Sunday, October 26, 2014

Tjiandjoer - Soekaboemi - Buitenzorg

Edisi at the glance dulu yaah..

Buklet dan materi sejarah kereta api - seri kartu pos dari PT KAI (kebetulan menjawab pertanyaan kuis) - suasana gerbong eksekutif KA Siliwangi - Stasiun Sukabumi - Stasiun Cianjur
Beberapa bagian dari Stasiun Bogor, salah satu stasiun kereta api cagar budaya, ada tangga putar dari kayu yang terlihat menakjubkan
Hujan perdana di tahun 1436 H, dalam perjalanan pulang
Perjalanan kali ini diselenggarakan pada 25 Oktober 2014 oleh Bandung Heritage, dengan dukungan PT KAI, sampe-sampe perjalanan kami didampingi oleh dua orang personil dari Unit Konservasi, Perawatan dan Desain Arsitektur PT KAI.

Monday, October 6, 2014

insight: berhenti berharap ;p

Suatu hari, Banzan berjalan di pasar ketika mendengar seseorang meminta potongan daging terbaik pada tukang daging. Si tukang daging menjawab, "Aku hanya menjual yang terbaik. Kau tidak akan menemukan sepotong pun daging yang bukan terbaik." Setelah mendengar ini, Banzan menyadari bahwa tidak ada yang terbaik dan terburuk, bahwa penilaian itu sebenarnya tak berarti karena semua hal adalah seperti apa adanya, dan wuss, ia mencapai pencerahan.

Semua hal yang menyatu akan hancur. Semuanya. Entropi meningkat. Segalanya hancur.

Penderitaan disebabkan oleh hasrat, ketiadaan hasrat berarti ketiadaan penderitaan. Ketika kau berhenti berharap segalanya tidak akan hancur, kau tak akan menderita saat kehancuran datang.

-dikutip dari Looking for Alaska-


Sunday, September 14, 2014

awas lagi galak!

Disclaimer: (maaf) sesi curhat lagi, dimohon dengan sangat untuk diabaikan saja. Harap segera tutup dan tinggalkan halaman ini. Sekarang!!

Kalo dianalisis secara seksama, sejak kecil hingga sekarang, sepertinya galak dan judes adalah salah dua sifat dasar saya. Akhir-akhir ini intensitasnya lagi tinggi nih, dan ngga terlalu merasa bersalah juga. Oh, i'm such an evil..

Pemicunya.. kadang-kadang orang tuh suka sok tau dan nanya-nanya ngga penting, ngasi saran ini-itu tanpa diminta, komentar ini-itu tanpa tedeng aling-aling, dan seringkali tidak pada tempatnya. Astaghfirullah.. bukan alesan sih buat jadi nyebelin, tapi kalo orang lain bisa nyebelin, kenapa saya ngga bisa nyebelin juga ;p

Tuesday, September 2, 2014

what is this all about?


Yah.. bukan tentang bendanya sih..
Tapi.. kalo bukan tentang bendanya..
Trus.. tentang apa?

Monday, September 1, 2014

feelin' stupid..

Saat ini.. detik ini.. adalah satu di antara sekian kali di mana saya merasa, barangkali lebih tepatnya berpikir, alangkah lebih mudahnya jika perasaan adalah fungsi dari formulasi yang lebih sederhana seperti logika matematika.
Ketika semua faktor menuntun ke titik A, mengapa masih saja ada keinginan menuju titik selain A?

Sunday, August 10, 2014

terima kasih sudah mampir, kaka!! :D

Agak menyenangkan ya ketika membuka lagi kumpulan ceracauan ini dan menemukan tambahan tayangan laman. Kemungkinan besar sih kebanyakan ngga sengaja nyasar kayanya yah. Makasih sudah nyasar ke sini yaa! :D

Akhir-akhir ini kepikiran pengin nulis, nulis ini, nulis itu, cerita ini, cerita itu, dan ternyata berakhir dalam pikiran saja.. dan bahan tulisan yang ngga seberapa banyak itu pun beterbangan deh.. Maka kita tinjau saja apa-apa yang terjadi sejak awal bulan lalu..

Bulan puasa kemarin terasa berlalu begitu cepat, sayangnya bukan karena terlalu nikmat menjalankan ibadah, tapi gara-gara kesibukan perauditan yang bertubi-tubi itu [dan naasnya si audit itu masih harus bersambung minggu ini, doakan semoga saya ngga terdampak langsung ya! mudah-mudahan pekerjaan saya ngga terusik! aamiin!!]. Kemudian tau-tau libur lebaran.

Lebaran saya kali ini agak beda sama lebaran sebelumnya. Setelah bertahun-tahun ngga pernah foto-foto pas lebaran, tahun ini ada lumayan banyak foto pas lebaran, kaya dulu pas saya kecil, waktu orang tua saya baru punya kamera. Ada beberapa foto bersama, banyaknya sih foto keponakan-keponakan, terutama yang kecil. 

Di hari ketiga Lebaran, sempet ikut arus dengan jalan-jalan ke objek wisata. Biasanya, kami cuma mengomentari orang-orang yang rela bermacet-macet, tapi kali ini, kami ikutan bermacet-macet. Berangkat dari rumah sekitar jam delapan pagi, berbekal nasi timbel dan lauk, kami menuju area tujuan wisata paling populer di Bandung Selatan. Melewati Kawah Putih, Ranca Upas, Cimanggu, Ciwalini, trus ke Rancabali, Situ Patenggang, teruuuus lagi melewati Cibuni, tembus ke Cidaun, Cianjur, sampe akhirnya nyampe ke Pantai Jayanti sekitar jam dua siang.

Di pantai.. rameeeee!!! cuma jalan-jalan di pesisir sebentar, lebih banyak menonton orang ketimbang melihat pemandangan, trus pulang lagi deh.. Terjebak kemacetan mulai di Rancabali sejak sekitar jam enam sore, dan akhirnya sampe rumah jam setengah sebelas malam. Capek, tapi lebih banyak serunya. Alhamdulillah!

Sialnya (atau syukurnya ya?! :D), sama dengan efek jalan-jalan lainnya, perjalanan ini hanya memicu kerinduan pada perjalanan lainnya. hmpfh...

ps. ada banyak foto-foto pemandangan sepanjang jalan yang menyegarkan sih, tapi dibagi kapan-kapan lagi aja deh ya.. ^_^v

Tuesday, July 8, 2014

Caper Rinjani (bagian pertama)

Bepergian ke daerah WITA seakan-akan melakukan perjalanan ke masa depan. Saat tiba di tujuan, tau-tau kita kehilangan waktu satu jam. Ke manakah satu jam itu terbang? ;p
Berangkat dari Bandung menjelang tengah hari, satu jam empat puluh menit kemudian, kami mendarat di Denpasar, masuk ke bandara, celingak-celinguk melihat tanda atau semacamnya buat memberi petunjuk buat penumpang transit. Seorang petugas akhirnya datang dan mengarahkan kami ke pintu keluar, menunggu bus yang akan mengantarkan ke pesawat menuju Praya.

Cerita aja, kedua temen jalan saya pada punya Garuda Frequent Flyer, gaya ya? ;p Kalo saya sih jarang pergi-pergi pake pesawat, apalagi Garuda. Baru tau juga kebijakan makan, entah di maskapai penerbangan lain sama juga atau ngga. Durasi menentukan jenis makanan yang akan kita dapet, ngga tau persis hitung-hitungannya gimana, kemarin Bandung-Denpasar = makan berat dan minum, Denpasar-Praya = Fruitea, Praya-Juanda = Juanda-Bandung = kotak cemilan roti, kue, dan AMDK 120 mL.

Mengikuti tips jalan-jalan yang pernah saya baca, kan katanya pejalan-jalan yang baik pantang membanding-bandingkan apa pun antara tempat jalan-jalan dan daerah asalnya atau dengan tempat mana pun yang pernah dikunjungi. Nah, sekalinya inget dan niat untuk menerima pengalaman apa pun dengan senang hati, langsung deh diuji. Nyampe di Praya sore-sore menjelang Maghrib, setelah bertemu sopir dan mobil rental yang akan membawa kami ke Sembalun, kami langsung cari tempat sholat. Agak jauh dari bandara, tapi masih di dalam kawasan, terlihat bangunan masjid yang cukup besar, jadi kami ke sana.
Masjidnya besar, mungkin masih belum selesai, agak kumuh karena keberadaan para pedagang. Sedihnya.. orang-orang ini, yang menghabiskan banyak waktu di area masjid, tampaknya - saya duga - memanfaatkan fasilitas masjid tanpa memelihara kenyamanan dan kebersihannya. Ngga usah buat pengunjung lah, setidaknya buat mereka sendiri, yang sehari-hari ada di sana. Waktu mau numpang pipis, saya menemukan toiletnya jorok banget, airnya menggenang di lantai, trus di klosetnya, ada sisa-sisa mukus yang melekat, jadi agak mual-mual ;p Keluar dari toilet, saat hendak wudhu, terkaget dengan pemandangan ibu-ibu yang lagi jongkok di tempat wudhu, lagi bilas habis pipis. Saya baru liat loh, pantesan aja suka ada tulisan peringatan buat ngga pipis di tempat wudhu, ternyata praktiknya beneran ada..
Selesai sholat, langsung deh dianterin ke Sembalun. Kalo di peta, Praya ini lokasinya agak di Selatan barat daya (antara Selatan dan Barat Daya), sementara Sembalun ada di utara timur laut (antara Utara dan Timur Laut), kayanya ngga begitu jauh. Tapi, ternyata rutenya mesti muter ke pesisir Lombok Barat, lewat Senggigi, jauuuh, dan berkelok-kelok, kaya di Cadas Pangeran atau di Toba, sampe-sampe kedua temen saya agak mual dan terpaksa mengeluarkan minyak aromaterapi dan minum jamu orang pintar :D Saya? Agak pusing sih, curiga sedikit masuk angin juga, tapi ngga sampe butuh bantuan eksternal apa-apa.


Rute perjalanan Praya - Sembalun (dari Google Maps)
Sekitar jam sebelas malam, akhirnya kami sampe di rumah calon porter kami, sebut saja Mas U, di desa Sembalun. Di rumahnya, istri Mas U (sebut saja Ny. U) sudah menyiapkan makan malam buat kami, menunya nasi dengan lauk goreng ikan tongkol, goreng tempe, dan sayur nangka pedas. Semakin lengkap dengan minum kopi tubruk panas. Setelah kalap makan, piring-piring dibereskan, dan ngobrol sebentar soal rencana pendakian dan logistik, tanpa menyikat gigi, cuci muka, apalagi ganti baju, kami pun akhirnya tidur. Petualangan hari itu sudah selesai.

Subuh keesokan harinya, bangun tidur, mau sholat subuh, tapi takut keluar rumah buat ke WC pas masih agak gelap, soalnya di pekarangan rumah ada banyak anjing hilir-mudik. Akhirnya sholatnya pas udah agak terang ;p Kamar mandi di rumah Mas U ada di belakang rumah, topless (alias tanpa atap), tinggi dindingnya sekitar satu meter, keliatannya sih masih dalam proses pembuatan. Pagi ini juga jadi kesempatan terakhir ketemu WC yang representatif selama setidaknya empat hari berikutnya. Jadi.. Puas-puasin dulu deh unloading muatan pencernaan :) tapi ngga mandi, soalnya airnya terbatas, mesti ngambil dari sumur, dan ngga nyaman juga mandi di alam terbuka, apalagi ada anjing-anjing berkeliaran.

Menu makan malam dan sarapan 
Habis sarapan, Ny. U belanja logistik buat bekal kami, mencakup beras, daging ayam, sayur-sayuran semacam kol, kentang dan buncis, trus ada pasta, telur, tahu, tempe, dan bumbu-bumbu masak standar. Sementara itu, R berangkat ke pos ???? untuk mengurus perizinan. Tau ngga berapa biayanya? Cukup dua ribu lima ratus rupiah saja, saudara-saudara! Murah banget! Miris juga sih, gimana bisa ada dana yang cukup buat pemeliharaan Taman Nasional ini.. :(

Setelah logistik terkumpul, semuanya dikemas di keranjang yang akan dibawa oleh Mas U dan keponakannya.

Beres-beres logistik
Logistik siap angkut
Sekitar jam setengah sembilan, perjalanan pun dimulai..

Pemandangan mewah dari halaman rumah Mas U


Sunday, July 6, 2014

the beauty of life ;D

Ramadhan kali ini, baru hari ini bisa buka puasa di rumah. Kemarin-kemarin, buka puasanya di tempat kerja, tiap hari buka bareng rekan kerja, tajilnya tiada hari tanpa Cireng Cipaganti. Seru sih, tapi tiap hari pulang kerja selepas Isya agak mengkhawatirkan juga. Rasanya jadi banyak kehilangan waktu, terutama waktu buat tidur :D Pergi pagi di saat jalanan masih sepi dan orang rumah pada tidur lagi setelah sholat Subuh, trus pulang malem di saat jalanan udah sepi lagi dan orang rumah udah bersiap tidur, dengan badan yang rasanya remuk redam, ngantuk berkepanjangan dan energi yang terkuras.. rasa-rasanya lama-lama bisa bikin depresi.
Alhamdulillah sekarang sudah akan selesai, meski dua minggu lagi (dan bulan depan juga) siklus yang sama (semoga agak lebih ringan) akan terulang. Setidaknya masih ada waktu untuk refresh, mengisi energi lagi, meski mungkin ngga optimal.
Satu misi yang pasti setelah Agustus ini urusan perauditan berakhir: WAJIB liburan!! ^_^v

Tuesday, July 1, 2014

beberapa saat menuju hajatan besar!

Selamat bulan Juli!! Tinggal hitungan jam menuju D-day, H-hour, di mana jam kerja ekstra akhir-akhir ini mudah-mudahan akan membawa arti dan tidak tersia-sia.
Audit kali ini entah kenapa rasanya terlalu banyak kehebohan di saat-saat terakhir. Beberapa kali mendapati situasi yang terasa menegangkan, padahal ceritanya masih persiapan loh!
Di masa-masa kritis seperti ini, tidak jarang juga mendapati beberapa pihak yang kurang kooperatif, semoga saya ngga termasuk golongan ini ;p Ada juga tipikal yang cenderung melemparkan tanggung jawab kepada pihak lain.
Sebagai bagian dari penjaga sistem, yang berfungsi memastikan sistem mutu yang ditetapkan benar-benar diimplementasikan, kadang suka kesel sendiri saat menghadapi tipe seperti ini. Idealnya.. sistem tidak hanya dijaga oleh kami, 'sang polisi', pihak-pihak pelaku/praktisi mestinya juga bekerja menjaga kelangsungan sistem. Kenyataannya: saat terjadi sesuatu di luar normal, para pelaku cenderung berlepas tangan dan menyerahkan semua masalah untuk diselesaikan oleh kami. Bahkan untuk hal yang menurut saya ngga begitu rumit, seakan-akan tanggung jawab memelihara sistem itu adalah tugas kami saja..
Ya gitu lah.. maafkan kalo terkesan mengeluh.. sebel juga sih sering jadi 'tempat sampah' ;p
Doakan semuanya lancar ya!! :)

Friday, June 27, 2014

hari ini, dua tahun silam.. *ah sudahlah ;p

Hari ini, dua tahun yang lalu.. hari Rabu.. masih ingatkah kamu? eh? Iya.. kamuu.. (mohon disampaikan dengan gayanya Dodit)
Siapa itu Dodit? Sempat jadi unggulan di SUCI4, tapi kesini-sini dia mulai kurang lucu..
Eniwei.. kembali ke Rabu sore hingga malam dua tahun yang lalu.. ngga gimana-gimana juga sih, jadi terpikir saja, ada baiknya juga ternyata sifat dinamis manusia. Selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa - bagi orang yang berpikir ;p apa saya termasuk golongan berpikir? Bisa jadi, meski mungkin kualitas pemikirannya masih amat sangat recehan..
Ngomong apa ini.. maunya sih nulis sesuatu yang.. kontemplatif atau semacamnya, well.. ya sudahlah..

Besok (buat jamaah Muhammadiyah), atau lusa (buat jamaah NU dan pemerintah), udah mulai puasa Ramadhan lagi.. alhamdulillah masih diberi umur, semoga berkah ini dapat kita manfaatkan seluas-luasnya untuk mendulang amal ibadah sebanyak-banyaknya. Meskipun akan lebih indah jika semua ibadah kita dilakukan semata-mata atas dasar keikhlasan.
Selamat puasa ya! maafkan segala salah dan khilaf..

*taken2yearsago ;p


*didedikasikanbuatkamuyanglahir2*ramadhan139*H.. yes :)

Thursday, June 12, 2014

te amo

I will never be yours, and you will never be mine; nevertheless, I can honestly say: I love you.

-Aleph, Paulo Coelho-

Tuesday, June 10, 2014

4 tahun 8 hari

02/06/2010 - 02/06/2014, dari PD Afsel ke PD Brazil, tdk terasa 4 tahun sudah di P*****r 2*.. (Cxx x, 2010)

Mengukur waktu yang berlalu dengan datangnya Piala Dunia, sudah 4 tahun 8 hari sejak hari ketika saya resmi bekerja di tempat saya yang sekarang.
Berawal dari ketidaknyamanan di kantor yang lama, butuh satu kali ujian tulis dan wawancara awal di PT Askes (sekarang BPJS Kesehatan) dan satu lagi ujian tulis dan wawancara awal juga di Badan POM, hingga akhirnya saya berlabuh (halah), terdampar di tempat saya yang sekarang, setelah lewat registrasi online, dilanjutkan dengan seleksi administrasi, ujian tulis dan wawancara user, hingga tahap pemeriksaan kesehatan. Rangkaian menegangkan yang, Alhamdulillah, berlangsung relatif singkat, hanya sebulan. 
Gagap dengan lingkungan dan sistem baru, silau dengan segala perbedaan (dalam artian, lebih baik) yang ditemukan, awalnya ada kebanggaan. Kemudian.. menemukan tuntutan kinerja dan kompetensi yang lebih tinggi, mulai ragu sekiranya saya mampu memenuhi ekspektasi perusahaan.
Kini, kadang menemukan kebuntuan dan sedikit putus asa, optimisme, keraguan, motivasi yang membuncah, semangat yang menggebu, kecemasan, kekhawatiran, kesenangan, kekecewaan, ketegangan.. 
Aah.. alangkah kayanya hidup ini.. Alhamdulillah..

Monday, June 9, 2014

teman main baru (lagi) ;)

Lagi trend bikin deklarasi, saya juga mau deklarasi aah..

Liat dulu definisinya:
dek·la·ra·si /déklarasi/ n 1 pernyataan ringkas dan jelas (tt suatu hal): konferensi itu telah menghasilkan -- yg terdiri atas sepuluh pasal; 2 keterangan lengkap tt uang, biaya perjalanan, barang yg masuk, dsb;
-- nasional deklarasi yg diumumkan secara nasional: sikap kelompok ketiga ini tercermin di dl -- nasional yg dinyatakan oleh ketuanya;
men·dek·la·ra·si·kan v membuat deklarasi

Ini loh, saya deklarasikan teman main baru.. pengganti si merah tangguh.. belum benar-benar terjajal dan terjelajahi semua fiturnya, baru sempat sekali jalan. 

Ini tutup lensanya..
Ini tampilan body-nya
Keunggulannya.. mirrorless tahan air dan bisa gonta-ganti lensa. Sementara ini baru punya lensa kit aja tapi, cerita punya cerita, lensa berfitur antiair baru ada dua, masih kompatibel dengan lensa 1 Nikkor lainnya, tapi fungsi antiairnya jadi ga jalan. Kalo sama lensa Nikkor yang biasa, yang buat DSLR, bisa kompatibel juga, tapi harus pake converter, katanya..

Mudah-mudahan pertemanan kita langgeng yah.. aamiin!!