Monday, November 26, 2012

Haiku

Sekedar berbagi..
Terlepas dari maksud dan arti sebenarnya, yang jelas saya suka kata-katanya.. Entah kenapa rasanya menenangkan :)
*repost karena blogger-droidnya lagi ribet dan ngga sengaja kehapus ;p

Published with Blogger-droid v2.0.9

kesenangan remeh: rumahku deket bioskop!! :D

Ciyus! Benelan! :)
Setelah penantian bertahun-tahun, sejak namanya masih Mollis, waktu itu...dulu.. waktu Matahari masih berupa Yogya, waktu Carrefour belum jadi Lottemart, saat Gramedia baru aja pindah dari Hero.. udah sempet heboh bakalan ada bioskop. Tapi.. waktu itu, bukannya nambah rame, Mollis ditinggalkan satu-satu sama toko-tokonya. Gramedia-nya pindah ke PVJ, Pizza Hut-nya saya curiga pindah ke CiWalk, Yogyanya tutup, sampe akhirnya Carrefournya juga tutup.
Beberapa waktu kemudian.. Berubah nama jadi festivalcitylink. Ada Lotte! Ada Matahari, ada Gramedia lagi! Ada Electronic Solution dan Home Solution, ada Ace Hardware! Tambahkan pujasera yang luas.. Dan....kemudian, datanglah salah satu jaringan bioskop abad 21 itu!! Hore!!
Duh.. Curiga bakal tergoda dan frekuensi nonton meningkat secara signifikan :D

Published with Blogger-droid v2.0.9

Sunday, November 25, 2012

mumpung inget..

Setelah membaca, biasanya akan tertinggal kesan tertentu - entah itu sesuai atau tidak dengan tujuan penulisnya.. Wallahu alam :p
Buku yang baru saja saya baca, saya pikir akan meninggalkan kesan yang haru atau gimana gitu, karena di sampulnya, subjudulnya saja menyatakan sebagai 'kisah mengharukan tentang persahabatan seekor kera dan keledai'. Dan ternyata..saya justru mendapat tidak hanya haru, tapi justru kengerian, terutama dengan akhir cerita yang ngga terduga. Cerita dikisahkan dari sudut pandang sang tokoh utama, sehingga mau ngga mau ya saya juga ikut terbawa melihat dari mata sang tokoh..yang ternyata...terbutakan (?) atau tidak peka dalam hal tertentu (?) dengan pembawaan dan karakter sang tokoh utama lainnya- yang baru saya sadari saat dia sadar. Intinya apa ya? Ya gitu deh, agak aneh juga menyelesaikan sebuah buku dengan merasa sedikit jengkel dan kesal.

Salah satu bagian yang saya suka: 'Menurut pendapatku, keyakinan adalah seperti berada dalam cahaya matahari. Bila kau berada dalam cahaya matahari, mungkinkah kau tidak menciptakan bayangan? Bisakah kau menanggalkan bidang gelap yang menempel padamu itu, selalu berbentuk seperti dirimu, seolah tak putus-putus mengingatkanmu akan dirimu sendiri? Tidak bisa. Bayangan ini adalah keraguan. Dia pergi ke mana pun kau pergi selama kau tetap berada dalam cahaya matahari. Dan siapa yang tidak ingin berada dalam cahaya matahari?' -Virgil [Beatrice and Virgil, Yann Martel]

Published with Blogger-droid v2.0.9

Friday, November 23, 2012

edge of desire

Young and full of running
Tell me where has that taken me?
Just a great figure eight or a tiny infinity?
Love is really nothing
But a dream that keeps waking me,
For all of my trying
We still end up dying, how can it be?
Don't say a word just come over and lie here with me,
'Cause I'm just about to set fire to everything I see,
I want you so bad, I'll go back on the things I
believed,
There I just said it, I'm scared you'll forget about me.
So young and full of running, all the way to the edge
of desire
Steady my breathing, silently screaming,
"I have to have you now"
Wired and I'm tired
Think I'll sleep in my clothes on the floor
Maybe this mattress will spin on its axis and find me
on yours
Don't say a word just come over and lie here with me
'Cause I'm just about to set fire to everything I see
I want you so bad I'll go back on the things I believe
There I just said it, I'm scared you'll forget about me
Don't say a word just come over and lie here with me
'Cause I'm just about to set fire to everything I see
I want you so bad I'll go back on the things I believe
There I just said it, I'm scared you'll forget about me
-Edge of Desire by John Mayer-

Seringkali saya hidup berdasarkan definisi-definisi, kemudian..terhenyak dengan kesadaran betapa sulit mendefinisikan rasa, di kala untaian kata justru mengurangi bahkan menghilangkan makna..
Akhirnya.. selamat malam dunia!! :)

Published with Blogger-droid v2.0.9

Sunday, November 18, 2012

Beresonansi dengan Aron Ralston dan Chris McCandless

Saat itu aku merasakan jelas betapa enak bisa membuat tubuhku sakit dengan memaksa diri sekeras-kerasnya. -Aron Ralston-

Banyak sekali orang hidup dalam kondisi tidak bahagia namun tidak mengambil inisiatif untuk mengubah situasi itu karena mereka terkondisi pada hidup yang terjamin, sesuai, dan kolot - semua hal yang kelihatannya membuat pikiran damai; padahal faktanya, tak ada yang lebih merusak semangat bertualang dalam diri manusia selain masa depan yang aman. Inti paling dasar dari semangat hidup manusia adalah kecintaannya pada petualangan. Sukacita kehidupan berasal dari perjumpaan kita dengan pengalaman baru, maka dari itu tak ada sukacita yang lebih besar selain memiliki cakrawala perubahan yang tiada habisnya, sehingga setiap hari memiliki matahari baru yang berbeda. -Chris McCandless (dalam Into the Wild)-

Gunung adalah sarana, manusia adalah akhir. Tujuannya bukanlah mencapai puncak gunung, melainkan membuat manusia berkembang. -Walter Bonatti, pendaki Italia (mengutip dari kutipan oleh Aron Ralston :p)-

Published with Blogger-droid v2.0.9

Friday, November 16, 2012

Geotrek Toba: At the Glance (2) ;p

Mau cerita.. tapi masih males nulisnya... 

Boneka Sigale-Gale di depan rumah adat di Tomok - Boneka ini katanya dibuat untuk raja yang kehilangan anak semata wayangnya dalam peperangan. Konon, setelah boneka ini selesai dibuat, arwah sang anak sengaja dipanggil dan menempati boneka ini, kemudian boneka ini menari selama 7 hari 7 malam. 

Menari bersama Sigale-Gale yang digerakkan oleh dalang di belakang

Kubur Batu Raja Sidabutar yang ketiga (?) - ukiran pada tutupnya melukiskan penampakan fisik sang Raja, di bawahnya, sang Panglima perang yang konon berasal dari Aceh - dilukiskan menutupi kemaluannya terkait dengan jasanya membantu memenangkan perang menggunakan strategi unik

Katanya cicak dan empat payudara adalah simbol (?) orang Batak; cicak berarti orang Batak yang dapat hidup di mana saja - seperti cicak, sedangkan payudara melambangkan kemakmuran (?), soal jumlahnya yang empat, rasanya ngga diceritain ;p

Geotrek Toba: At the Glance ;p


Istana Maimun

Menara Masjid Raya Al-Mashun

Mesjid Raya Al-Mashun

Salah satu menu es krim di Resto Tip-Top

Kuliah Pagi dilatarbelakangi Gunung Sinabung

Gunung Sibayak

Air Terjun Sipiso-piso

Danau Toba dilihat dari Tongging

Danau Toba dari Menara Pandang Tele

Pusuk Buhit dari Menara Pandang Tele

Menyeberang Danau - dari Samosir menuju Tomok

Wednesday, November 14, 2012

menu hari ini

Roti cokelat mini versi toko kue yang ada kincir anginnya, keripik singkong rasa bawang, kerupuk ikan pedas, coffemix, nasi padang, bacang yang diidamkan sejak kapan itu, baso goreng, dan ditutup dengan duet maut nan lezat brownies keju dan kopi putih warna cokelat :) what a day ^_^

Published with Blogger-droid v2.0.9

Wednesday, October 31, 2012

omnivora selektif: pilih-pilih seafood


Meskipun tidak dilengkapi dengan naluri berburu sehebat singa, kemampuan berlari secepat cheetah, otot tubuh sekuat dan sepanjang piton, atau bahkan geligi setajam hiu, manusia berada di puncak rantai makanan dan menjadi superpredator. Kenapa superpredator? Karena.. ngga seperti predator lainnya, yang biasanya adalah karnivora dan hanya membunuh demi kepentingan konsumsi untuk keberlangsungan hidupnya, manusia adalah omnivora yang bisa membunuh makhluk lain bukan untuk kepentingan perut saja, misalnya nih.. manusia bisa membunuh gajah demi sepasang gading – dagingnya ngga dimakan kan? atau.. membunuh badak untuk sebuah cula, atau membunuh seekor ular yang sebenernya cuma ngga sengaja numpang lewat, atau menghabisi seekor buaya demi selembar kulit bahan tas/sepatu/sabuk/dompet, atau membunuh nyamuk yang mengganggu tidur, bahkan bisa saja menembak bebek atau burung atau babi hutan semata-mata demi alasan olahraga. Ngerti kan maksud saya?

Sebenernya bukan mau ngebahas itu sih.. kenapa jadi ke sana ya? Beberapa waktu lalu, saya pernah sedikit menyinggung tentang omnivora selektif, meskipun pemakan-segala tapi ngga berarti segala dimakan :D Untuk saya pribadi, sebetulnya hal ini hanya berdasar pada keengganan saya untuk melahap beberapa pilihan makanan yang tidak saya sukai – entah itu rasa, penampakan, tekstur, atau alasan lainnya. Nah, bulan November ini, salah satu artikel NGI (ditulis oleh Siham Afatta) membahas alasan lain (yang lebih sahih dan ilmiah ;p) mengenai pentingnya kita, manusia, untuk menjadi omnivora selektif dan lebih bertanggung jawab atas segala hal yang kita lakukan (dalam hal ini – atas segala hal yang kita konsumsi, terutama hidangan bahari).

Seperti sudah kita ketahui, Indonesia ini adalah negara kepulauan, dimana sebagian besar wilayahnya berupa perairan, laut dengan beragam kedalaman dan biota khas di dalamnya. Karena wilayah perairan yang luas, maka sangat logis jika produk bahari (aneka ikan, udang, kepiting, gurita, cumi, dsb.) yang ditangkap juga cukup besar. Jika kita buat persamaannya, maka variabel yang mempengaruhi pemanfaatan hasil bahari ini diantaranya adalah luas perairan yang dimanfaatkan, jumlah konsumen (perkiraan jumlah penduduk Indonesia saja ditambah penduduk dunia yang menjadi tujuan ekspor produk bahari – baik yang legal maupun ilegal), kemudian jumlah dan kapasitas kapal penangkap ikan yang beredar, metode penangkapan (mulai dari cara tradisional seperti dengan menebar jala, menggunakan joran pancing, hingga metode massal yang tidak ramah-lingkungan seperti penggunaan pukat, peledak, dst.), trus apalagi ya?  

Pemanfaatan hasil bahari secara besar-besaran tanpa pengendalian yang baik berujung pada terancamnya keberadaan biota laut secara keseluruhan. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2010, 71 persen sumber daya ikan di barat Indonesia sudah dieksploitasi berlebih, sementara di timur 'baru ' mencapai 44 persen. Itu tahun 2010, bagaimana di tahun 2012 ya? Sepertinya sih meningkat ya. Jika praktik penangkapan ikan seperti ini tidak dihentikan, bukan mustahil jika penghabisan ikan akan terjadi. Sekarang saja, katanya ikan-ikan semakin sulit didapat dan kalau pun ada, ukurannya kecil. 

Di sini digambarkan rantai makanan di laut yang terdiri dari 4 level. Level 1 adalah produsen: fitoplankton, rumput laut, ganggang laut - berfungsi sebagai penunjang kehidupan spesies laut lainnya. Level 2 adalah hewan-hewan herbivora: zooplankton, bulu babi (satu-satunya bagian babi yang halal ;p), kepiting, kerang, udang - memakan 1 kg organisme ini setara dengan memakan 10 kg produsen. Level 3 adalah hewan karnivora/piscivora: cumi-cumi, sarden, lobster, kerapu - memakan 1 kg organisme ini setara dengan memakan 10 kg spesies herbivora. Kemudian, level 4 adalah para predator utama: hiu, tuna, kod, dan ikan-ikan besar lain. Hewan ini cenderung tidak memiliki musuh kecuali manusia - memakan 1 kg organisme ini setara dengan memakan 10 kg spesies karnivora. Artinya... saat kita memakan 1 kg tuna/hiu/kod, itu sama dengan memakan 1000 kg fitoplankton/rumput laut/ganggang laut! Bilang WOW yuk? Kalau begini caranya sih, beberapa tahun ke depan, jangan harap deh masih bisa mengonsumsi hidangan laut. 

Lantas, kalau begitu, mengapa masih menangkap ikan? Mengapa tidak dibuat kebijakan agar ikan yang dikonsumsi berasal dari budi daya? Katanya sih, bagi nelayan Indonesia, budi daya ikan laut itu mahal dan sulit - lagi-lagi alasan ekonomi :( Jadi, tinggal para konsumen yang dapat berperan, caranya ya dengan lebih sadar dan menghindari menyantap spesies yang terancam dan dilindungi. Jika permintaan turun, maka penangkapan diharapkan akan berkurang, sehingga populasi ikan akan memiliki waktu untuk pulih. Meskipun di satu sisi, sebagai masyarakat awam, masih sulit juga sih untuk membedakan produk ikan laut hasil budi daya dan hasil tangkapan. 

Yang pasti, ingatlah ini saat akan menyantap hidangan laut: IKAN-IKAN DI LEVEL TINGGI BUTUH ENERGI JAUH LEBIH BESAR UNTUK HIDUP DIBANDING IKAN YANG BERADA DI LEVEL YANG LEBIH RENDAH. JADI.. MENYANTAP IKAN LEVEL TINGGI AKAN MEMBERIKAN PENGARUH YANG LEBIH BESAR TERHADAP KEBERLANJUTAN KEHIDUPAN LAUT. 

Yuk, jadi omnivora selektif! :D

Sunday, October 28, 2012

pasti ngga pasti

Dulu pernah liat acara bincang-bincang seorang penulis (lupa siapa, Dewi Lestari gitu ya?!), salah satu bahasannya adalah hubungan latar belakang pendidikan dengan profesi menulis. Waktu itu, katanya latar belakang dari ilmu eksak (IPA - yang sebenarnya ngga pasti juga), membantu seorang penulis untuk bekerja secara terstruktur, dibandingkan penulis dengan pendidikan non-eksak, proses penulisan akan berlangsung dengan lebih sistematis, karena mereka lebih terbiasa berpikir sistematis. Iya gitu?!
Jika saya hubungkan menulis sebagai salah satu metode komunikasi, apa artinya orang-orang dari jurusan-jurusan ilmu 'pasti' akan mampu berkomunikasi lebih sistematis? Kalo saya sih... Duh, apa saya ini salah satu pencilan gitu ya?! :D

Published with Blogger-droid v2.0.9

Saturday, October 20, 2012

desaku..

ur·ba·ni·sa·si n 1 perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dr desa (kota kecil, daerah) ke kota besar (pusat pemerintahan): pembangunan desa dapat membendung --; 2 perubahan sifat suatu tempat dr suasana (cara hidup dsb) desa ke suasana kota

Meskipun masih dalam satu provinsi, saya senang dengan kenyataan kalo saya punya alamat libur :D Orangtua saya tinggal di Bandung Selatan, saya dan kakak-kakak saya berhijrah ke kota saat melanjutkan pendidikan ke SMU. Ngga kerasa sudah lebih dari satu dekade sejak saya hijrah ke kota :D
Melihat lingkungan kampung saya sekarang, banyak sekali yang berubah.. Sekarang, beberapa persawahan di pinggir jalan bertransformasi menjadi showroom dealer sepeda motor, deretan ruko, kebun strawberry petik-sendiri, rumah makan khas Sunda, dll.
Daerah saya termasuk salah satu tujuan wisata utama di Bandung Selatan, jadi pas musim libur biasanya suka macet, volume kendaraan yang lewat ngga sebanding dengan jalan kecil yang hanya mampu menampung dua jalur kendaraan. Hari biasa (bukan musim libur) juga rame sih, banyak sepeda motor seliweran, jauh lebih banyak dibanding dulu (ea ealaah :p). Dulu, kakak saya bisa main badminton di jalan depan rumah, karena kendaraan ngga begitu banyak lalu-lalang. Sekarang? Jangankan main di jalan, nyebrang aja udah agak susah.
Dari sisi penduduk, di desa saya ternyata lumayan banyak juga pendatang.. Temen-temen saya yang seumuran kebanyakan ngga tinggal di sini..
Bagaimanapun..ga ada tempat senyaman rumah, biarpun sekarang lebih gersang, lebih rame, lebih banyak restoran dan hotel, orang-orang lebih gaul dan sepertinya juga lebih materialistis, saya masih seneng kok pulang le rumah :D

Published with Blogger-droid v2.0.9

Wednesday, October 17, 2012

wonder

don't judge a book boy by its cover his face


Kuharap, setiap hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu kita bisa berjalan-jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita di balik topeng. - August (Auggie) Pullman

Kesini-sini, bertambah umur, semakin banyak interaksi sama orang lain, mau ngga mau kita mesti banyak kompromi,  kita ngga bisa selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Idealisme yang ada dalam diri kita tidak selamanya selaras dengan idealisme yang ada dalam pikiran orang lain. Lantas, saya suka bingung, kapan sih saya harus bertahan dengan idealisme saya dan kapan saya harus sedikit (kadang banyak) berkompromi? 

Saat terpaksa berkompromi dan 'mengalah', meski tidak suka, saya ngga bisa menunjukkan ketidaksukaan itu secara terbuka (meskipun mungkin sebenernya tetap keliatan pada ekspresi dan bahasa tubuh yang sulit untuk disamarkan ;p). Apakah ini artinya saya tidak jujur? Apakah ini artinya saya munafik? Duh, susahnya hidup di dunia dewasa :D 

Semakin lama hidup, saya semakin sering merindukan masa kanak-kanak saya dulu. Rasanya waktu masih kecil (jika dipikirkan sekarang), hidup tuh lebih banyak asiknya, ngga ribet, sederhana, kita lebih jujur pada diri sendiri dan orang lain, dan lebih bebas mengekspresikan diri. Karena waktu ngga bisa berjalan mundur, kompensasi yang bisa saya lakukan adalah membaca buku anak-anak atau buku tentang anak-anak. Terakhir, saya baca WONDER, bukunya R.J. Palacio yang terjemahannya diterbitkan oleh Penerbit Atria - Imprint Penerbit Serambi Ilmu Semesta.

Buku ini bercerita tentang seorang anak berumur 10 tahun. Apa istimewanya? Anak yang bernama August Pullman ini sebetulnya ngga beda jauh sama anak-anak lain yang sebaya; dia lucu, cerdas, pemberani, konyol, seperti kebanyakan anak pada umumnya. Dia berbeda karena lahir dengan kelainan Mandibulofacial Dysostosis, secara lengkap diceritakan oleh Via (kakaknya Auggie) di halaman 146:

'... August mengalami sesuatu yang disebut sebagai "jenis mandibulofacial dysostosis tak dikenal yang disebabkan oleh mutasi autosomal resesif pada gen TCOF1, yang terletak pada kromosom 5, diperumit oleh karakteristik  hemifacial microsomia pada spektrum OAV." Kadang-kadang mutasi seperti ini terjadi selama kehamilan. Kadang-kadang ini diwariskan dari salah seorang orangtua yang membawa gen dominan. Kadang-kadang disebabkan oleh interaksi dari banyak gen, kemungkinan dikombinasikan dengan faktor lingkungan. Mereka menyebutnya penurunan multifaktor. Dalam kasus August, para dokter sanggup mengidentifikasi salah satu "mutasi penghapusan nucleotide tunggal" yang bertentangan di wajahnya.'

Hal inilah yang membuat August menjadi tidak biasa. Buku ini menceritakan pengalaman pertamanya menjadi murid di sekolah umum, bagaimana dia mendapatkan teman, menghadapi tatapan-tatapan takut dan jijik dari orang lain, mengerjakan proyek sekolah, melakukan perjalanan sekolah pertamanya, dan hal-hal normal lain yang biasa dialami anak seusianya.

Intinya sih, cerita biasa yang dialami oleh anak biasa bertampang sangat tidak biasa. Di akhir.. jadi diingatkan juga, seringkali saya masih banyak ngga bersyukur dengan keberlimpahan yang sudah dimiliki, padahal kalo melihat lagi ke sekitar, banyak sekali orang lain yang hidupnya ngga beruntung.

Ada bagian lain yang bagus di halaman 408 - 409, penggalan pidato kepala sekolah - ceritanya sih diambil dari buku The Little White Bird karangan  J.M. Barrie:

'Maukah kita membuat sebuah aturan baru dalam hidup ... selalu berusaha untuk lebih berbaik hati dari yang seharusnya? Kalimat ini mengingatkan bahwa umat manusia, tidak hanya memiliki kesanggupan untuk berbaik hati, melainkan pilihan untuk berbaik hati.'

Bagaimanapun.. saya merasa.. hidup ini ngga mudah, jadi saya sepakat sama pedomannya Auggie:

Seharusnya semua orang di dunia ini mendapatkan sorak sorai penghormatan setidaknya satu kali dalam hidupnya, karena kita semua berhasil menghadapi dunia. - August (Auggie) Pullman

Thursday, October 11, 2012

tadi...

Di perlintasan kereta dalam perjalanan pulang tadi, laju angkot yang saya tumpangi terhenti karena ada kereta yang lewat. Daaan...melihat kereta, saya jadi kangen naik kereta jarak jauh..
Corat-coret nih (alih bahasa ngomong-ngomong versi tertulis), di antara moda transportasi yang pernah saya gunakan, rasanya kereta api adalah moda transportasi favorit saya :D
Naik pesawat - cepet, tapi ribet kalo buat saya, mesti udah nyampe bandara jauh sebelum waktu keberangkatan, lewat pintu keamanan beberapa kali, dst.
Nyebrang pulau pake kapal laut atau feri sih belum pernah, tapi saya takut ngeliat berita-berita kapal tenggelam. Pake bis, mungkin ngga ribet, tapi kalo di musim libur, hampir pasti kena macet kayanya..
Huuhuu... Pengin naik kereta!!! :p

Published with Blogger-droid v2.0.9