Saturday, February 23, 2013

passion of life

Ada temen jalan saya yang kayanya udah kecanduan jalan-jalan. Setelah ngubek-ngubek Bandung lewat jalan-jalan sejarah tempo dulu, hiking ke gunung-gunung sekitar Bandung, kemudian menjelajah Jawa Barat, keluar Jabar, ke Banten, Jateng, Jatim, Jogja, trus nyebrang pulau juga.. Hebat ya..kenapa? Karena dia sangat niat, dengan pekerjaannya sebagai PNS, bisa ngumpulin ongkos dan bisa cari waktu buat jalan-jalan terus. Tapi ya mungkin kalo jadi PNS, cari waktu buat jalan ngga susah-susah amat kali ya, ngga tau juga sih, tapi kayanya kerjaan sebagai PNS itu adalah pekerjaan bebas-PHK, kayanya asalkan ga terlibat masalah atau pelanggaran berat, karirnya udah hampir pasti, per berapa taun gitu, naik golongan udah pasti, tinggal ngalir aja gitu..
Eniwei..meskipun saya seneng jalan, saya ngga segitu kecanduan kaya temen saya itu. Berhubung saya pembosan, sebisa mungkin saya ngga terlalu sering-sering jalan, selain cari waktunya agak ribet, juga karena saya harus lebih bertanggung jawab untuk mengelola cashflow, dan khawatir kalo keseringan, acara jalan-jalan akan berkurang maknanya..
Meski begitu, dibanding temen kerja saya, kayanya saya relatif lebih sering jalan-jalan, makanya pas ada liburan-liburan yang agak panjang, biasanya suka ada aja yang nanyain rencana jalan. Padahal kan ngga mesti jalan juga ya, pas libur panjang.
Cerita punya cerita, suatu hari saat makan siang, ngobrol ini-itu, temen saya bilang, kecenderungan saya berpetualang kayanya ngga pas sama profil pekerja di belakang meja, trus saya bilang, iya sih, kayanya seru banget kerja di organisasi semacam Greenpeace (kayanya ini efek baca Princess Diaries juga), naik kapal Rainbow Warrior, berunjuk rasa (kaya Lucy Lawless), menentang eksplorasi minyak di Kutub Selatan, menentang overeksploitasi hasil laut, dst. Bekerja untuk tujuan mulia, untuk kepentingan dunia, ngga sekedar kepentingan diri sendiri. Iya sih, kerjaan saya yang sekarang juga bukannya ngga bermanfaat, tapi kayanya masih ada juga aspek bisnisnya, mencari untung, dan bukan semata-mata demi kepentingan masyarakat dunia-utamanya bayi dan anak-anak.

Jadi, apa inti tulisan saya di atas? Entahlah..selang beberapa waktu, semacam siklus, saya sering mendapati keadaan yang membawa saya kembali pada suatu pertanyaan penting: apa sih yang ingin saya lakukan dalam hidup saya? Apa sih tujuan hidup ini sebenarnya? Apakah hidup ini semata-mata hanya periode antara kelahiran dan kematian?
Waktu saya bilang soal ini ke kakak saya, kayanya dia ngga bingung tuh, kayanya sih dia ngga pernah punya pertanyaan semacam itu. Menurut kakak saya, buat dia, hidup ya ngalir aja.. Iya sih, alur hidup ini linear, waktu berjalan maju menuju satu titik di ujung sana yang bernama maut. Tapi ya tetep saja, pertanyaan itu selalu ada di sudut benak saya.
Sebenernya ini wajar ngga sih, atau saya aja yang aneh?! :D

Published with Blogger-droid v2.0.9

Friday, February 22, 2013

life oh life :p

Saya pikir saya cukup rasional, logis, dan mampu berpikir objektif. Masalahnya, tidak semua hal di dunia ini bisa dikaji dengan pendekatan rasio, dan dengan sebal, saya harus mengakui kalo saya sama sekali bisu-tuli-buta dalam banyak hal, terutama masalah hati.. Hmfh..

Published with Blogger-droid v2.0.9

Tuesday, February 19, 2013

galauku, now and then :D

Beberapa hari ini, saya mengalami kembali siklus galau akut, parah banget..saya pikir udah ga masanya lagi galau..eh, muncul juga tuh, dan sepertinya kali ini tingkatannya agak parah :D
Jika dirunut lagi, galau semacam ini terakhir saya alami sekitar akhir 2009. Saya lupa dulu selesainya gimana, yang jelas setelahnya saya mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam hidup. Sekarang? Apa ada yang bakal berubah juga gitu?
Mungkinkah ini semacam demam pada balita saat tumbuh gigi? Atau mungkin ini sekadar efek sinergis dari PMS, overproduksi hormon prolaktin, cuaca, dan pengalaman baru (hampir) jatuh cinta?
And yes, it's dedicated to you, a honest friend who has confirmed my flaws: sungguh, pengetahuan itu seharusnya membebaskan! Thank you! :)

Published with Blogger-droid v2.0.9

life should be simple

If it is important to you, you will find a way
If not, you'll find an excuse
[kutipan hasil nemu di instagram]

Beberapa pertanyaan, mengapa begini, mengapa begitu.. Bagaimana jika begini, atau tidak begitu.. Apakah ini atau tidak itu.. Seandainya seperti ini, atau seperti itu.. Semuanya sederhana, kembali ke kutipan di atas.. Begitulah.. Life should be simple, because less is more ^_^

Published with Blogger-droid v2.0.9

Sunday, February 17, 2013

menuju perjalanan pulang :D

Menunggu Lodaya Malam melaju...
Semoga perjalanan pulang lancar, dan tiba tepat waktu :)
Aamiin...
Perjalanan kali ini: Goa Tabuhan, Song Terus, Goa Gong, Kali Baksoka, Pantai Teleng Ria, Museum Kars Indonesia.

Published with Blogger-droid v2.0.9

Friday, February 15, 2013

larik galau selepas hujan

Dengan diiringi berjuta rintik tangisan bintang
Memantapkan langkah dalam sedu sedan
Menuju Solobalapan, kemudian melarung pilu di Pantai Srau

Selamat tinggal Bandung, nantikan aku kembali Senin lusa..
Semoga perjalanan ini menuntunku lebih dekat dengan Tuhan
Mendamaikan hati, menentramkan jiwa

:D

Published with Blogger-droid v2.0.9

mengutip Chaka Khan: we through before we start

Apakah semua harus berakhir sudah
Dan berhenti sampai di sini
Jangan paksakan aku mengiyakan inginmu
Bila tak kau indahkan semua mimpi tentang kita
Tak ada satupun manusia di muka bumi
Yang tak ingin dihargai
Engkau dan aku mungkin berbeda
Tapi kita masih bisa bicara dan saling mendengar
Bukan harus seperti ini

Apakah semua harus berakhir sudah
Dan berhenti sampai di sini
Jangan paksakan aku mengiyakan inginmu
Bila tak kau indahkan semua mimpi tentang kita
Haruskah kita seperti ini
Apakah semua harus berakhir sudah
Dan berhenti sampai di sini
Jangan paksakan aku mengiyakan inginmu
Bila tak kau indahkan semua mimpi tentang kita
(Tentang kita, tentang kita)
Haruskah kita seperti ini
(Tentang kita, tentang kita)
Haruskah kita seperti ini
(Tentang kita, tentang kita)
Tak harus seperti ini (tentang kita)
-by Musikimia-

Pertama, bagaimana pun, meski mungkin bertentangan dengan harapan dan mimpi, intuisi jangan pernah diabaikan. Kehadirannya bukan tanpa alasan.

Kedua, pada akhirnya.. Ikhlaskan saja semua hal yang terjadi.. Saya percaya kejujuran lebih berarti, meski pun mungkin awalnya sulit. Yaa..seperti buka plester, lebih baik dilakukan cepat, segera, daripada perlahan-lahan *analogi apa ini?! :p

Mungkin seperti antibodi monoklonal yang spesifik mengenali antigen dengan struktur protein tertentu, antibodi saya tidak mampu mengenali antigenmu..

Cheers! For our lives (and loves to come)!

Published with Blogger-droid v2.0.9

Thursday, February 14, 2013

pilah-pilih

Dari sini:

Calon 1: Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib (independen)
Calon 2: Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim (Golkar)
Calon 3: Dede Yusuf-Lex Laksamana (Demokrat, PAN, PKB dan Gerindra)
Calon 4: Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar (PKS, PPP, Hanura, PBB)
Calon 5: Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (PDIP)

Dari kelima pasang ini, siapa sebenarnya mereka? Penulis mencoba menelusurinya.

Pasangan Dikdik Mulyana dan Cecep Nana Suryana lebih disandarkan kepada Didik yang Irjen Polisi (Bintang Dua), mantan Kapolda Sumatera Selatan. Keduanya pada awal pendaftaran mampu mengajukan dua juta dukungan (KTP dan daftar pendukung), setelah diverifikasi, dukungan yang dinyatakan sah oleh KPUD berjumlah 1,1 juta. Dikdik pun tetap optimis meski di sejumlah survei berada di posisi buncit dibanding calon-calon lain dari parpol. “Saya punya prinsip ‘sakinah’ dan tidak akan melakukan apapun untuk meningkatkan popularitas dalam survei. Yang penting bekerja untuk rakyat Jabar,” kata Dikdik.

Calon dari Golkar lebih akrab dipanggil Yance adalah tokoh Golkar yang dua kali pernah menjabat sebagai Bupati Indramayu. Alasan DPP Partai Golkar memilih Yance sebagai cagub Jabar karena DPP memandang bahwa kinerja dan totalitas Yance dalam memimpin DPD Partai Golkar Jabar sangat baik. Isteri Kang Yance kini masih menjabat sebagai Bupati Indramayu menggantikan dirinya. Sementara Partai Golkar tak mempermasalahkan status Yance, yang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi kasus pembebasan lahan untuk pembangunan Proyek PLTU 1 Indramayu, sewaktu dirinya menjadi Bupati Indramayu. Yance menyatakan siap menghadapi kasusnya. Golkar mengakui, dibanding calon-calon dari partai lain, elektabilitas Yance tidak seberapa. Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Partai Golkar, Indra J. Piliang, menjelaskan Golkar harus mengusung Yance untuk menjaga soliditas partai. “Akan keliru kalau hanya untuk menang di Jabar, lalu mendukung kader lain. Golkar membangun militansi, dan itu sulit terwujud jika kami tidak mencalonkan kader sendiri,” kata Indra.

Dede Yusuf incumbent Wagub Jabar yang dulu maju dari PAN, kini maju dari Partai Demokrat, didukung PAN, Gerindra dan PKB. Dede sebagai artis sangat dikenal masyarakat. Pada saat berpasangan dengan Aher pada 2008, Dede demikian menonjol sebagai calon pemimpin muda harapan publik, itu kelebihannya. Iklannya jelas menarik, karena Dede memahaminya. Pasangan Dede adalah Lex Laksamana  adalah mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat yang pensiun sejak 1 November 2012 lalu.

Pasangan Aher-Deddy Mizwar didukung oleh PKS, Hanura, PPP, dan PBB. Aher adalah incumbent (petahana) Gubernur Jabar, jelas popularitasnya sangat tinggi. Sementara Deddy Mizwar nampaknya dipilih karena populer baik sebagai artis sinetron bintang dengan peran baik dan juga sebagai bintang iklan, Deddy diperkirakan akan mengimbangi gap Aher dengan Dede dan Rieke.

Pasangan kelima adalah Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki. Rieke yang terkenal sebagai Oneng, sangat dikenal di kalangan masyarakat Jawa Barat. Sebagai salah satu kader PDIP, Rieke dipercaya Ibu Mega sebagai satu-satunya cagub wanita untuk ikut bersaing. Pasangannya Teten Masduki dikenal sebagai penggiat antikorupsi, Teten adalah Sekjen Transparency International Indonesia (TII) dan pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW).

Dari sudut kecil dalam benak saya:

Semakin menjelang hari-H Pilgub, saya masih bingung menentukan pilihan. Bukan berita baru sih, seperti biasanya.. Kalo sudah begini, karena di antara pilihan yang tersedia ngga ada yang sangat saya suka, maka saya akan memilih yang paling sedikit rasa ngga sukanya.

Analisis ngaco versi saya:
Pasangan no. 1, ngga begitu kenal. Cagub-nya yang mantan Kapolda itu, saya baca di mana gitu, ternyata adalah calon yang paling besar kekayaannya diantara semua calon. Usahanya apa ya? Trus, liat jawabannya di acara debat malam ini di KompasTV, kayanya biasa aja, ngga meyakinkan - setidaknya buat saya :p
Cagub no. 2, namanya kaya kapster salon ya? (*ampun deh ;p) secara penampakan, menurut saya ngga meyakinkan juga, ditambah isu korupsi itu, trus istrinya yang meneruskan kepemimpinannya di Indramayu (kok pemerintahan kaya dinasti gitu ya?!). Oh ya, kalo liat di TV lokal Bandung atau Jabar, kayanya pasangan ini paling banyak lagu kampanyenya, mulai dari lagu yang dinyanyikan dan dibuat oleh Agung 'si Goyang Barbel' Hercules, sampe artis-artis Bandung (yang saya ngga tau namanya). Sebetulnya, kalo baca pernyataan dari perwakilan Golkar di atas, partai ini sudah sadar kalo kandidat mereka memang bukan yang terbaik. Udah tau gitu, kenapa masih maksa sih.. Apa militansi lebih utama dari masa depan Jabar lima tahun ke depan?
Cagub no. 3, sudah punya modal popularitas, tapi wakilnya ngga begitu dikenal (atau sayanya aja yang ngga tau :p). Meski sebelumnya berpengalaman sebagai Wagub, saya ngga tau sejauhmana kontribusi beliau ini dalam pengambilan keputusan Pemprov selama ini. Kalo liat dari penampakan, emang paling keren kayanya :D
Cagub no. 4, memang ngga ada berita negatif sih, tapi ngga positif-positif amat. Beberapa berita yang pernah saya baca, di masa kepemimpinan beliau ini, katanya laporan anggarannya bagus, pertama kali mendapat hasil audit wajar tanpa kecuali (cmiiw). Tapi saya agak sebel karena bapak ini senang nampang, poster-posternya banyak tersebar di mana-mana, meskipun ceritanya nampang dalan kapasitas mensosialisasikan program-program pemerintah, tapi kalo jadi tambah banyak saat masa kerja hampir berakhir, apa lagi maksudnya kalo bukan 'mengingatkan' masyarakat buat milih beliau di pemilu mendatang? Fakta remeh, nama istrinya -yang sangat senang bersepeda- sama dengan nama saya, beda ejaan doang :) *ngganyambung
Cagub no. 5, terlalu melekat ke-Oneng-annya, entah kenapa karakter Onengnya tetap terlihat mencolok, kemeja kotak-kotaknya tampak terlalu maksa, menurut saya sih ngga orisinil. Maunya kaya Jokowi gitu?!

Kemarin, temen saya bilang, harusnya para Cagub ini bukan menjual janji sekolah gratis, dsb. yang terlalu 'melangit' dan berbunga-bunga, tapi yang paling utama, harusnya mencari cara untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada pemerintah, gimana caranya membenahi birokrasi, transparansi, dst. Setelah aparat pemerintah OK, kepercayaan masyarakat pulih, maka selanjutnya program pemerintah akan lebih mudah untuk diterapkan.

Jadi... Siapa ya yang paling mending?!

Published with Blogger-droid v2.0.9

Wednesday, February 6, 2013

niat sehat

Senin kemarin, teman tetangga meja saya ngga masuk kerja. Keesokan harinya, Selasa, baru tau ternyata beliau sakit. Trus cerita, kayanya asam urat, pas liburan sempet mukanya bengkak sebelah, trus hari itu masih berasa juga, katanya, urat-urat di lengan masih terasa ngilu. Temen saya ini usianya sepantaran sama saya, jadi serem juga deh, tersadarkan kalo ternyata, saya sudah sampai pada usia waspada di mana penyakit-penyakit degeneratif mulai menampakkan gejala-gejalanya. Faktor risiko yang mungkin sudah terbawa dalam gen, dikombinasikan dengan gaya hidup, pola makan, dan faktor-faktor lain, bukan tidak mungkin akan muncul sebagai penyakit atau sindrom atau entah apa. Meski mungkin tidak sampai mengancam jiwa, penyakit akan memberikan semacam batasan-batasan dalam hidup yang sudah terbatas ini, jadinya kualitas kehidupan kita sangat mungkin akan berkurang.
Sadar dengan risiko-risiko kesehatan yang dihadapi, mestinya menjadikan kita-well, saya-lebih mudah untuk mengambil pilihan-pilihan sehat dalam setiap aspek kehidupan. Mestinya...tapi lebih sering justru mencari pembenaran untuk pilihan yang kurang sehat.
Cuma mau cerita aja sih.. Salah satu usaha awal yang saat ini bisa dibilang paling mudah adalah dengan membaca lagi, mengingatkan kembali, menambah wawasan, ngga jauh-jauh, yang ada aja dulu.. Baca, pahami, terapkan dulu apa yang dibilang di buku kesehatan. Mudah-mudahan aja tambah pinter. Amiin.. Tapi mulai besok aja deh, sekarang tidur dulu.. Selamat malam dunia! :)

Published with Blogger-droid v2.0.9

Monday, February 4, 2013

ingat!!!

Sabda Rosululloh saw: Allah tidak memandang rupa dan hartamu, tetapi memandang hati dan amalanmu.
Selamat malam!

Published with Blogger-droid v2.0.9

Sunday, February 3, 2013

membahagiakan diri

ba·ha·gia 1 n keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan): -- dunia akhirat; hidup penuh --; 2 a beruntung; berbahagia: saya betul-betul merasa -- krn dapat berada kembali di tengah-tengah keluarga;
ber·ba·ha·gia a 1 dl keadaan bahagia; bahagia; 2 v menikmati kebahagiaan; bahagia;
mem·ba·ha·gi·a·kan v 1 menjadikan (membuat) bahagia: ia berusaha keras - keluarganya; 2 mendatangkan rasa bahagia: kehadirannya sangat - keluarganya;
ke·ba·ha·gi·a·an n kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yg bersifat lahir batin: kehadiran bayi itu mendatangkan - dl rumah tangganya; saling pengertian antara suami dan istri akan membawa - dl rumah tangganya
Apa sih bahagia itu? Pengertian KBBI di atas rasanya masih ngga menjawab pertanyaan saya, mungkin otak saya aja yang ngga nyampe..
Cerita soal bahagia, kemarin sempet dibahas juga di Oprah Show, beberapa fakta penting hasil penelitian para ahli menyatakan diantaranya..
Bahagia tidak berbanding lurus dengan pendapatan. Anggapan umum, semakin besar pendapatan seseorang, maka orang tsb. akan semakin bahagia. Mulanya mungkin begitu, tapi setelah segala kebutuhan dasar (sandang, papan, pangan, rasa aman, pendidikan) terpenuhi, maka akan ada suatu titik di mana pertambahan pendapatan tidak menjadikan seseorang semakin bahagia.
Besarnya pendapatan menjadikan seseorang lebih mampu dan memungkinkan untuk memiliki lebih banyak benda. Anggapan umum, memiliki banyak benda artinya kita bisa lebih bahagia. Padahal, katanya, dampak kepemilikan benda ternyata hanya bertahan (rata-rata) selama sembilan bulan saja. Katanya, ini juga berlaku dalam hubungan interpersonal loh!
Tau ngga sumber kebahagiaan yang lebih tahan lama? Yup! Itu tuh..pengalaman baru!
Dan, eureka!! Mungkin itulah mengapa manusia senang bertualang, jalan-jalan.. [ini juga mungkin alasan manusia modern masa lalu-Homo sapien generasi awal-memutuskan untuk keluar dari Afrika].. Demi mendapatkan pengalaman baru, yang akhirnya membawa kita merasa bahagia lebih lama (kalo bukan selamanya :D)
Satu hal lain tentang bahagia adalah.. Kesadaran bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang ada begitu saja, melainkan diusahakan. Rasa bahagia muncul dari dalam diri, bukan dari luar. Jadi..kurang-lebih begini: jika kita tidak mampu membahagiakan diri, jangan pikir orang lain bisa membuat kita bahagia. Hmm.. Masuk akal ngga sih?! :p
Published with Blogger-droid v2.0.9

Friday, February 1, 2013

detour: 5000 langkah pertama

detour: kb. jalan memutar, pemutaran. -kki. mengambil jalan memutar

Sore ini cerah banget, Alhamdulillah tadi jadi juga menepati janji yang sudah dibuat sejak berbulan-bulan lalu. Ketemu lagi temen yang udah lama ngga ketemu.. Mampir lagi nengokin dan menjejak kembali trek lari di Sabuga, kayanya sih saya terakhir ke sini ya pas waktu TPB dulu.. Duh..udah lama bangeet... Jadi ya harap maklum kalo saya baru tau buat masuk dan jogging ternyata bayar, ngga mahal sih, sama dengan tarif masuk Museum Benteng Vredeburg, dua ribu rupiah saja. Trus nitip tas, bayar seribu rupiah. Jadi, modal sehat dengan jogging tuh ngga mahal ya?! :)
Alamat bakal ketagihan nih.. Berhubung edisi perdana, karena telat keluar dan komplikasi angkot yang ngetem, tadi joggingnya cuma sebentar, tapi lumayan lah, kayanya dapet deh minimal 5000 langkah.
Setelahnya.. Enak makan, bakal lebih enak tidur nih :) what a wonderful life!! Happy weekend! Ciao!! :D

Published with Blogger-droid v2.0.9

Thursday, January 31, 2013

gowning

far·ma·ko·pe /farmakopé/ n Far buku standar obat yg dikeluarkan oleh badan resmi pemerintah yg menguraikan bahan obat-obatan, bahan kimia dl obat dan sifatnya, khasiat obat dan dosis yg dilazimkan -KBBI-

Di bidang farmasi, farmakope itu semacam 'kitab suci', rasanya ngga sahih klo anak farmasi ngga punya buku ini, yah setidaknya pasti pernah minjem dan pernah baca. Hingga saat ini, Indonesia sudah punya empat edisi, terakhir diterbitkan tahun 1995, klo ngga salah edisi empat ini adalah terjemahan USP (Farmakope US) edisi 25 (atau 27 ya?!).
Selain monografi-monografi bahan aktif dan sediaannya, buku ini juga memuat ketentuan-ketentuan umum, semisal persyaratan spesifik untuk berbagai sediaan farmasi, dsb. Contohnya, sediaan farmasi steril yang memiliki persyaratan tertentu, tergantung dari volume dan rute pemberiannya, diantaranya bisa mencakup persyaratan tonisitas, pirogen, endotoksin.. dan yang paling penting adalah harus steril (tentu saja :p).
Nah.. gimana sih caranya membuat produk steril? Caranya ada dua, dengan metode sterilisasi akhir atau dengan metode aseptik. Sterilisasi akhir artinya semua bahan (aktif dan tambahan), dicampur, kemudian disterilkan di akhir, bisa dengan metode panas-kering (oven), panas-lembap (otoklaf), atau radiasi (sinar gamma, sinar UV), atau bisa juga dengan filtrasi (penyaringan menggunakan membran dengan ukuran pori tertentu) - tergantung sifat dan stabilitas masing-masing zat dalam sediaan tersebut. Metode ini biasanya menjadi pilihan utama, karena sterilisasi di akhir lebih menjamin sterilitas sediaan, kerjanya juga lebih mudah dibanding dengan metode aseptik.
Lanjut ke metode aseptik, metode ini menjadi pilihan jika metode sterilisasi terminal (alias sterilisasi akhir) tidak mungkin dilakukan, contohnya pada sediaan vaksin yang mengandung bahan biologis. Bila vaksin disterilisasi akhir, maka mikroorganisme yang menjadi bahan aktifnya akan mati, dan artinya sediaannya sudah tidak bermanfaat lagi.. Metode aseptik adalah metode yang lumayan rumit. Secara sederhana, bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan untuk produksi disterilisasi terlebih dahulu, sesuai karakteristik masing-masing. Semua bahan kemudian dicampurkan menggunakan alat tersebut di dalam fasilitas yang terkendali kebersihannya (meliputi kualitas udara - aliran udaranya harus laminar, jumlah partikel harus memenuhi persyaratan tertentu, suhu, kelembapan, dst.). Pada metode ini, semua aspek yang terlibat harus dipastikan 'bersih' sedemikian rupa hingga terjamin tidak akan mencemari (mengkontaminasi) sediaan yang dibuat. Termasuk manusia (operator pelaksana).
Gimana caranya menjamin manusia ngga jadi sumber kontaminasi? Kan ngga mungkin manusia disterilisasi? Nah, caranya dengan menggunakan barrier fisik khusus yang memungkinkan manusia tidak kontak langsung dengan sediaan yang dibuat. Barrier macam apa? Kalo zaman kuliah, kami menyebutnya 'baju astronot', sebuah pakaian khusus untuk bekerja di ruang berkelas (fasilitas dengan kebersihan terkendali itu..), bahannya tertentu, memungkinkan agar tidak menghasilkan partikel yang dapat menjadi sumber kontaminasi. Desainnya mirip baju astronot, one-piece, overall gitu, menutupi seluruh bagian kepala dan wajah menutup sampai hidung, jadi cuma mata aja yang tampak, trus bagian lengan dan kaki dibuat dua lapis, di pergelangan kaki dan tangan ada karetnya, supaya mengurangi risiko kontaminasi itu.. Resletingnya juga diposisikan di samping..
Cara pakainya lebih seru.. Ada prosedurnya sendiri, mulai dari buka bungkus bajunya, cara mengangkat baju dari bungkus tsb. - bajunya ngga boleh kena lantai, urutan pakainya (kaki-tangan-kepala-dst.), trus permukaan tubuh cuma boleh kontak dengan bagian dalam baju, bagian luar (yang steril) tidak boleh kontak dengan kulit. Seru kan?! :)
Untuk menjamin operator memakai baju ini dengan benar, ada yang namanya kualifikasi gowning [gowning = cara menggunakan pakaian berkelas, bukan cara memakai gaun :p]. Untuk permulaan, seseorang harus memakai pakaian ini, masuk ke ruang berkelas, lalu pakaiannya ditotol dengan media pertumbuhan mikroba di 10 titik (kalo ngga salah inget: di dahi, mulut, dada dekat ketiak-kiri & kanan, lengan dalam-kiri & kanan, jari-kiri & kanan, sepatu di sekitar betis kiri & kanan) selama tiga hari berturut-turut, dan setelah diinkubasi selama lima hari di suhu tertentu, hasil uji mikroorganisme di media tersebut harus negatif. Nah, kualifikasi ini berlaku selama satu tahun. Bila sudah lewat, harus rekualifikasi, cara dan persyaratannya sama, tapi cukup satu hari, bukan tiga hari.

Published with Blogger-droid v2.0.9