- kelalaian/kesalahan teknik pengeboran sumur Banjirpanji-1 yang dibor sekitar 200 meter dari pusat semburan,
- aktivitas tektonik yang berhubungan dengan kegiatan gempa yang berpusat di Yogyakarta yang terjadi dua hari (27 Mei 2006) sebelum semburan lumpur panas terjadi,
- aktivitas geothermal/panasbumi dari kompleks gunungapi Anjasmoro-Welirang-Arjuno di sebelah selatan semburan,
- kombinasi ketiga efek tersebut.
Absence of evidence does not equal evidence of absence - dr. David Hussong (of FDA and the USP Microbiology and Sterility Assurance Expert Committe)
Sunday, March 25, 2012
percakapan lainnya hari ini ;p
percakapan hari ini
Wednesday, March 21, 2012
if it isn’t documented it didn’t happen
Tuesday, March 13, 2012
gapenting of the day :D
Ini fotonya Sinead O'Connor yang saya perlihatkan ke teteh pemilik salon wanita yang saya datangi akhir minggu kemaren.. Udah lama saya pengin punya model rambut begini, tapi belum nemu keberanian buat ngomong minta dipotongin begini, ditambah dulu kan belum pake kerudung, jadi ngga berani juga, ntar jadi mencolok dong.. atau yang lebih parah, dikira stress. Btw, emang orang stress biasanya potong rambut ya?! Kenapa analoginya begitu ya?!
Kembali ke topik soal potong rambut, akhir minggu kemaren nekat juga deh, minta rambutnya dipptong kaya foto di atas.. Eh, tetehnya ngga mau, katanya kasian klo plontos begitu ntar masuk angin (pengalaman pribadi beliau). Alhasil, saya mendapat potongan rambut lain, cukup mendekati sih dengan keinginan semula..cukup ekstrim, tapi ngga terlalu.. Bayangkan model rambut seperti di foto setelah beberapa minggu, tumbuh sekitar satu sentimeter. Nah, begitulah rambut saya sekarang.. :D
Gimana rasanya? Menyenangkan!! Kepala terasa lebih enteng, ngga perlu ribet buat nyisir, lebih irit shampoo dan air, waktu mandi juga bisa dipersingkat.. Efisien deh pokoknya!! Keringetan juga jadi lebih nyaman, meskipun karena rambutnya berkurang, keringat yang terserap di kerudung jadi lebih banyak..ngga terlalu mengganggu kok. :D
Klo begini, jadi kepikiran, sederhana banget ya buat saya untuk merasa bahagia?! Alhamdulillah :)
pagi tadi..
Tadi pagi menyimak siaran percikan iman pak aam amiruddin sambil siap-siap mau berangkat.. Tadi ada yang nanya soal baca tahlil keras-keras setelah solat.. Jawabannya, praktek seperti itu ngga pernah dicontohkan Rasulullah, ada referensinya juga sih, lupa ayatnya, yang jelas, Allah berfirman kepada Rasulullah bahwa Allah itu dekat. Jadi, mestinya ngga perlu wirid keras-keras apalagi sampe pake loudspeaker dan kedengeran sekelurahan.. Nah, jadi nyambung deh ke anjuran untuk pengurus mesjid supaya ngga usah pake loudspeaker saat wirid, ceramah, belajar ngaji, dsb. Loudspeaker itu fungsinya buat mengeraskan suara adzan dan iqomah, dan pengumuman2 menyangkut hal-hal kemasyarakatan, misal buat berita duka cita, jadwal kerja bakti, dst.
Saya sepakat banget deh soal ini, klo udah begini kan jadinya malah ganggu, kasian kan buat yang lagi sakit atau misalkan ada yang lagi butuh konsentrasi belajar buat ujian.. Yang ada, biasanya (seperti yang saya sendiri alami), klo mesjidnya berisik gini, jadinya malah menggerutu.. Nah loh, jadinya yang dikeluhkan jadi mesjidnya, padahal kan yang salah pengurus mesjidnya... ;p
Ngomong soal loudspeaker mesjid yang terlanjur populer dengan sebutan toa (padahal kyanya toa itu nama merek ya?!), jadi inget guyonan sindiran alm. Gusdur.. Cerita soal pemeluk berbagai agama, begini nih... Orang beragama Budha mengaku sangat dekat dengan Tuhan, sampe-sampe panggilannya aja Oom.. Trus orang Kristen lebih dekat lagi dong, manggilnya aja Bapa.. Nah, klo muslim? Kata gusdur, klo muslim sih boro-boro deket, manggilnya aja pake toa :D
Thursday, March 8, 2012
macaca nigra
National Geographic Indonesia (NGI) bulan maret menjadikan Macaca nigra (kera hitam Sulawesi) sebagai salah satu sajian utama, sampul depannya menampilkan wajah seekor yaki pemimpin kelompok. Selain bercerita tentang habitat dan populasinya yang semakin mengkhawatirkan, ada satu cerita lain yang menarik. Jadi, sama seperti kawanan hewan pada umumnya, yaki yang hidup berkelompok ini juga memiliki struktur sosial yang rumit, ada peringkat status yang dimiliki oleh setiap individu. Biasa lah, ada jantan alfa, beta, gamma, dst., betina juga sama, ada yang alfa, beta, dst. Posisi alfa berarti posisi yang paling tinggi, pemimpin kelompok. Trus ada juga drama perebutan kekuasaan yang katanya mirip dengan yang terjadi di dunia manusia..ada kolaborasi antaryaki, perhitungan untung-rugi, dsb. Selain itu, ternyata - saya baru ngeh - di dunia primata juga ada yang gay.. Ini nih kutipan artikelnya (dari hal. 26):
Yaki jantan yang tertekan karena tak pernah bisa memenangkan persaingan dengan jantan lain bisa mengubah perilaku seksualnya. "Daripada dikalahkan terus oleh jantan lain, perilakunya jadi seperti betina. Itu disebut dengan gay, dan memang ada dalam dunia primata," ungkapnya (Jatna Supriatna, ahli primata Indonesia). Ia akan berbaur dengan para betina dan ikut mengasuh anak-anak.
Jadi penasaran, apakah gay pada manusia juga terjadi karena alasan yang sama?! Tapi kok cuma diceritain yang jantannya ya, klo betina yang jadi berperilaku jantan ada ngga ya?!
Friday, February 24, 2012
Caper Dieng (bagian tiga - tamat)
Jane Eyre - cinta dan integritas ;p
Caper Dieng (bagian dua)
Thursday, February 23, 2012
apa kabar dunia...
Tuesday, February 14, 2012
anak-anak - sang guru kehidupan
Ini cerita tentang keponakan saya yang pertama..jadi inget gara-gara pembicaraan akhir minggu kemarin soal hari valentine..
Berhubung udah lama meninggalkan dunia akademis dan ngga pernah lagi mentoring, saya udah lupa sejarah hari valentine, trus gimana biasanya anak-anak rohis atau DKM atau sejenisnya akan heboh untuk menyebarluaskan segala hal tentang hari valentine yang ngga sesuai dengan ajaran Islam. Informasi bisa diberikan lewat buletin kecil bahkan bisa juga ada semacam ta'lim atau pengajian pada hari-H, 14 februari..
Setelah bercerita, keponakan saya bilang begini.. 'aneh juga ya memperingatkan supaya ngga memperingati hari valentine di hari valentine, berarti kan sama aja memperingati juga, memperingati dengan cara mengingatkan supaya tidak merayakan?!?!'
Iya kan?! Klo ga salah ini namanya psikologi terbalik (?), sama kasusnya kaya kita disuruh supaya jangan ingat gajah, maka yang kita ingat justru gajah, atau sama kaya kasus rhoma irama yang menghujat goyangan inul yang justru malah membuat inul makin merajalela, atau sama kaya MUI yang memboikot atau melarang peredaran film-film kontroversial, yang ada justru orang-orang malah jadi pengin nonton karena penasaran. (jadi penasaran, apakah yang terlihat memang yang sebenarnya?! Mungkin ngga sih MUI justru bekerjasama dengan produser film untuk mendongkrak penjualan tiket?!) :p
Oh ya, soal keponakan saya, ngga hanya dia sih, tapi secara umum saya sering terkagum-kagum dan terheran-heran dengan anak-anak. Dulu, waktu dia masih sd, pernah nanya begini: 'kata guru agama, miskin itu ujian, kaya juga ujian, musibah itu ujian, rezeki juga ujian.. Jadi, kapan dong kita ngga diuji?!' Nah lo?! Pertanyaannya berat sih klo kata saya, tapi mesti dijawab. Saya percaya, menjawab pertanyaan anak-anak ngga boleh sembarangan, mereka bertanya karena pengin tau dan percaya kalo kita bisa ngasi jawaban. Klo ngga tau, ya bilang aja ngga tau, jangan ngarang... Karena jawaban kita mungkin akan berpengaruh besar pada kehidupannya.. (lebay ;p)
Kadang-kadang, pertanyaan mereka justru pertanyaan kita juga, tapi kita ngga pernah terpikir untuk mempertanyakan atau ya gitu deh.. Kadang-kadang kita udah ngga punya atau ngga sempet memelihara rasa ingin tau..
Makanya, klo nonton Oprah, saya suka deh klo dia udah nanya sama tamunya soal anak sang tamu, biasanya dia nanya: 'Jadi, pelajaran apa yang kamu dapat dari anakmu?' dan bukannya pertanyaan umum soal kebisaan anak, misalnya udah bisa ngomong, baca, dsb. :)
