a good way), saya mesti menyiapkan mental buat menghadapi kejutan adegan horornya. 
Alur ceritanya ngga begitu mengejutkan sih, agak-agak predictable, tapi lumayan laah..

Film kedua, The Imitation Game, ditonton karena beberapa alasan, diantaranya.. (1) saya suka film-film bertema Perang Dunia 2 - entah kenapa; (2) filmnya diangkat dari kisah nyata; (3) yang main Benedict Cumberbatch - iya, ngga penting :D; dan last but not least, (4) butuh hiburan -_-
Film ini bercerita tentang seorang matematikawan Inggris bernama Alan Turing, yang bekerja sama dengan teman-teman timnya memecahkan sandi dalam komunikasi radio yang digunakan oleh tentara Jerman. Sandi ini dibuat menggunakan alat yang disebut Enigma. 
Konon, kontribusi Pak Alan memecahkan Enigma telah membantu Sekutu memenangkan dan mempersingkat perang. Gimana caranya? Beliau ini membuat sebuah mesin (yang bisa dibilang asal mula komputer masa kini) yang memungkinkan pesan komunikasi Jerman yang terinkripsi bisa didekripsi. Tapi.. biar Jerman ngga curiga kalo Sekutu sudah berhasil memecahkan Enigma, informasi yang diperoleh dipilah lagi dan dianalisis secara statistik untuk menentukan mana yang bisa diabaikan dan mana yang ditindaklanjuti supaya Sekutu bisa memenangkan perang. 

Hal yang menarik dan mungkin bisa jadi bahan kontroversi adalah kenyataan kalo Pak Turing ini seorang homoseksual. Di Inggris tahun 50-an, homoseksual dianggap sebagai tindakan kriminal. Jadi.. beliau sempat disidang, dan untuk menghindari hukuman penjara, beliau memilih untuk menjalani terapi hormon. Agak seram yah, katanya metode ini semacam pengebirian secara kimia, menekan libido gitu.. trus, setelah setahun menjalani terapi, beliau ditemukan tewas karena menghirup sianida. Disebutkan kalo ini adalah peristiwa bunuh diri, tapi ada juga yang menganggap kalo itu kecelakaan.
Nah, kenapa kontroversi? Karena kesan yang saya tangkap, terutama setelah ada dialog ketika Pak Alan seakan menyesali ketidaknormalannya, teman perempuannya, Joan (yang diperankan Kiera Knightley), mengatakan, justru ketidaknormalannya yang telah memberi dia kejeniusan, menyelamatkan banyak nyawa, dst. dst., secara tidak langsung terasa seperti justifikasi atas homoseksualitas beliau. 
Yah, soal homoseksualitas, saya masih agak terbelah sih, kok rasanya ngga berhak juga gitu ya buat 'menghakimi' preferensi seksual seseorang. Di akhir, justifikasi ini juga diperjelas dengan argumen Pak Turing, bagaimana setiap orang memiliki otak dengan cara berpikir yang berbeda, dan adalah hal yang keliru jika menganggap perbedaan itu sebagai sebuah kesalahan. Ya gitu lah, kurang lebih.. akan jauh lebih mengena kalo nonton dan mendengar dialognya ^_^

Thursday, December 25, 2014

kaleidoskop-tidak-jelas-tentang-apa :D

Di era ponsel pintar saat ini, dengan berat hati saya harus mengakui saya telah mengikuti arus-utama, menggunakan ponsel pintar tanpa benar-benar memerlukan atau menggunakan setiap fitur yang tersedia. Yah, tapi ngga bisa dibilang demi gengsi juga sih.. atau biar keren gitu, ngga juga.. dulu sih pertimbangannya mencari ponsel bermemori besar, bisa nyimpen lebih banyak lagu, foto, pesan singkat, dll., jadi ngga mesti sering-sering menghapus dan atau mengganti data-data di ponsel.

Dan, karena akhir taun ini biasanya musim kaleidoskop, kali ini saya mau cerita tentang ponsel yang pernah saya pake. *bridging yang payah, tapi ya sudahlah ya..

Ponsel pertama saya adalah Siemens M35i lungsuran dari kakak saya yang nomor tiga. Diserahterimakan sekitar tahun ketiga saya kuliah, layarnya masih monokrom, satu SMS memuat maksimal 140 karakter. Satu hal yang saya suka dari ponsel ini, meskipun nada deringnya masih monofonik, entah bagaimana, teteh saya berhasil membuat nada dering dari lagu tema Aladin, ituu loh, lagunya Peabo Bryson, A Whole New World.
Penampakan ponsel perdana saya - gambar diunduh dari manaa gitu, lupa ;p
Hingga suatu ketika, saya sudah bekerja dan agak mampu, trus kinerja si M35i ini sudah menurun [sering lemot dan baterainya cepet habis], jadilah beli ponsel pengganti. Cari sana-sini, dapetlah ponsel pintar saya yang pertama, Nokia Sport N5500. Pencarian ponsel ini cukup ribet, karena sepertinya si ponsel ngga terlalu populer. Cari di toko-toko konvensional, cuma ada barang tangan kedua, ngga ada yang baru. Akhirnya nemu di Okeshop, pertama kali belanja daring barang elektronik, lumayan deg-degan, sampe-sampe sempet kebawa mimpi :D
Keistimewaan N5500 ini adalah fitur-fitur pendukung kegiatan olahraga, secara serinya diberi label Sport, diantaranya ada pedometer dan video fitness. Trus gamenya juga pake sensor gerak, jadi cara mainnya dengan memiringkan posisi si ponsel. Selain itu, ponsel ini juga tahan air dan debu, jadi bisa diajak kemana-mana tanpa khawatir rusak karena kemasukan air.
Nokia Sport N5500, my first love, dengan OS Symbian S60 ^_^
Setelah sekian taun, beberapa bagian casing-nya yang terbuat dari bahan karet lama-lama kehilangan sifat plastisnya, jadi patah-patah gitu, trus lem di tombol-tombolnya juga mulai ngga nempel, hingga dengan sangat berat hati, saya cari ponsel pengganti, dapetlah si Samsung Galaxy Gio GT-S5660, dipilih berdasarkan berbagai pertimbangan ;p
Samsung Galaxy Gio, android perdanaku :D
Gio ini, selain android saya yang perdana, juga menjadi ponsel layar-sentuh saya yang pertama. Awalnya agak aneh ya, tapi lama-lama ya terbiasa, meskipun tetap sih, agak susah mengoperasikan keyboard dengan satu-tangan. Ngga ada masalah dengan si Gio, tapi karena memori internalnya kecil, saya ngga bisa instal banyak program di ponsel ini. Kebanyakan program, jadinya lemot.
Jadilah.. untuk pertama kalinya, saya ganti ponsel bukan karena ponsel yang lama udah ngga bisa dipake.

Penggantinya masih Samsung, dipilih berdasarkan kapasitas memori internal, kecepatan prosesor, dan kapasitas baterai. Sekarang saya pake Samsung Galaxy Note II GT-N7100. Androidnya udah naik kelas, dari Jellybean ke Kitkat. Jangan tanya bedanya, yang saya tau cuma yang terliat di tampilan layarnya aja, ngga tau kalo perbedaannya dari aspek pemrogramannya.
Ini si Note II
Hal yang paling terasa manfaatnya dari ponsel ini adalah, sekian banyak aplikasi yang bisa saya pasang, kebanyakan berupa games dan editor foto ;p

Tapi.. Aplikasi yang bisa dibilang benar-benar bermanfaat, baru-baru ini adalah, aplikasi buat pesen tiket pesawat atau kereta dan buking hotel, trus e-cash buat isi pulsa dan bayar toko atau beli voucher makan di Groupon (dahulu Disdus).
Buat tiket kereta, saya punya aplikasi Paditrain, Naik Kereta, Tiket Kereta Api, dan terakhir ada KAI Access. Nah, yang bener-bener dicobain baru yang KAI Access, lainnya cuma diliat-liat, pernah mesen, tapi ngga sampe bayar :D Rata-rata, pesanan tiket kereta dari aplikasi ini dikenakan biaya administrasi Rp 7500.
Tiket ke Cirebon beberapa minggu yang lalu saya pesan lewat KAI Access, waktu itu ada promo (entah sampe kapan), potongan harga tiket Rp 7500, jadi keitungnya saya bayar harga tiketnya saja, tanpa biaya administrasi. Itu aja rasanya udah beruntung :D
Paling baru, nyobain promo nonton di XXI, bayar pake mandiri e-cash, harga tiket diskon setengah harga. Asik bangeett!! Meskipun cuma berlaku tiap Senin sampe Kamis aja dan kalo di Bandung cuma di Ciwalk aja, tetep menyenangkan karena masih berlaku sampe November tahun depan. Yeay!! Alhamdulillah..
Untuk pesan hotel atau penginapan, ada aplikasi Traveloka, tanggal 22 dan 23 kemarin ada promo bayar mulai Rp 12000 saja, jadi dapet potongan Rp 500000, tapi kalo yang ini ngga nyobain, karena agak bingung juga ya kalo emang lagi ngga butuh.

Akhirul kalam, terima kasih untuk semua ponsel-ponsel yang pernah bermanfaat dalam kehidupan saya, mendekatkan silaturahmi dan berbagi informasi dengan orang-orang di ujung sana. Semoga saya bisa tambah bijak memanfaatkan segala kemudahan dan kemewahan dari sebuah ponsel pintar. Aamiin..


Monday, September 1, 2014

feelin' stupid..

Saat ini.. detik ini.. adalah satu di antara sekian kali di mana saya merasa, barangkali lebih tepatnya berpikir, alangkah lebih mudahnya jika perasaan adalah fungsi dari formulasi yang lebih sederhana seperti logika matematika.
Ketika semua faktor menuntun ke titik A, mengapa masih saja ada keinginan menuju titik selain A?

Sunday, August 10, 2014

terima kasih sudah mampir, kaka!! :D

Agak menyenangkan ya ketika membuka lagi kumpulan ceracauan ini dan menemukan tambahan tayangan laman. Kemungkinan besar sih kebanyakan ngga sengaja nyasar kayanya yah. Makasih sudah nyasar ke sini yaa! :D

Akhir-akhir ini kepikiran pengin nulis, nulis ini, nulis itu, cerita ini, cerita itu, dan ternyata berakhir dalam pikiran saja.. dan bahan tulisan yang ngga seberapa banyak itu pun beterbangan deh.. Maka kita tinjau saja apa-apa yang terjadi sejak awal bulan lalu..

Bulan puasa kemarin terasa berlalu begitu cepat, sayangnya bukan karena terlalu nikmat menjalankan ibadah, tapi gara-gara kesibukan perauditan yang bertubi-tubi itu [dan naasnya si audit itu masih harus bersambung minggu ini, doakan semoga saya ngga terdampak langsung ya! mudah-mudahan pekerjaan saya ngga terusik! aamiin!!]. Kemudian tau-tau libur lebaran.

Lebaran saya kali ini agak beda sama lebaran sebelumnya. Setelah bertahun-tahun ngga pernah foto-foto pas lebaran, tahun ini ada lumayan banyak foto pas lebaran, kaya dulu pas saya kecil, waktu orang tua saya baru punya kamera. Ada beberapa foto bersama, banyaknya sih foto keponakan-keponakan, terutama yang kecil. 

Di hari ketiga Lebaran, sempet ikut arus dengan jalan-jalan ke objek wisata. Biasanya, kami cuma mengomentari orang-orang yang rela bermacet-macet, tapi kali ini, kami ikutan bermacet-macet. Berangkat dari rumah sekitar jam delapan pagi, berbekal nasi timbel dan lauk, kami menuju area tujuan wisata paling populer di Bandung Selatan. Melewati Kawah Putih, Ranca Upas, Cimanggu, Ciwalini, trus ke Rancabali, Situ Patenggang, teruuuus lagi melewati Cibuni, tembus ke Cidaun, Cianjur, sampe akhirnya nyampe ke Pantai Jayanti sekitar jam dua siang.

Di pantai.. rameeeee!!! cuma jalan-jalan di pesisir sebentar, lebih banyak menonton orang ketimbang melihat pemandangan, trus pulang lagi deh.. Terjebak kemacetan mulai di Rancabali sejak sekitar jam enam sore, dan akhirnya sampe rumah jam setengah sebelas malam. Capek, tapi lebih banyak serunya. Alhamdulillah!

Sialnya (atau syukurnya ya?! :D), sama dengan efek jalan-jalan lainnya, perjalanan ini hanya memicu kerinduan pada perjalanan lainnya. hmpfh...

ps. ada banyak foto-foto pemandangan sepanjang jalan yang menyegarkan sih, tapi dibagi kapan-kapan lagi aja deh ya.. ^_^v

Tuesday, June 10, 2014

4 tahun 8 hari

02/06/2010 - 02/06/2014, dari PD Afsel ke PD Brazil, tdk terasa 4 tahun sudah di P*****r 2*.. (Cxx x, 2010)

Mengukur waktu yang berlalu dengan datangnya Piala Dunia, sudah 4 tahun 8 hari sejak hari ketika saya resmi bekerja di tempat saya yang sekarang.
Berawal dari ketidaknyamanan di kantor yang lama, butuh satu kali ujian tulis dan wawancara awal di PT Askes (sekarang BPJS Kesehatan) dan satu lagi ujian tulis dan wawancara awal juga di Badan POM, hingga akhirnya saya berlabuh (halah), terdampar di tempat saya yang sekarang, setelah lewat registrasi online, dilanjutkan dengan seleksi administrasi, ujian tulis dan wawancara user, hingga tahap pemeriksaan kesehatan. Rangkaian menegangkan yang, Alhamdulillah, berlangsung relatif singkat, hanya sebulan. 
Gagap dengan lingkungan dan sistem baru, silau dengan segala perbedaan (dalam artian, lebih baik) yang ditemukan, awalnya ada kebanggaan. Kemudian.. menemukan tuntutan kinerja dan kompetensi yang lebih tinggi, mulai ragu sekiranya saya mampu memenuhi ekspektasi perusahaan.
Kini, kadang menemukan kebuntuan dan sedikit putus asa, optimisme, keraguan, motivasi yang membuncah, semangat yang menggebu, kecemasan, kekhawatiran, kesenangan, kekecewaan, ketegangan.. 
Aah.. alangkah kayanya hidup ini.. Alhamdulillah..

Wednesday, June 4, 2014

apdet! :D

Akhir-akhir ini, gara-gara sempat sepermainan sama bapak-bapak satuan pengaman, saya jadi agak dikenali sama bapak-bapak itu. Jadi kadang-kadang suka ditegur pas dateng pagi, pas nyebrang depan gedung publik, pas pulang, atau pas lewat koridor.
Beberapa kali, setelah ngga sepermainan lagi, saat ketemu mereka jadi suka nanya kabar latian, berasa grup band, jawabannya: 'Lagi vakum, Pak.' :D

Menyiasati kevakuman itu, terpikir banyak aktivitas lain buat pengganti, tapi sekarang-sekarang kayanya agak ribet. Persiapan hajatan besar awal Juli nanti, bukan pilpres, tapi pertaruhan nasib kami dalam suatu peristiwa berjudul Audit WHO, menyita waktu luang yang ngga seberapa banyak *soksibukbanget yaks :D 

Jadi.. mungkin setelah Lebaran nanti baru bisa sedikit bernafas agak lega, mudah-mudahan. Curiganya sih, setidaknya sampe November masih harus pontang-panting. Doakan semuanya lancar yah, termasuk semangat, ketenangan jiwa, kesabaran, kejernihan pikiran, stamina dan kesehatan jiwa-raga semoga tetap terjaga. Aamiin.. ^_^

Wednesday, May 7, 2014

going Solo: memijak bumi menjunjung langit!

Legfie di Balai Soedjatmoko - Gramedia
into the light..
Pengalaman pertama bepergian soliter..
Deg-degan, banyak blundernya ;p tapi menyenangkan juga sih.. yang pasti, butuh komitmen tinggi, karena cuma bisa mengandalkan diri sendiri.. 

Setelah dijalani ternyata ngga terlalu semencemaskan dan semenakutkan seperti yang dibayangkan, biasa aja sih, meski mungkin butuh waktu buat terbiasa dan menjawab pertanyaan ketika bertemu orang lain: kenapa sendiri aja?? :D

Museum Radya Pustaka dan beberapa koleksinya
Masuk sini cuma bayar sepuluh ribu: masing-masing lima ribu buat tiket masuk dan tiket kamera
Menyimak perjalanan panjang sehelai kain batik di Museum Batik Danar Hadi
Tiket masuknya dua puluh lima ribu, sangat sepadan dengan pengalamannya, begitu masuk, kita ditemani seorang pemandu yang bercerita sejarah batik sejak abad 18-an, filosofi yang terkandung dalam motif batik, dan metode pembuatannya, sambil menyaksikan langsung koleksi setiap jenis batik, motif batik desain noni Belanda, batik Cina, batik Keraton, dst., ditutup dengan kunjungan ke area produksi. Di area museum tidak boleh memotret, kalo di area produksi diperbolehkan.
Jadi turis beneran: keliling kota selama dua jam (hanya) dengan dua puluh ribu rupiah
Indeed.. Life is beautiful!! :D 
*terlepas adanya tragedi sebagaimana digambarkan secara tidak jelas di postingan yang kemarin -_-"

Tuesday, May 6, 2014

in memoriam.. T_T

Hmfh...
Maafkan kita tidak berpisah baik-baik..
Aku akui akhir-akhir ini kamu kurang diperhatikan yaa..
Bahkan aku sudah punya rencana dan mulai melirik yang lain untuk menggantikanmu..
Dengan latar belakang itu, kejadian ini rasanya nyaris seperti disengaja ya?
Seakan-akan aku mencampakkanmu..
Begitukah? Bahkan aku tak yakin..
Yang jelas, kejadian ini tidak pernah terbersit aku lakukan..
Sempat berpikir juga barangkali ini semacam karma atas energi positif-di-muka yang sudah aku terima sebelum ini..
Atau barangkali semacam akun penyesuaian untuk menihilkan tabungan energi negatifku..
Mungkin lebih baik bila berusaha berbaik sangka saja..
Kehilanganmu mungkin suatu pertanda untuk mendapatkan pengganti yang lebih baik..
Insya Allah.. mudah-mudahan demikian.. aamiin..

Akhir kata, di mana pun kini engkau berada, semoga kehadiranmu membawa manfaat yang lebih besar bagi orang-orang di sekelilingmu..
Aku akan berusaha untuk ikhlas.. T_T

Dan..hanya inilah kenangan yang tersisa.. hwaa.. jadi berasa sediiiiih....


Monday, April 21, 2014

unfinished business

daftar tunggu..
Bahaya menginjakkan kaki ke toko buku ketika tidak berniat mencari sesuatu yang spesifik adalah tergoda melirik-lirik, melihat-lihat agak lama, trus mulai deh meraba dan menyentuh, pegang-pegang gitu.. mikir-mikir.. dan tau-tau udah ngantri di kasir.

Padahal masih ada beberapa judul yang ngantri juga sebenernya.. tapi kan beli buku tuh investasi yaa???!! Iya dooong!!

Wednesday, April 9, 2014

election day: gagal antimainstream ;p

Setelah menimbang, mengingat, meninjau, mengintip, melirik, menduga, menyangka, mengira, melihat, membaca, mendengar, dsb. mengenai keperluan saya untuk berpartisipasi pada 'pesta demokrasi' tadi pagi, akhirnya saya memilih buat berpartisipasi, bukan golput tipe datang-dan-buat-surat-suara-tidak-sah, tapi beneran milih (terima kasih buat teman-teman yang sudah berbagi informasi di media sosial, saya merasa sangat terbantu ;p)

Ada banyak alasan sih, alasan buat golput atau ngga. Alasan versi saya, ya gitu deh..

Awalnya merasa pesimistis dengan pilihan yang ada, toh kayanya suara saya ngga akan membawa perubahan yang signifikan, dan golput juga sebenernya kan bisa jadi semacam protes politik ya, meskipun kalo ditanya, saya juga mungkin ngga bisa menjelaskan dengan begitu baik, bingung harus mulai dari mana bercerita.. Dan alasan lain yang ngga logis adalah: golput kan antimainstream ya? Di kamus saya: antimainstream = kereen!! (mostly ;p)


Eh trus ada pencerahan dari acara bincang-bincang di televisi, cmiiw, katanya golput ada tiga tipe; karena alasan administratif (ga terdaftar di DPT), karena alasan ideologis, dan karena males. Nah, jleb moment deh, soalnya kalo saya golput, kayanya saya akan termasuk golongan yang ketiga: males, karena kayanya alasan kedua terlalu keren buat saya ;p

Nah lo, kok kayanya ngga bener juga ya menyatakan ngga ada pilihan, sementara sebenernya ngga tau juga pilihannya ada apa aja. Dan kemudian, dapet tautan ke laman yang dibuat sama orang-orang keren di luar sana, lewat www.votecerdas.org dan www.jariungu.com saya lumayan terbantu buat sekilas melihat pilihan-pilihan yang ada. Tetep bingung sih, tapi kan setidaknya punya sedikit gambaran. Situs ini menyediakan CV singkat, diantaranya latar pendidikan, riwayat organisasi dan pekerjaan, dst.

Selain itu, kan biaya pemilu kita kan cukup besar ya, katanya dihitung-hitung, negara mengeluarkan 500 ribu rupiah untuk setiap kita, jadi kalo kita ngga milih, artinya itu biaya jadi mubadzir, dan kita juga termasuk orang yang menghamburkan uang negara ;p  

Trus, tadi pagi, baca postingan temen, semakin meyakinkan buat pergi ke TPS, gini nih postingannya:

Copas..
Sahabatku 
Kalaulah bukan karena sebuah harapan tak akan mungkin seorang ibu mau menyusui anaknya hingga 2 tahun… 
Kalaulah bukan karena sebuah harapan tak akan mungkin seorang rasul menyuruh umatnya menanam sebutir biji kurma di tangan meskipun hari kiamat kan terjadi… 
Kalaulah bukan karena sebuah harapan tak akan mungkin rasul berdoa kepada Allah untuk tidak menimpakan azab kepada masyarakat thaif yang telah mengusirnya dengan lemparan batu… 
Sahabatku… 
Kalaulah kita masih berprasangka bahwa tak ada satu pilihan pun yang terbaik dari sekian banyak calon wakil kita, dan lebih memilih untuk tidak memilih betapa ruginya kita karena telah kehilangan harapan. 
Betapa sombongnya kita karena menganggap tidak ada satu orang pun yang terbaik dari sekian banyak calon wakil kita. 
Betapa buruknya prasangka kita kepada Allah karena telah mendahului takdirnya bahwa negeri ini akan sama saja baik kita memilih atau tidak memilih. 
Apa yang bisa kita harapkan lagi pada diri ini jika kita sudah kehilangan HARAPAN, yang menjadi hikmah bagi setiap manusia apalagi bagi orang-orang yang beriman.
Ingatlah sahabatku…
“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”. (Al-Hijr: 56)
“Bila akan terjadi Kiamat, sementara salah seorang di antara kalian sedang memegang biji kurma, apabila ia masih sempat menanamnya sebelum Kiamat, hendaklah ia menanamnya.”
Sahabatku…
Ini ikhtiar kita, masih banyak orang-orang baik yang bisa jadi pemimpin kita. Pilihlah mereka dan doakan mereka untuk selalu istiqamah di jalan-Nya. Di seberang sana mereka begitu bersemangat dan masih memendam harapan untuk mewujudkan impiannya tapi kita malah berputus asa dan hilang harapan lantaran menganggap karena ini bukan jalannya… 
‪#‎HIMA‬# (Harapan Itu Masih Ada)
Pemilu 9 April 2014 Indonesia memilih.. semoga Indonesia menjadi lebih baik.

Daan..mengaminkan bahwa harapan itu masih ada, saya memilih buat memilih golongan mainstream: menggunakan hak pilih (termasuk motret jari kelingking yang udah kena celup tinta :D). 


Hikmah langsung jari ungu: biar pun ngga dapet buy 1 get 1 di Coffee Bean atau di Baskin Robbins atau kopi susu gratis dari Starbucks, saya dapet tambahan diskon 10% di Matahari :D
Alhamdulillah yaaa ^_^

Tuesday, March 11, 2014

leap of faith: que sera-sera

stres /strés/ n Dok gangguan atau kekacauan mental dan emosional yg disebabkan oleh faktor luar; ketegangan

Disclaimer: ini adalah satu di antara sekian catatan pengingat-diri, ngga penting buat pihak selain saya.

Seperti di beberapa waktu silam, dalam periode hidup ini biasanya suka ada beberapa titik di mana posisi kesadaran dan ketahanan mental, seperti gelombang, bisa berada di lembah terdalam atau bahkan puncak tertinggi, keduanya adalah posisi ekstrim.

Awal minggu ini, mendapat berita yang berpengaruh besar pada kenyamanan yang saya alami selama ini. Dan, pelajaran penting dari sini: tampaknya kita ngga akan pernah bisa untuk merasa nyaman dengan keadaan yang dijalani saat ini. Akan selalu datang sesuatu, entah dari diri kita sendiri, atau dari tantangan di luar sana, yang menuntut kita untuk dinamis.
Jadi.. jangan pernah merasa terlalu nyaman, mau ngga mau, siap ngga siap, apapun yang terjadi akan terjadi.

Thursday, March 6, 2014

whatever makes you happy, ma'am

Ahaha.. Baru saja melakukan suatu kebodohan yang membuat emosi jiwa ;D *agak menyesal, tapi ngga terlalu sih..
Jadi, ada teman mengunggah suatu foto, dikomentari seorang teman, dan kemudian entah kenapa, bisa-bisanya saya merespon dengan berkomentar, yang kemudian direspon oleh teman yang lain.
Komentarnya kontra komentar saya, mungkin biasa aja sih, tapi kok penyampaiannya rasanya ngga enak :( 
Gateeeel pengin komentar balik, tapi kalo begitu, rasanya saya sama aja sama dia, nyebelin ;p
Butuh usaha ekstrakeras nih buat menahan diri dan tidak terprovokasi.

Jadi kepikiran deh, betapa ngga terbiasanya saya untuk berargumen. Meski pun saya tau (dan mudah-mudahan memang bener juga) kalo pendirian saya benar, seringkali saya tidak mampu memaparkan dengan baik alasan-alasan logis yang mendukung.
Trus jadi ngeh juga, kalo saya sih merasa bahwa kita tidak dididik dan tidak terbiasa juga untuk berargumen dengan baik, maksudnya, memiliki kemampuan menyampaikan pendapat kita tanpa menyinggung atau menjatuhkan pihak yang kontra, tanpa bersikap sok tau dan nyebelin, tanpa perasaan superior dan sikap i-seriously-know-better-than-you
Di sisi lain, jika sudah cerdas dan memiliki keahlian berargumen yang baik, mestinya udah lebih cerdas juga ya buat ngga terpengaruh dan merasa terganggu dengan hal remeh-temeh seperti cara-cara berargumen orang lain yang nyebelin :D *ciri-ciri belagu juga tapi jadinya.. Kaya ngomong begini: 'i know i'm right, your thought is insignificant' , atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa-ibu saya: 'mamaneh, weh' hahaha!!

Friday, February 21, 2014

siesta: close you eyes ;)

Close your eyes
Let me tell you all the reasons why
I think you're one of a kind

Here's to you
The one that always pulls us through
Always do what you gotta do
You're one of a kind

Thank God you're mine

You're an angel dressed in armour.
You're the fair in every fight

You're my life and my safe harbour
Where the sun sets every night
And if my love is blind
I don't wanna see the light

It's your beauty that betrays you
Your smile gives you away
Cause you're made of strength and mercy
And my soul is yours to save
I know this much is true
When my world was dark and blue
I know the only one who rescued me was you

Close your eyes
Let me tell you all the reasons why
You're never gonna have to cry
Because you're one of a kind
Yeah, here's to you
The one that always pulls us through
You always do what you gotta do, baby
Because you're one of a kind

When your love pours down on me
I know I'm finally free
So I tell you gratefully
Every single beat in my heart
Is yours to keep

You're the reason why I'm breathing
With a little look my way
You're the reason that I'm feeling
It's finally safe to stay


Kesenangan hari ini adalah ketika istirahat siang ditemani gombalan Michael Buble di atas :D
yes, hidup ini indah yaaa!!! ^_^ 

*gombalannya keterlaluan lebay, tapi bisa jadi romantis dan bermakna jika terjadi pada waktu dan cara yang tepat, dengan alasan yang tepat, menggunakan metode yang tepat, dan.. yang terpenting, dikatakan oleh orang yang tepat, hehe 

Sunday, February 16, 2014

efek dua gelas kopi :D

pro·fe·si /profési/ n bidang pekerjaan yg dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dsb) tertentu;
ber·pro·fe·si v mempunyai profesi

Profesi tidak sama dengan pekerjaan. Begitulah ajaran yang pernah saya terima. Apa sih bedanya? Itu tuh, liat di definisi, profesi membutuhkan pendidikan keahlian, yang pada akhirnya akan memberikan suatu kewenangan pada seseorang untuk melakukan sesuatu. Misal, notaris berwenang untuk memberikan suatu legalitas dalam jual-beli atau undian hadiah, atau hal-hal berbau hukum lainnya, cmiiw. 
Dokter berwenang untuk mendiagnosis pasien dan memutuskan penanganan yang dibutuhkan untuk kondisi sang pasien. Untuk kewenangan-kewenangan profesi tersebut, pengguna jasa biasanya mengeluarkan biaya, biasanya makin ahli jadi makin tinggi biayanya.
Apoteker? Apoteker juga profesi loh, dalam rangka penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan, tugas apoteker adalah melakukan praktik kefarmasian yang meliputi pembuatan, termasuk pengendalian untuk sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusian, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat, dan obat tradisional. 

Mestinya ini berujung pada sesuatu yang penting sih, tapi di tengah perjalanan, saya kehilangan konektivitas pada ide awal yang tadi terpikir. Tampaknya terpaksa ditunda bahasannya ;p

Pikiran lain, cerita aja sih, sebagai salah satu individu yang mendapat pendidikan keahlian apoteker, saya merasa enggan dan merasa tidak layak mengakui profesi tersebut. Malu.. keahlian apa yang saya punya? Bahkan golongan antibiotik makrolida pun saya ngga paham. Apalagi interaksi obat, mekanisme hipertensi, stroke, hiperlipidemia, dst. Bakal butuh seumur hidup buat belajar.. apalagi dengan perkembangan teknologi yang makin cepat.. lompatan-lompatan selalu terjadi, dan saya selalu  tertatih-tatih berusaha untuk mengejar..


Saturday, February 15, 2014

self-reminder: berusaha lebih pintar

Info dari BMG 2 jam lagi ada letusan susulan status AWAS II ,diperkirakan letusan sejauh 20 klmeter dari pusat magma dan diperkirakan terjadi gempa 6 sampai 8 skalalighter. .Dan setelah ini lampu akan dipadamkan total untuk wilayah kediri . .Lahar dingin mengalir sampai Kademangan Blitar hati2 untuk daerah alirah lahar,hujan abu dan suara gelegar letusan sampe solo dan klaten,sedangkan daerah pare kediri ke utara di selimuti bau belerang yg menyengat.Tolong sebarkan kabar ini ke sanak keluarga anda.Info : http//www.BMKG.comGunung Bromo SIAGA 1, Gunung Semeru SIAGA 3, Gunung Kelud telah meletus dahsyat. Perkiraan radius 30 KM WIL. BLITAR, MALANG, KEDIRI, JEMBER, PROBOLINGGO, SITUBONDO, PASURUAN mengantisipasi bencana erupsi TERBESAR SE-JATIM. Demi kemanusiaan, infokan pada teman2 terdekat di wilayah kota manapun berada. BY: PVMBG PROP. JATIM
-isi berita dari antah berantah yang sampe juga ke ponsel saya yang pintar (kata sifatnya bisa dilekatkan bebas, ke 'ponsel' atau 'saya', tergantung keinginan pembaca, yang jelas ngga melekat sama 'kamu' ;p)-

Ada yang aneh? Banyak ya, ini jelas hoax (fyi, hoax = (n) something intended to deceive; deliberate trickery intended to gain an advantage [syn: {fraud}, {fraudulence}, {dupery}, {humbug}, {put-on}]; (v) subject to a palyful hoax or joke [syn: {pull someone's leg}, {play a joke on}])
Heran ya, ada aja gitu orang yang iseng memancing di air keruh, bikin orang jadi panik. Parahnya lagi, kadang pas kita terima berita seperti ini, kita ngga mikir lagi, (mungkin) tadinya berniat baik menyebarkan informasi, eh tapi karena kurang jeli, niat baiknya malah jadi menyesatkan orang lain.

Ada baiknya berita yang diterima ditelaah dulu, kalo sekiranya meragukan, kayanya ngga usah terlibat menyebarluaskan, cuekin aja.. ada baiknya juga kalo sekiranya ragu, ya cari tau dulu lebih banyak.. gunakan kepintaran dengan memanfaatkan ponsel pintar yang kita punya, biar kepake gitu, ngga cuma buat upload foto selfie di instagram atau main Poko Pang sama Candy Crush :D

Mau iseng menganalisis pesan di atas? 
Pertama, waktu letusan itu agak sulit diprediksi, cmiiw ya, dengan berbagai perangkat deteksi, sama seperti gempa bumi, para ahli belum mampu memprediksi secara tepat kapan suatu letusan gunung berapi akan terjadi. Dari data pemantauan, mereka mampu memperkirakan berapa besar letusan, tipe letusannya (apakah eksplosif atau efusif), berapa volume material vulkanik yang dilontarkan, sejauhmana penyebaran abunya, arah aliran lava, dst.
Berikutnya itu alamat laman BMKG, instansi pemerintah biasanya diakhiri dengan 'go.id'
Trus, soal status gunung berapi. Berdasarkan penelusuran ke wikipedia, status gunung berapi itu ada empat level: normal, waspada, siaga, dan awas - tanpa sublevel.

Demikianlah, buah kebodohan-nungguin-tayangan-TV-sampe-lewat-jam-tidur ;p
Mari awali hari ini dengan berdoa, semoga saudara-saudara kita yang terpapar dampak langsung dari berbagai bencana yang terjadi tetap kuat, sehat, dan sabar. Bagaimanapun juga, bencana itu terjadi ketika ada manusia yang terlibat dalam suatu fenomena (dalam hal ini, fenomena alam). Dengan kondisi geografis negara kita, semua ini sudah satu paket dengan kemewahan sinar matahari sepanjang tahun dan tanah vulkanik yang subur. 
Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan.