Absence of evidence does not equal evidence of absence - dr. David Hussong (of FDA and the USP Microbiology and Sterility Assurance Expert Committe)
Tuesday, January 27, 2015
sabtu sinema
Saturday, December 6, 2014
Hore-hore: Movie Marathon :D
Akhir pekan ketiga, Sabtu, 29 November, nonton Penguin of Madagascar. Selain karena suka filmnya, alasan lain adalah salah satu pengisi suara karakternya, yaitu Benedict Cumberbatch. Iya, tau, alasannya ngga penting ;p
Filmnya ternyata biasa aja sih, ngga jauh beda sama serialnya, cuma durasinya saja lebih lama. Alurnya standar, mudah ditebak. Menurut saya, seru sih, tapi jauh lebih seru Big Hero 6.
Akhir pekan keempat, Sabtu ini, 06 Desember, estafet lagi nonton, 7 Hari 24 Jam dan Elle l'adore. Berhubung yang ini masih segar, jadi akan dibahas sedikit lebih panjang :)
7 Hari 24 Jam ini film komedi gitu, tentang pasangan suami-istri yang sama-sama sibuk, sakit dan diopname bersama-sama. Yah, pada dasarnya, film ini menggambarkan kehidupan rumah tangga yang nyata, bukan dongeng yang selalu diakhiri 'menikah dan bahagia selamanya'.
Sayangnya, menurut saya sih, konflik yang menjadi klimaks ngga begitu masuk akal, rasanya terlalu 'cetek' buat jadi masalah besar dalam rumah tangga. [ini debatable, mengingat saya tidak berpengalaman, bisa jadi ini karena saya kurang mampu menghayati ceritanya :D]
Film kedua, Elle l'adore, adalah salah satu film yang ditayangkan dalam Festival Sinema Prancis. Film ini bergenre drama-komedi, liat trailernya di sini. Kesan saya? Filmnya bagus, ceritanya ngga biasa, tentang sejauh mana seorang fans mampu melakukan sesuatu demi idolanya.
Yah, semoga akan ada akhir pekan-akhir pekan mendatang dan film-film lainnya. Aamiin ^_^
Monday, January 21, 2013
i dreamed a dream
There was a time when men were kind
When their voices were soft
And their words inviting
There was a time when love was blind
And the world was a song
And the song was exciting
There was a time
Then it all went wrong
I dreamed a dream in times gone by
When hope was high
And life worth living
I dreamed that love would never die
I dreamed that God would be forgiving
Then I was young and unafraid
And dreams were made and used and wasted
There was no ransom to be paid
No song unsung
No wine untasted
But the tigers come at night
With their voices soft as thunder
As they tear your hope apart
And they turn your dream to shame
He slept a summer by my side
He filled my days with endless wonder
He took my childhood in his stride
But he was gone when autumn came
And still I dream he'll come to me
That we'll live the years together
But there are dreams that cannot be
And there are storms we cannot weather
I had a dream my life would be
So different from this hell I'm living
So different now from what it seemed
Now life has killed the dream I dreamed
[Fantine - I Dreamed a Dream]
Awal taun lalu dibuka dengan pengalaman perdana menonton drama musikal Lutung Kasarung. Tahun ini, agak mirip, nonton drama musikal Les Miserables.
Les Miserables adalah sebuah novel sejarah karya Victor Hugo, terkenal, tapi saya belum pernah baca novelnya. Pas liat di wikipedia, katanya novel ini dibagi dalam lima volume, beberapa buku per volume, beberapa bab per buku, total ada 48 buku atau 365 bab. Wow! Kebayang ngga sih, ceritanya pasti sangat rinci.
Adaptasi novel ini yang pernah saya liat adalah film versi Liam Neeson. Ternyata.. Dibandingkan sama bukunya, filmnya hanya mengambil salah satu plot saja dari beberapa plot yang ada dalam novel. Wajar sih, pasti agak ribet kan kalo harus meringkas sekian ribu halaman ke dalam film berdurasi sekitar dua jam. Bagaimana pun, buat saya film ini cukup berkesan kok, apalagi aktornya Liam Neeson, ditambah sama Geoffrey Rush yang sama-sama keren.
Selain film Liam Neeson ini, ada juga versi film serinya yang dibintangi aktor Perancis Gerard Depardieu.. Kalo ini saya baru tau setelah ada temen saya yang cerita, kayanya sih film yang ini lebih setia dengan cerita dalam novel.
Sekarang soal Les Miserables musikal yang sekarang lagi-meminjam istilah Syahrini-terpampang nyata di bioskop-bioskop. Film ini adalah adaptasi dari drama musikal yang sudah dipentaskan sejak tahun 1985. Sepanjang film, semua dialog dinyanyikan oleh setiap tokohnya. Pertama-pertama sih, mungkin karena sayanya aja yang udik dan ngga terbiasa, efeknya sedikit lucu karena agak mengingatkan saya dengan kabaret-kabaret yang biasanya bernuansa komedi. Oh ya, aktor dan aktris film ini semua menyanyikan lagu mereka secara langsung saat pengambilan gambar, ngga pake lip-sync, katanya biar mereka lebih bebas berakting dan hasilnya terlihat lebih alami dan jujur. Gitu deh.. Dan sepertinya cara ini memang berhasil, terbukti dengan keberhasilan Hugh Jackman dan Anne Hathaway mendapat Golden Globe.
Ceritanya sendiri berbeda dengan cerita versi film Liam Neeson yang lebih pendek (versi Liam Neeson berakhir setelah Javert bunuh diri, sementara film yang ini berlanjut sampai Jean Valjeannya mati). Di sini selain cerita kucing-kucingan Jean Valjean dan Javert, ada juga cerita dilema cinta tak berbalasnya Eponine (yang sama sekali ngga ada di versi Liam Neeson), dan cerita revolusi para pelajar. Beberapa lagunya ternyata sudah familiar (kemana aja sih?). Saya baru ngeh, ternyata dialog bernada itu bisa juga membawa efek yang lebih dramatis dan emosional. Saya paling terkesan dengan adegan-adegan kematian yang, menurut saya, romantis. Fantine, melihat bayangan anaknya saat menjelang ajal di rumah sakit, kemudian meninggal dengan tenang setelah dijanjikan anaknya akan dirawat oleh Jean Valjean. Jean Valjean, meninggal di biara setelah bertemu dengan Cosette, arwahnya dijemput oleh arwahnya Fantine, digambarkan berjalan mendekati sumber nyanyian yang mulanya terdengar sayup-sayup.
Nah, favorit saya, adegan mati Eponine. Eponine ini patah hati sama Marius yang ternyata jatuh cinta justru sama Cosette. Karena tau dia ngga punya harapan sama Marius, Eponine ini agak-agak fatalis gitu sepertinya. Dalam kehebohan bentrokan pelajar revolusi dan tentara, dia menyelamatkan Marius dari tembakan tentara dengan menjadikan tubuhnya sebagai tameng. Klise sih, tapi mati dalam pelukan orang yang dicintai, di tengah hujan itu kayanya sesuatu banget..
Adegan favorit saya selain adegan-adegan mati, adalah bagian waktu tokoh Fantine nyanyi 'I Dreamed a Dream' itu sama adegan Eponine nyanyi 'On My Own' sambil hujan-hujanan.
Oh ya, di film ini juga ada Helena Bonham Carter-seperti biasa, beliau aktingnya keren. Soal Russel Crowe sebagai Javert, saya agak setuju sama review di Koran Tempo hari minggu kemarin, katanya (kurang-lebih), mungkin karena beliau ini biasa jadi tokoh protagonis, kegalauan Javert (yang mengalami pertentangan antara memenuhi idealisme dan keyakinan dia dengan kenyataan bahwa orang yang dia buru secara obsesif itu ternyata ngga jahat) sebelum bunuh diri jadi ngga begitu terlihat, hasilnya ya sang tokoh tampak biasa aja, ngga galau-galau banget.
Overall, menurut saya, durasi 158 menit cukup layak kok buat menikmati film ini, ngga nyesel :)
And now I'm all alone again nowhere to turn, no one to go to
without a home without a friend
without a face to say hello to
And now the night is near
Now I can make believe he's here
Sometimes I walk alone at night
When everybody else is sleeping
I think of him and then I'm happy
With the company I'm keeping
The city goes to bed
And I can live inside my head
On my own
Pretending he's beside me
All alone
I walk with him till morning
Without him
I feel his arms around me
And when I lose my way I close my eyes
And he has found me
In the rain the pavement shines like silver
All the lights are misty in the river
In the darkness, the trees are full of starlight
And all I see is him and me forever and forever
And I know it's only in my mind
That I'm talking to myself and not to him
And although I know that he is blind
Still I say, there's a way for us
I love him
But when the night is over
He is gone
The river's just a river
Without him
The world around me changes
The trees are bare and everywhere
The streets are full of strangers
I love him
But every day I'm learning
All my life
I've only been pretending
Without me
His world would go on turning
A world that's full of happiness
That I have never known
I love him
I love him
I love him
But only on my own
[Eponine - On My Own]
Tuesday, December 25, 2012
girls's days out
Keponakan-keponakan saya lagi pada liburan. Salah satunya (keponakan 2), ngebet pengin nonton Habibie-Ainun. Maka, kemaren sore kami berempat pergi ke bioskop dengan niat nonton film tersebut. Eh, nyampe sana, udah penuh banget (komplikasi musim libur dan persaingan yang lebih heboh, karena yang pengin nonton ga cuma anak muda, banyak juga pasangan ayah-ibu bahkan kakek-nenek yang meramaikan kompetisi), jadwal yang masih kosong cuma jam setengah sembilan, terlalu malam.. Tapi berhubung udah telanjur pergi, sayang banget klo ngga lanjut nonton, akhirnya ganti judul film deh, maunya The Hobbit (saya udah liat, tapi keponakan saya kan belum) - untungnya, atau sialnya, film ini juga laris.. Maka, pilihan berikutnya jadi liat '5cm.' deh, pilihan keponakan 1, dapet duduk di barisan paling depan.
Filmnya? Gitu deh..beberapa bagian bikin keponakan saya ngakak nyaris tak terkendali. Kayanya film ini cukup berhasil memvisualisasikan novelnya. Castingnya agak ganggu kalo buat saya, pemainnya kinclong-kinclong :p Pemeran Riani, aktingnya agak datar, ekspresinya agak monoton klo menurut saya.
Hal lain yang lebih ganggu adalah tergerainya rambut para perempuan waktu mendaki. Gatel deh, kenapa sih ngga diikat, kan gerah dan ribet. Trus, mereka pake celana jeans, padahal bahan jeans justru bakal dingin banget kalo pas malem. Apa lagi ya? Oh, bawaan para perempuan ini dikit banget, padahal meskipun cuma bawa perlengkapan pribadi, kayanya tetep aja tas mereka mestinya ngga sekecil itu.
Hal kritis lainnya yang bikin saya geregetan, keliatannya mereka ngga bawa cukup air minum, apalagi pas pendakian ke puncak, mereka ngga bawa minum sama sekali.. Iya sih semua carrier ditinggal di tenda, tapi kan normalnya, tetep bawa air minum (yang bisa dibawa dalam daypack). Air minum kan penting banget, terutama mendaki begitu, ditambah cuaca dingin, tubuh kita bisa dehidrasi..
Komentar terakhir, kelebayan bukunya berhasil tampil di adegan akhir saat mereka upacara bendera di puncak.
Semua ketidakpasan yang saya rasa di atas dikompensasi dengan gambar-gambar menakjubkan sejak dari pemandangan lembah menuju Ranupani, Ranukumbolo yang magis, tanjakan cinta, Oro-oro Ombo, hingga pemandangan beraraknya awan dilihat dari puncak. Lumayan membangkitkan kenangan lama ;p (ngomong-ngomong, hari ini 3 tahun yang lalu, saya lagi di kereta Kahuripan, dalam perjalanan menuju puncak tertinggi Jawa, kaya di film..jadi berasa dirayakan :D)
Nah, overall, filmnya lumayan menghibur kok, tapi ngga bikin saya mikir atau gimana juga sih..
Apa kabar sama Habibie-Ainun yang pengin ditonton sama keponakan 2? Yah, karena kami orang-orang istiqomah, tadi siang kami balik lagi dong.. Kali ini menjelang tengah hari kami sudah di lokasi. Eh, bioskopnya udah buka, antriannya udah lumayan, Alhamdulillah, kami berhasil dapet tiket untuk pertunjukkan kedua, kali ini di barisan kedua dari belakang. Hore!! Prestasi banget ya?! :)
Filmnya? Menurut saya sih, lebih bagus dari film yang sehari sebelumnya kami liat (meski sebenernya ngga bisa dibandingin juga sih, genre-nya aja udah beda). Mungkin karena ceritanya berdasarkan kisah nyata, dan mungkin karena aktor utamanya (Reza Rahadian) memerankan B.J. Habibie dengan cukup niat (dia lumayan berhasil menirukan gaya bicara dan cara berjalan sang tokoh), sehingga filmnya jadi terasa lebih sungguh-sungguh. Meskipun ada juga beberapa hal kecil yang ganggu, yang justru karena kecil, bikin saya geregetan, misalnya jas dokter yang digunakan salah satu aktris tampak terlalu besar, trus sisipan iklan produk minuman dan snack yang lumayan ganggu, inovatif sih..tapi tampak tidak pada tempatnya klo kata saya.
Karena udah tau ceritanya, keponakan saya udah siap dengan perbekalan tisu, jadi pas adegan sedih, dia bisa leluasa nangis bombay. Iya sih nangis, tapi campur ketawa-ketawa karena diketawain sang adik (keponakan 3), yang sebenernya juga lagi nangis pas ngetawain itu.
Akhirnya, semua senang kayanya.. Sekarang udah pada terkapar, puas karena misi nonton berhasil :)



