Wednesday, August 28, 2013

quote lagi..

Ada banyak kalimat dan pernyataan yang berkesan dari buku ini, diantaranya itu..

Published with Blogger-droid v2.0.10

Saturday, August 24, 2013

dari F ke J

Proses F ke J itu.. memerlukan waktu satu minggu, seperti kasus yang sebelum-sebelumnya, tidak lain dan tidak bukan, gara-gara kekurang-telitian dan ketergesa-gesaan, penyakit kronis, hehe..

Oh ya, hari ini rute berkeliarannya panjang, agak seneng juga sih, jadi kaya berpetualang dengan syarat tidak mengulang angkot.
Jadi, rute angkot yang ditumpangi sejak tadi pagi sampe siang adalah: cikudapateuh-ciroyom, cibaduyut-karangsetra (yang ruas otista-karangsetra), sukajadi-kalapa, dago-caringin, tegallega-cisitu, dipatiukur-panghegar, cicaheum-kebon kalapa (yang via aceh), diakhiri soreang-leuwipanjang. Ada yang mau tau buat apa? Ya itu tadi.. salah satunya, demi migrasi dari F ke J :)

Cerita tentang angkot..meskipun masih banyak masalah keamanan, kenyamanan, kecepatan, dsb., saya tetap enggan meninggalkan penggunaan angkot. Ada yang menyarankan pake kendaraan pribadi, seperti mobil, sepeda motor, atau sepeda.
Mari kita bahas satu-persatu. Mobil, pros: bisa ngatur waktu sesukanya, ngga ribet kena asap rokok di angkot, ngga bakal ngetem, ngga ribet kehujanan, bisa pilih rute sendiri, akses mudah ke tempat-tempat yang kurang angkot-friendly. Cons: ngga (well, belum) kebeli, ngga bisa nyetir (dan kayanya sih sampe sekarang ngga ada niat buat belajar), ribet dan males membayangkan harus menghadapi kemacetan, kesemerawutan lalu-lintas, kerusakan jalan, sesama pengguna jalan yang bisa bikin emosi jiwa (intinya adalah, saya merasa kurang matang secara emosional untuk menghadapi tantangan jalanan :D), ditambah lagi.. penelitian ilmiah menyatakan bahwa menyetir sendiri (dibandingkan dengan disetiri orang lain) cenderung memicu penuaan dini, gara-gara stress itu..
Oh, dan alasan yang paling utama adalah.. saya enggan berkontribusi secara pribadi dan langsung terhadap peningkatan polusi dan pemanfaatan bahan bakar fosil (kan kalo ngangkot setidaknya kontribusinya berjamaah, hehe)
Sepeda motor. Prosnya mirip dengan mobil, dikurangi potensi macet yang ngga terlalu besar, sehingga hampir pasti ngga akan terlalu ngabisin waktu yah?! Consnya: lagi-lagi mirip sama yang di atas, ditambah kemungkinan kehujanan, probabilitas dan keparahan kecelakaan yang lebih besar, kulit belang, dan faktor penuaan dini yang lebih banyak.
Sepeda. Sama aja..malah jadi mesti nambah waktu buat pergi lebih pagi, ada tambahan waktu lain buat mandi/bersih-bersih, dan akibatnya..meskipun mungkin bisa jadi lebih sehat, tapi waktu tidur akan berkurang dong ;p

Jadi, biarpun itu si angkot masih suka ugal-ugalan kaya bawa karung beras, kadang dipenuhi asap rokok penumpang dan sopir, tampilan mengerikan, ngetem dan berhenti seenaknya.. saya masih suka naik angkot :) semata-mata demi menambah waktu tidur, potensi nguping obrolan ibu-ibu, anak sekolah (yang kayanya udah jadi minoritas, karena pada jarang naik angkot), dan demi ngeliat/ketemu orang lain! Hehe :)

Published with Blogger-droid v2.0.10

Thursday, August 22, 2013

quote: selimut debu

Garis indah melukisi wajah kekasihku,
seperti bulan yang muncul dalam gelap
Geliginya menghias bibirnya yang cantik,
seperti embun di atas tulip.
Kukira ia bunga mekar yang menghiasi kaki bukit,
ternyata kekasihku terbaring di rerumputan
dengan badannya yang gagah

~Abdul Hamid Baba~

Published with Blogger-droid v2.0.10

Saturday, August 17, 2013

dirgahayu!!!

Besok pagi upacara bendera lagi, dalam rangka peringatan HUT RI ke-68. Ada yang tau tema HUT kali ini? Nih, saya salin dari edaran kantor: 'Mari Kita Jaga Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi Kita Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat'.
Realisasinya apa ya?! :D Hmm..pertanyaan sulit.
Btw, selain HUT RI dan acara tahunan pake rok, besok juga tanggal penting buat saya, bukan HUT saya, tapi 17 Agustus lima tahun yang lalu adalah hari pertama saya memakai kerudung. Penting yaaa... :p
Tanggal ini sengaja dipilih secara impulsif, semata-mata agar mudah diingat. Waktu itu, teman-teman sekitar banyak yang memberi selamat, diantaranya ada yang bilang.. Alhamdulillah, akhirnya dapat hidayah.. Bener sih, tapi kok kesannya kaya sebelumnya kurang dianggap gitu ya.. Emm, gimana ya ngejelasinnya, kok kesannya seperti mensubstandarkan masa-masa sebelum berkerudung.
Ya gitu deh, padahal kan, siapa sih kita ini kok bisa-bisanya menilai kualitas diri orang lain. Yaa..mungkin maksudnya memberi dukungan positif kali yaa, biar kita tetap istiqomah.
Bagaimana pun, selain bersyukur atas rahmat hidup di era pascakemerdekaan, atas hidayah lima tahun lalu (yang semoga mampu tetap saya pelihara), saya juga bersyukur atas SMS 3355 tadi sore yang bunyinya terdengar sangat merdu. Alhamdulillah... :)

Published with Blogger-droid v2.0.10

Sunday, August 11, 2013

aku: irasional

Kebiasaan lama adalah mencari-cari pernyataan negasi atau kontra, bukannya ngga setuju atau berargumen, tapi semata-mata berusaha untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Misal, pernyataan seorang teman: "cinta" [dengan tanda kutip?!] harus logis dan rasional.
Saya: iiih....gateel, pengin ngebahas. Pertama, apakah arti dari tanda kutip pada kata cinta? Adakah cinta tanpa tanda kutip? Apa definisi yang membedakan kedua kata itu?
Kemudian, apa sih arti logis dan rasional?
Menurut KBBI:
lo·gis a sesuai dng logika; benar menurut penalaran; masuk akal
1ra·si·o·nal a 1 menurut pikiran dan pertimbangan yg logis; menurut pikiran yg sehat; cocok dng akal
Logis dan rasional kayanya agak-agak mirip yaah?!

Nah, pernyataan di atas cukup menggelitik saya untuk mencari kontranya, tapi bingung memilih dan menyusun kalimat yang tepat. Hingga beberapa waktu lalu, saya menemukan kalimat yang menurut saya tepat untuk menjelaskan maksud saya, kalimat ini saya kutip dari seorang geolog, konteksnya adalah pembahasan hubungan Adam (sebagai manusia pertama) dan Hominid, menanggapi pembahasan dari sisi sains dan agama yang sulit dijelaskan, dan intinya kita harus puas dengan jawaban: tidak tahu.
Kata beliau: Buat saya, beriman itu ada saatnya harus bernalar sebab kita pun harus bisa menerangkan apa yang kita percayai, dan ada saatnya pula tidak bernalar sama-sekali sebab nalar kita bukan tidak terbatas, cukup dipercaya saja dan selesai.

Well? Karena menurut saya iman dan cinta sama-sama abstrak, kita harus menerima bahwa logika/nalar kita memang terbatas. Cinta tidak harus logis. Titik.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Monday, August 5, 2013

quote: the fault in our stars

Akan tiba saatnya ketika kita semua mati. Kita semua. Akan tiba saatnya ketika tidak ada lagi umat manusia yang tersisa untuk mengingat bahwa manusia pernah ada atau spesies kita pernah melakukan sesuatu. Tidak akan ada siapa pun yang tersisa untuk mengingat Aristoteles atau Cleopatra, apalagi mengingatmu. Semua yang kita lakukan, dirikan, tuliskan, pikirkan, dan temukan akan terlupakan, dan semuanya ini tidak akan ada artinya. Mungkin saat itu akan segera tiba, mungkin juga masih jutaan tahun lagi, tapi seandainya pun kita bertahan hidup dari kebinasaan matahari, kita tidak akan bertahan hidup untuk selamanya. Ada masa sebelum organisme mengalami kesadaran, dan akan ada masa setelahnya. Jika kau khawatir dilupakan untuk selamanya oleh manusia, aku mendorongmu untuk mengabaikannya saja. Tuhan tahu, itulah yang dilakukan semua orang lainnya.

Published with Blogger-droid v2.0.10

clearance: terima kasih pak Shannon!!

Kadang-kadang butuh waktu lama untuk melunturkan nilai-nilai sentimentil yang melekat pada beberapa barang. Jadinya, setiap kali beres-beres, adaaaa saja benda-benda yang meskipun saya tau ngga ada manfaatnya lagi di masa yang akan datang, tapi tetap saja masuk kembali pada kategori benda-benda yang disimpan kembali, dengan pengaturan yang sedikit berbeda, dan jelas-jelas tidak signifikan ;p

Sekarang-sekarang, berkat penemuan kamera digital, nilai sentimentil pada benda-benda jadi bisa disimpan dengan lebih ringkas, ngga perlu menuh-menuhin kotak simpanan yang terbatas, tapi cukup diubah ke dalam serangkaian kode biner kombinasi 1 dan 0 yang hemat tempat dalam sebuah harddisk.

Apaan ya ini? Ini adalah perangkat batu timbangan yang digunakan untuk menara [kata dasar: tara] neraca timbangan pada praktikum Ilmu Meracik di Semester 3

Koleksi beberapa tempat pensil dari sejak SD sampe kuliah  :D

Koleksi kalender duduk yang bisa bertengger manis di rak lemari tanpa-makan-tempat dan kalender akademik 

Tulisan dalam tempat pensil, dulu sih ngga tau, kayanya itu tulisan Korea ya? Artinya  sih masih ngga tau ;p

Salah satu selebaran masa kuliah yang berhasil bertahan, tersimpan secara tidak sengaja-kemungkinan besar karena terselip atau ya males aja buat membuang ;p

Kumpulan buku harian sejak kelas empat SD sampe sekarang; setelah dikaji ulang, ternyata isinya ngga jauh berubah, banyak curhat cemas mulai dari ulangan, ujian nasional, dan ujian-ujian sejenis yang sampai saat ini masih berlangsung

Ini selebaran penuh idealisme ngga tau dari kapan,  kayanya sih dari periode-periode awal kuliah - kayanya dulu kok keren banget dan menggugah gitu ya, baca beginian

Wednesday, July 17, 2013

toleransi vs. amar ma'ruf nahi munkar

Keren ya judulnya?! :D tapi jangan terkecoh, maaf saja jika isi catatan ini ngga sekeren judulnya ;p
Well, harus ada peringatan supaya tidak ada kekecewaan :)

Kalo kemarin malam terkapar tak berdaya karena sindrom-Senin, malam ini mendapat booster dari dua porsi baso dan secangkir kopi :D

Jadi teringat percakapan dengan teman beberapa waktu lalu, masih satu tema dengan satu bab di Geography of Bliss yang bercerita soal kehidupan masyarakat Belanda (khususnya Amsterdam) yang sangat toleran - yang membawa pada satu pertanyaan besar [setidaknya buat saya ;p], yaitu: sejauhmana sikap toleransi bisa dibedakan dengan sikap tidak peduli? Apa sih batasannya?
Hubungannya dengan amar ma'ruf nahi munkar apa? Well, sebagai seorang muslim (meskipun mungkin masih abal-abal), kita diantaranya dianjurkan untuk berlomba-lomba dan saling menasihati dalam kebaikan, intinya dakwah kali yaa.. Masalahnya, ya mungkin ini sih namanya lemah iman, tapi kadang-kadang ada perasaan ngga nyaman untuk mengingatkan orang lain, terutama untuk sesama manusia yang bisa dibilang sebaya atau sudah lebih dewasa. Bagaimanakah sebaiknya menerapkan 'amar ma'ruf nahi munkar' ini tanpa membuat orang lain merasa dihakimi atau digurui atau terlanggar privasinya?
Sementara di satu sisi.. mungkin seseorang yang sudah dewasa [baca: cukup umur, sudah baligh], mestinya sudah memiliki kesadaran sepenuhnya atas konsekuensi dari pilihan-pilihan yang dia lakukan. Jadi..mestinya orang lain sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk memengaruhi pilihan seseorang ya?!
Hmmm.. Saya ngga yakin ini menggambarkan dengan tepat maksud saya.. Akan dijelaskan lebih baik jika memungkinkan.. Bye!!

Published with Blogger-droid v2.0.10

Wednesday, July 10, 2013

survey pasar ;p

Gula merah 12 atau 13 ribu per kilogram - tergantung warna, yang cokelat kuning lebih mahal dari yang cokelat tua, meskipun rasanya sama-sama manis.
Bawang merah 35 ribu per kilogram, jadi 9 ribu kalo belinya 1/4 kilogram.
Hati sapi 80 ribu per kilogram, kalo babat 45 ribu, 40 ribu kalo dicampur (babat dkk.), daging sapi mah lupa berapa, 110 ribu per kilogram kalo ngga salah.
Pindang ikan tongkol 6 ribu per 100 gram, pindang bandeng 7 ribu sampe 35 ribu per ekor - tergantung ukuran si bandeng.
Cireng 3 ribu per bungkus, harusnya 3500, miskomunikasi antarpedagang ;p
100 gram ikan teri tanpa kepala dan 200 gram udang (kaya yang ada di rempeyek udang di warung padang) sama dengan 11 ribu.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Wednesday, July 3, 2013

Self-reminder: sholat!! yuk? :)


Kadang-kadang, saat sedang tidak bugar secara mental ;p, suka bertanya-tanya sendiri dan bingung, kenapa sih harus sholat.. Karena kadang ngga relevan juga gitu, sholat rajin, tapi ya maksiat juga bisa dilakoni.. Padahal kan katanya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar..harusnya.. 
Ternyata, bukan saya aja yang berpikir begitu, pernah ada yang mempertanyakan hal yang sama di suatu majelis, dan kemudian sang ustadz menjawab, kurang-lebih begini intinya: sholat itu tidak menjamin seseorang menjadi baik, tapi ya kalo melakukan sholat aja masih kurang baik, apalagi kalo ngga sholat.. 
Sebagai pengingat buat diri sendiri, berikut cuplikan dari Sudah Benarkah Shalatku? mengenai kedudukan sholat. 
Shalat diwajibkan saat Nabi saw. Isra mi'raj. Ibadah shalat diperintahkan langsung oleh Allah swt., ini berarti shalat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam, sehingga setiap Muslim seharusnya memiliki perhatian besar dan kesadaran yang sangat tinggi terhadap shalat. Arti penting shalat yaitu: 

1. Shalat sebagai Tiang Agama 
Tiang merupakan penyangga utama sebuah bangunan. Tanpa tiang, tidaklah akan berarti seluruh bagian bangunan, sehebat dan semewah apa pun. 
Begitu pula dengan agama, bagian-bagian dari bangunan agama adalah segala bentuk amal ibadah lainnya yang disyariatkan oleh agama. Untuk menjadikan bangunan agama itu tegak dan menjulang megah, diperlukan tiang yang kokoh. Tiang itu adalah shalat. 
Sabda Rasulullah: '…pokok segala urusan adalah Islam. Barangsiapa yang masuk Islam, dia akan selamat; tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad…' [H.R. Tirmidzi] 

2. Shalat sebagai Benteng Terakhir 
Benteng adalah alat pertahanan dan simbol dari sebuah kekuatan. Dengan demikian, jika shalat sebagai benteng terakhir telah diabaikan, kaum Muslimin akan terpuruk dan hancur berkeping tak bersisa. 
Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab ra. mengirim surat kepada seluruh gubernur. Surat itu berisi pesan agar senantiasa memerhatikan shalat, karena bila salah seorang di antara mereka telah mengabaikan shalat, mereka dipastikan akan mengabaikan urusan-urusan yang lain. 
Rasulullah saw. bersabda: 'Sesungguhnya akan terlepas ikatan-ikatan Islam satu per satu. Setiap kali ikatan lepas, manusia akan bergantung pada ikatan berikutnya; ikatan yang paling awal terlepas adalah hukum, dan yang terakhir adalah shalat.' [H.R. Imam Ahmad dan Ibnu Hibban] 

3. Shalat sebagai Identitas Keislaman 
Identitas sangat penting bagi semua orang karena identitas akan menjadi bukti atas pengakuan resmi seseorang. Jika ada seseorang mengaku beragama Islam, apa buktinya? Buktinya adalah dengan melaksanakan shalat. 
Jadi, seseorang mengaku Islam tetapi tidak shalat, wajar bila diragukan keislamannya. Bahkan, Rasulullah saw. menilai garis pemisah Muslim dan kafir adalah meninggalkan shalat. 'Ciri yang membedakan seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat.' [H.R. Muslim] 

4. Shalat sebagai Amalan Pertama yang akan Dihisab 
Sabda Rasulullah saw.: 'Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya beres, dia akan bahagia dan selamat, dan jika shalatnya rusak, dia akan celaka dan rugi.' [H.R. Tirmidzi] 
Riwayat lain menyebutkan, 'Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya beres, akan beres juga seluruh perilakunya, dan apabila shalatnya rusak, akan rusak pula segala perilakunya.' [H.R. Thabrani] 
Keterangan tsb. menegaskan peranan penting shalat yang berfungsi sebagai katalisator yang menentukan apakah amalan seorang hamba beres atau rusak. 

5. Shalat sebagai Sarana untuk Merawat Fitrah 
Manusia lahir dalam keadaan fitrah, artinya berkecenderungan baik dan beragama Islam [Q.S. Al A'raaf (7):172, Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), 'Bukankan Aku ini Tuhan-mu?' Mereka menjawab, 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.' (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Tuhan).'] 
Diakui dengan proses waktu dan sosialisasi dalam kehidupan, fitrah tsb. sangat mungkin ternodai dosa dan kemaksiatan sehingga kualitas fitrah akan mengalami penurunan, bahkan menjadi rusak. Karena itu, perlu suatu fasilitas untuk menjaga kesucian fitrah, yaitu dengan ibadah shalat. 
Ciri fitrah berkualitas prima adalah keyakinan akan menemui Tuhan dan akan kembali kepada-Nya. 
Firman Allah: 'Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.' [Q.S. Al Baqarah (2):45-46] 

6. Shalat sebagai Obat Penyakit Hati 
Manusia memiliki sejumlah sifat mulia, diantaranya jujur, syukur, dan pemaaf. Namun, di samping itu, manusia juga memiliki sejumlah sifat buruk, seperti putus asa, kikir, dan sombong. Shalat bisa menjadi sarana mengobati sifat-sifat buruk manusia. 
Firman Allah: 'Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh-kesah lagi kikir. Apabila ditimpa kesusahan, dia berkeluh-kesah, dan apabila mendapat kebaikan, dia amat kikir; kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.' [Q.S. Al Ma'aarij (70):19-23] 

7. Shalat sebagai Sarana Pencuci Dosa 
Tidak ada manusia yang steril dari dosa. Setiap hari, pasti ada dosa yang dilakukan, disadari ataupun tidak disadari; dosa kecil maupun dosa besar. Shalat bisa menjadi alat pembersih untuk dosa-dosa kita. 
Sabda Rasulullah saw.: 'Bagaimana pendapat kalian, andaikata sebuah sungai berada di rumah salah seorang di antaramu dan kamu mandi di sana lima kali dalam sehari, apakah masih tertinggal kotoran pada badannya?' Mereka berkata, 'Tidak ada kotoran yang tertinggal pada badannya.' Beliau bersabda, 'Maka demikianlah perumpamaan shalat lima kali, Allah menghapus kesalahan-kesalahan.' [H.R. Muttafaq'alaih] 

8. Shalat sebagai Pencegah Maksiat 
Semua manusia berkecenderungan untuk berbuat baik dan berbuat salah. Apabila dorongan baik mendominasi, maka muncul perilaku mulia. Namun, bila dorongan buruk yang dominan, maka muncul perilaku nista. Shalat dapat menjadi energi untuk mencegah seseorang terjerumus pada perbuatan nista. 
'Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan, sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.' [Q.S. Al 'Ankabuut (29):45] 
Melihat kedudukan shalat yang begitu agung dan urgen, maka siapa pun yang menyia-nyiakan shalat, berarti dia sudah siap berhadapan dengan sanksi yang cukup berat," 'Apa yang menyebabkan kamu masuk Neraka Saqr?' Mereka menjawab, 'Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan tidak pula memberi makan fakir miskin.'" [Q.S. Al Muddatstsir (74):42-44] 
Selanjutnya, Allah memberikan predikat munafik bagi mereka yang melalaikan dan riya (pamer) dalam shalatnya. 'Sesungguhnya orang-orang munafik itu … apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah, kecuali sedikit sekali.' [Q.S. An-Nisaa' (4):142]

Pengingat aja.. dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan ^_^

Tuesday, June 18, 2013

:p

malam
langit
bintang
crux

Published with Blogger-droid v2.0.10

sejenak di tukang baso

Meskipun abu-abu itu keren, kayanya dalam hal-hal tertentu akan lebih mudah jika hanya ada hitam dan putih, ngga usah ada abu-abu muda, abu-abu tua, dst.
Akan lebih sederhana jika hanya ada 'ya' dan 'tidak', tanpa 'mungkin', 'agak', 'sedikit', dan kawan-kawannya. Mungkiiin...
Tapi ya gitu kali ya, variasi.. Biar hidup ini dinamis :p

Btw, cerita soal baso, ternyata Baso adalah nama suatu tempat di Sumbar, tau ya?! :D Apakah tempat ini asal mula makanan bernama sama? Tau ga? ^_^

Published with Blogger-droid v2.0.10

Wednesday, June 12, 2013

hujan bulan juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

1989

( Hujan Bulan Juni – hal. 90)

Liat di sini buat salah satu penafsiran puisi di Pak Sapardi di atas.
Dulu.. nyaris ngga mungkin kayanya ada hujan di bulan Juni.
Sekarang.. sepertinya bahkan hujan pun tak setabah, tak sebijak, dan tak searif dulu.. ;p

Published with Blogger-droid v2.0.10