Absence of evidence does not equal evidence of absence - dr. David Hussong (of FDA and the USP Microbiology and Sterility Assurance Expert Committe)
Thursday, January 23, 2014
quote: inferno (agak spoiler ;p)
Tuesday, January 7, 2014
sudah saatnya..
![]() |
| NGI 2007 - 2013 (dikurangi edisi Maret 2010 dan Juni 2012) |
Ketika warna permukaan bidang datar sudah mulai memudar berselimut debu..
Ketika mulai menemukan bon belanjaan, potongan aneka tiket, catatan ngga jelas, bercampur dengan buku-daftar-tunggu-akan-dibaca dan uang receh..
Ketika mulai dirasa sulit untuk menemukan benda spesifik dalam waktu singkat..
Ketika longsoran tumpukan buku mulai mengancam dan dapat terjadi sewaktu-waktu..
Ketika sadar..
Wednesday, January 1, 2014
detox: U! out of my system!!
Ini dia dokumentasi tentang saya dan (ehm) beliau ;p
Sekarang rasanya biasa aja tuh..
Detoksifikasinya berhasiiil!!! (mudah2an ;p, meski pun di suatu sudut jauuuuh di lubuk hati, mungkin masih ada setitik pengharapan.. tapi baiknya realistis saja lah ya :D)
Aku pasti bisa! ^_^
Tuesday, December 31, 2013
wara-wiri 2013
| Prambanan |
| Diorama 1:1 di Museum Karst |
| Main air di Alun-Alun Batu |
| Main air di Sungai |
| Jam Gadang |
| Istana Basa Pagaruyung - kerumunan itu karena lagi ada syuting RAN (Rekreasi Aziz Nunung) |
| Pura-pura menggalau (padahal iya ;p) di tepi Segara Anak |
![]() |
| Gunung Salak - dilihat dari penginapan di pusat kota |
![]() |
| Istana Bogor |
Thursday, December 19, 2013
di penghujung duapuluhan ;)
Eh..waktu kok rasanya terbang yaa..ngapain aja sih saya di dunia ini..kok rasanya ngga ada kontribusi nyata bagi kebaikan dunia ini, setidaknya buat orang-orang di sekitar saya..
Masih ngga sabaran..masih egois..masih sering nyebelin..oportunis..masih suka keras kepala..masih banyak males..masih sering ngeluh..dan masih-masih lainnya..
Thursday, December 12, 2013
curcol: puasa ngopi :(
Sepulang Jalan-jalan (dengan kapital ;p) bulan kemarin, hari pertama kerja langsung ikut GCU tahunan, meliputi pemeriksaan darah rutin dan EKG/ECG. Hasilnya udah keluar beberapa minggu yang lalu. Overall, hasilnya lumayan bagus sih; glukosa darah, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, asam urat, semua ada dalam rentang normal.
Hasil yang agak aneh ada dua, eritrosit dan hemoglobin. Sebenernya sih ngga jauh beda sama tahun-tahun sebelumnya. Tapi jadi heran juga, jadi eritrosit saya jumlahnya lebih banyak dari rentang rujukan [ini sebenernya bisa dijelaskan sama asal-usul saya sebagai orang gunung. Orang yang tinggal di ketinggian - dimana kadar oksigen udara lebih sedikit - cenderung memiliki sel darah merah a.k.a eritrosit yang lebih banyak, supaya oksigen yang diikat bisa lebih banyak, cmiiw].
Nah, tentang hemoglobin, dia ini ada di dalam eritrosit dan bertanggung jawab untuk mengikat oksigen maupun karbondioksida yang beredar di seluruh tubuh. Nah, ternyata.. biarpun eritrosit saya banyak, ternyata kandungan hemoglobinnya ngga jadi lebih banyak. Hemoglobin saya sedikit di bawah batas bawah nilai rujukan normal. Artinya saya mengalami sedikit defisiensi besi sepertinya..
Mestinya sih ngga apa-apa, tapi akhir-akhir ini, entah sugesti atau beneran, saya jadi sering pusing. Lagi usaha minum suplemen, dan sepertinya mesti konsisten puasa dulu minum kopi.. doakan istiqomah ya!! ^_^
Tuesday, December 3, 2013
Rinjani: prolog
Setelah tiket, berikutnya adalah perlengkapan. Pengalaman ke Semeru dulu sebenernya terhitung nekat, kayanya dulu saya ngga begitu repot dengan persiapan (mungkin karena berangkatnya mendadak juga sih ;p). Sekarang, karena waktu persiapannya agak lama dan ternyata saya akan menjadi satu-satunya perempuan, jadi kali ini sebisa mungkin saya memastikan perlengkapan pribadi saya cukup.
Secara berurutan saya membeli sleeping bag (yang murah [di kemudian hari diketahui ternyata tidak cukup murah] tapi ternyata cukup makan tempat ;p) dan matras. Trus kepikiran juga buat punya carrier bag, eh tapi pas ke toko, kok pilihannya banyak banget, trus ukurannya besar-besar (ea ealaaah), harganya macem-macem.. terlalu banyak pilihan!! Saya bingung.. dan akhirnya memutuskan buat minjem aja, biar irit.
Berikutnya..seminggu menjelang keberangkatan akhirnya saya memutuskan buat beli tenda, cari yang paling ringan. Ada yang namanya Superlight2 dari Consina, beratnya hanya 2,2kg, buat satu orang, tapi ternyata modelnya single wall (alias single frame), kata temen saya sih ribet masangnya. Di Kawani Jalan Otten, si mas ganteng penjaga toko bilang, dengan harga yang sama dengan si Superlight2 ini, ada juga tenda Consina buat berdua, double frame, namanya Summertime, tapi lagi ngga ada stok (malangnya nasibku..). Sebelumnya sempet ngintip tenda-tenda yang dijual di Ace Hardware, sepertinya buatan China, saya ragu..mau liat dulu, males juga kalo mesti balik lagi ke Kawani atau Eiger misalkan ternyata bendanya kurang meyakinkan. Jadilah..pas istirahat kantor berangkat ke Eiger Cihampelas, mendapat tenda Replacement 2, tadinya mau beli yang Transformer atau Storm, tapi lagi ngga ada. Si Replacement ini kapasitasnya buat dua orang, tapi ternyata lumayan besar, bisa buat bertiga, beratnya 3,7kg.
Sebelum belanja tenda, sempet juga cari celana panjang ringan. Trus berikutnya melengkapi perlengkapan dengan fly sheet dan headlamp.
| setibanya di Praya, Bandara Internasional Lombok |
Tuesday, November 26, 2013
(bukan) menggombal ;p
Jarak adalah sebuah garis batas, tetapi jalinan perasaan adalah penembusnya.
-Garis Batas- ^_^
Monday, November 18, 2013
memantai..
Memantai setelah menggunung itu ternyata menyenangkan juga ya, meskipun tetap saja saya masih bingung kalo di pantai itu enaknya ngapain sih?!
Main kejar-kejaran ombak? Main pasir? Berenang-renang? Lebih jauh lagi, snorkeling? Ke tempat yang agak dalem, diving?
Atau cukup duduk manis dan menggalau? :p
Sunday, November 17, 2013
rinjani: at the glance
quote: garis batas
Garis batas adalah kodrat manusia. Tanpa disadari, kita adalah seonggok tubuh yang selalu membawa garis batas portabel ke sana ke mari. Garis batas menentukan dengan siapa kita membuka hati, dengan siapa menutup diri.
Di hadapan orang yang sama sekali asing, kita mengalihkan pandangan. Ketika berada di keramaian, kita membaca buku, atau menerawangkan pandangan kosong. Ketika seorang tak dikenal menyentuh, kita merasa tak nyaman. Namun ketika yang membelai adalah kekasih, kita menerima dengan senang hati. Di antara kawan-kawan dan handai tolan, kita membagi-bagi dalam spektrum kategori: akrab sekali, hubungan biasa, kawan jauh, hingga orang luar. Melalui garis batas, kita meraba dunia luar. Melalui garis batas, kita berlindung dari dunia luar.
Wednesday, November 13, 2013
studi kasus: jujur
latar belakang: cerita tentang seorang teman laki-laki yang memutuskan hubungan dengan pacar lama yang beberapa tahun LDR setelah dekat dengan perempuan lain yang lebih dekat keberadaannya. Konon, si lelaki mengatakan dengan jujur pada pacarnya itu alasan dia memutuskan hubungan, yaitu keberadaan WIL.
pembahasan: pendapat kami, para penggosip, apakah kejujuran semacam itu lebih baik daripada alasan-alasan lain yang terdengar lebih halus (misal: karena LDR ternyata tidak semudah yang dibayangkan, dst.)
Secara umum, kami para penggosip menganggap pendekatan sang WIL pada si pria berpacar adalah kurang etis. Ngga salah, tapi kok rasanya kurang elegan gitu ya.
Tentang kejujuran si pria pada proses pemutusan, terdapat beberapa pendapat.
Pendapat 1 (penggosip bapak-bapak beranak tiga), menyatakan bahwa kenyataannya kebohongan (atau ketidakjujuran para pria) adalah suatu cara untuk menjaga perasaan perempuan. Iya ya? Katanya kalo para pria jujur, maka perempuan bisa sakit hati terus-terusan. Hmmm..
Pendapat 2 (penggosip ibu-ibu beranak dua), menyatakan pendapat yang senada, mestinya si pria ngga usah sejujur itu, bisa saja beralasan lain yang lebih terkesan kurang menyakitkan.
Pendapat 3 (penggosip istri - sudah menikah, belum jadi ibu ;p), agak memaklumi alasan si pria berkata jujur, yaitu lebih pada alasan ketenangan hati si pria yang mungkin menjadi lebih lega dan tidak terlalu terbebani rasa bersalah.
Pendapat 4 (penggosip independen ;p), merasa keputusan si pria untuk jujur lebih tepat ketimbang beralasan klise atas dasar menjaga perasaan. Sang pacar sudah jelas tersakiti, ketidakjujuran justru akan menambah rasa sakit itu, bukannya meringankan.
Pendapat kebohongan untuk menjaga perasaan buat saya tampak pembenaran saja, bukannya malah jadi menambah masalah ya? Jika bohong dianggap suatu praktek yang wajar, maka apa jadinya arti kejujuran? Bagaimana kita bisa membedakan jujur dan bohong? Teori saya sih..ngga tau ya prakteknya akan mudah atau sulit. Yang jelas, kalo kata saya, begitu ada kebohongan dalam suatu hubungan, akan sangat menyulitkan bagi kedua pihak untuk memilah, sejauhmana kebohongan itu ada, semuanya jadi kabur dan mungkin akan kehilangan makna.
Jadi...sesulit atau sepahit apa pun, mestinya jujur adalah pilihan utama, tanpa ragu.
Saturday, November 2, 2013
approx. H-13: mental check
Meruahnya adrenalin (mungkin) akibat antusiasme dan kecemasan rutin pra-perjalanan membuat agak sulit untuk tidur.
Meskipun ceritanya kali ini termasuk jalan-jalan cantik, tetap saja agak sedikit ngga pe-de.
Doakan semuanya berjalan lancar ya! Bye!! ^_^









